Editor
KOMPAS.com - Shalat Subuh merupakan shalat fardu yang dikerjakan sebanyak dua rakaat pada waktu pagi sebelum matahari terbit.
Bagi umat Islam yang hendak menunaikannya, berikut bacaan niat shalat Subuh sendiri maupun berjamaah sebagai imam atau makmum lengkap dengan tulisan Arab, latin, dan artinya.
Baca juga: Niat Sholat Qobliyah Subuh 2 Rakaat: Arab, Latin, Arti, dan Tata Caranya
Shalat Subuh ditunaikan dalam dua rakaat. Waktu pelaksanaannya dimulai sejak terbitnya fajar shadiq hingga terbitnya matahari.
Niat shalat Subuh menjadi salah satu bagian penting sebelum menunaikan ibadah tersebut.
Bacaan niatnya berbeda sesuai dengan posisi seseorang ketika melaksanakan shalat, yakni sendiri, sebagai imam, atau sebagai makmum.
Baca juga: Sedekah Subuh Setelah Shalat atau Sebelum Azan, Mana Lebih Utama?
Berikut bacaan niat shalat Subuh yang dapat diamalkan sesuai dengan pelaksanaan shalat.
Bagi seseorang yang mengerjakan shalat Subuh seorang diri, berikut bacaan niatnya:
اُصَلِّى فَرْضَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً ِللهِ تَعَالَى
Lafal niatnya: Usholli fardhol subhi rok'ataini mustaqbilal qiblati adaa-an Lillaahi Ta'aalaa.
Artinya: Saya berniat shalat fardu subuh dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta'ala.
Niat tersebut digunakan ketika seseorang melaksanakan shalat Subuh sendiri atau tidak mengikuti shalat berjamaah sebagai imam maupun makmum.
Dalam pelaksanaannya, shalat Subuh tetap terdiri dari dua rakaat dengan menghadap kiblat. Niat ditujukan untuk melaksanakan shalat fardu Subuh karena Allah Ta'ala.
Seseorang yang memimpin shalat Subuh berjamaah berniat sebagai imam. Berikut bacaan niat shalat Subuh untuk imam:
اُصَلِّى فَرْضَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً اِمَامًا ِللهِ تَعَالَى
Lafal niatnya: Usholli fardhol subhi rok'ataini mustaqbilal qiblati adaa-an Imaaman Lillaahi Ta'aalaa.
Artinya: Saya berniat shalat fardu subuh dua rakaat menghadap kiblat sebagai Imam karena Allah Ta'ala.
Bacaan tersebut digunakan oleh orang yang menjadi pemimpin dalam shalat Subuh berjamaah. Kata Imaaman menunjukkan posisi sebagai imam dalam pelaksanaan shalat.
Sementara itu, orang yang mengikuti imam dalam shalat Subuh berjamaah berniat sebagai makmum. Berikut bacaannya:
اُصَلِّى فَرْضَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى
Lafal niatnya: Usholli fardhol subhi rok'ataini mustaqbilal qiblati adaa-an Ma'muuman Lillaahi Ta'aalaa.
Artinya: Saya berniat shalat fardu subuh dua rakaat menghadap kiblat sebagai Ma'mum karena Allah Ta'ala.
Kata Ma'muuman menunjukkan bahwa orang tersebut melaksanakan shalat dengan mengikuti imam.
Secara umum, ketiga bacaan niat tersebut sama-sama menyebutkan pelaksanaan shalat fardu Subuh sebanyak dua rakaat dan menghadap kiblat karena Allah Ta'ala.
Perbedaannya terdapat pada bagian yang menunjukkan posisi dalam shalat berjamaah.
Orang yang shalat sendiri menggunakan niat tanpa keterangan sebagai imam atau makmum, sedangkan imam menggunakan lafaz Imaaman dan makmum menggunakan lafaz Ma'muuman.
Memahami perbedaan tersebut dapat membantu umat Islam memilih bacaan niat sesuai dengan kondisi pelaksanaan shalat Subuh.
Jika shalat dilakukan sendiri, gunakan niat shalat Subuh sendiri, sedangkan ketika berjamaah sesuaikan dengan posisi sebagai imam atau makmum.
Shalat Subuh memiliki waktu pelaksanaan yang dimulai sejak terbitnya fajar shadiq hingga matahari terbit.
Karena waktunya berlangsung pada pagi hari dan berakhir ketika matahari terbit, umat Islam perlu memperhatikan waktu Subuh di wilayah masing-masing.
Shalat Subuh dikerjakan sebanyak dua rakaat. Pelaksanaan shalat dapat dilakukan sendiri maupun secara berjamaah di masjid, mushala, atau tempat lain yang memenuhi ketentuan untuk melaksanakan shalat.
Sehingga, niat shalat Subuh disesuaikan dengan cara pelaksanaannya, baik sendiri maupun berjamaah.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.