Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Doa Ketika Sedang Menghadapi Masalah Berat

Kompas.com, 11 September 2026, 18:14 WIB
Puji Sri Rahayu,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Ketika menghadapi masalah berat, Islam mengajarkan doa-doa yang bersumber dari Al-Qur'an dan hadis sahih untuk memohon ketenangan hati serta kemudahan dari Allah SWT. Doa ini dapat diamalkan saat dilanda kesedihan, tekanan hidup, maupun berbagai ujian yang terasa berat, sekaligus menjadi ikhtiar spiritual di samping usaha nyata menyelesaikan persoalan.

Al-Qur'an menegaskan bahwa setiap ujian berada dalam pengetahuan Allah, sedangkan Rasulullah SAW mengajarkan doa-doa yang dapat dibaca ketika hati dipenuhi kegelisahan. Dengan menggabungkan doa, sabar, dan tawakal, seorang Muslim diharapkan mampu menghadapi kesulitan dengan hati yang lebih tenang.

Baca juga: Jangan Hanya Berdoa, Ini 3 Cara Menjemput Rezeki

Allah Tidak Membebani Hamba di Luar Kemampuannya

Salah satu ayat yang paling sering menjadi penguat ketika menghadapi ujian adalah Surah Al-Baqarah ayat 286.

لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا

Lā yukallifullāhu nafsan illā wus‘ahā.

Artinya: “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (QS Al-Baqarah: 286)

Ayat ini menjadi pengingat bahwa tidak ada ujian yang diberikan Allah di luar kemampuan hamba-Nya. Karena itu, seorang Muslim dianjurkan tetap berikhtiar dan tidak berputus asa ketika menghadapi persoalan hidup.

Baca juga: Ghibah di Media Sosial, Apa Hukumnya dalam Islam?

Doa Rasulullah Saat Dilanda Kesedihan

Rasulullah SAW mengajarkan doa yang dibaca ketika seseorang mengalami kesedihan dan kegelisahan. Hadis ini diriwayatkan dalam Musnad Ahmad No. 3712.

اللَّهُمَّ إِنِّي عَبْدُكَ وَابْنُ عَبْدِكَ وَابْنُ أَمَتِكَ، نَاصِيَتِي بِيَدِكَ، مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ، عَدْلٌ فِيَّ قَضَاؤُكَ، أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ، سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ، أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِي كِتَابِكَ، أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ، أَوِ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِي عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ، أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيعَ قَلْبِي، وَنُورَ صَدْرِي، وَجَلَاءَ حُزْنِي، وَذَهَابَ هَمِّي

Latin: Allāhumma innī ‘abduka wabnu ‘abdika wabnu amatika, nāṣiyatī biyadika, māḍin fiyya ḥukmuka, ‘adlun fiyya qaḍā’uka. As’aluka bikulli ismin huwa laka, sammayta bihi nafsaka, aw anzaltahu fī kitābika, aw ‘allamtahu aḥadan min khalqika, awista’tsarta bihi fī ‘ilmil ghaibi ‘indaka, an taj‘alal-Qur’āna rabī‘a qalbī, wa nūra ṣadrī, wa jalā’a ḥuznī, wa dhahāba hammī. 

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku adalah hamba-Mu, anak hamba laki-laki-Mu dan anak hamba perempuan-Mu. Ubun-ubunku berada di tangan-Mu. Keputusan-Mu pasti berlaku atasku dan ketetapan-Mu adil bagiku. Aku memohon kepada-Mu dengan setiap nama yang Engkau miliki… jadikanlah Al-Qur'an sebagai penyejuk hatiku, cahaya dadaku, penghilang kesedihanku, dan lenyapnya kegelisahanku.”

Dalam hadis tersebut, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa siapa yang membaca doa ini ketika ditimpa kesedihan, Allah akan menghilangkan kesusahannya dan menggantinya dengan kegembiraan.

Baca juga: 5 Adab Anak kepada Orangtua yang Wajib Diajarkan Sejak Dini

Doa Nabi Yunus Ketika Menghadapi Kesulitan

Doa berikutnya berasal dari Nabi Yunus AS saat berada dalam perut ikan dan diabadikan dalam Al-Qur'an.

لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

Lā ilāha illā anta subḥānaka innī kuntu minaẓ-ẓālimīn.

Artinya: “Tidak ada tuhan selain Engkau. Mahasuci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim.” (QS Al-Anbiya: 87)

Rasulullah SAW kemudian bersabda dalam Jami’ at-Tirmidzi No. 3505:

دَعْوَةُ ذِي النُّونِ إِذْ دَعَا وَهُوَ فِي بَطْنِ الْحُوتِ: لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ، فَإِنَّهُ لَمْ يَدْعُ بِهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ فِي شَيْءٍ قَطُّ إِلَّا اسْتَجَابَ اللَّهُ لَهُ

Da‘watu Dzīn-Nūni idz da‘ā wa huwa fī baṭnil-ḥūt: Lā ilāha illā anta subḥānaka innī kuntu minaẓ-ẓālimīn, fa innahu lam yad‘u bihā rajulun muslimun fī syai’in qaṭṭu illastajāballāhu lah.

Artinya: “Doa Dzun Nun (Nabi Yunus) ketika berada dalam perut ikan… tidaklah seorang Muslim berdoa dengannya dalam suatu perkara melainkan Allah akan mengabulkannya.”

Doa ini banyak diamalkan ketika seseorang merasa terhimpit masalah, kehilangan jalan keluar, atau membutuhkan pertolongan Allah dalam keadaan yang sulit.

Perbanyak Istigfar dan Tawakal

Selain doa-doa khusus, Islam juga menganjurkan memperbanyak istigfar sebagai jalan memohon ampunan sekaligus membuka pintu kemudahan. Allah SWT berfirman dalam Surah Nuh ayat 10–12 bahwa istigfar menjadi sebab turunnya ampunan, rezeki, dan berbagai nikmat dari Allah.

Tawakal bukan berarti menyerah tanpa usaha. Rasulullah SAW mengajarkan agar seorang Muslim tetap bekerja, bermusyawarah, memperbaiki hubungan dengan sesama, lalu menyerahkan hasilnya kepada Allah dengan penuh keyakinan.

Kapan Doa Ini Sebaiknya Dibaca?

Tidak ada waktu khusus yang membatasi doa ketika menghadapi masalah berat. Namun, Rasulullah SAW menganjurkan memperbanyak doa pada waktu-waktu mustajab, seperti sepertiga malam terakhir, saat sujud dalam shalat, di antara adzan dan iqamah, serta setelah menunaikan shalat fardhu.

Menghadapi masalah berat memang tidak mudah, tetapi Al-Qur'an dan sunnah mengajarkan bahwa ketenangan hati berawal dari mengingat Allah. Dengan mengamalkan doa-doa sahih, memperbanyak istigfar, dan terus berikhtiar, seorang Muslim dapat menjalani setiap ujian dengan harapan bahwa pertolongan Allah selalu lebih dekat daripada yang disangka.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar