Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Surah Maryam Ayat 4–6, Doa Nabi Zakaria dan Kesabaran dalam Penantian

Kompas.com, 28 Oktober 2026, 18:31 WIB
Puji Sri Rahayu,
Reni Susanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Surah Maryam ayat 4–6 mengabadikan doa Nabi Zakaria AS ketika usianya telah lanjut dan istrinya belum dapat memiliki keturunan.

Dalam kondisi tersebut, ia tetap memohon kepada Allah SWT agar dianugerahi seorang anak yang diridai-Nya.

Doa ini mengajarkan bahwa penantian tidak harus berakhir dengan keputusasaan.

Nabi Zakaria mengakui kelemahannya, menyampaikan kekhawatirannya, sekaligus mempertahankan harapan kepada Allah.

Kisah tersebut relevan bagi siapa pun yang sedang menunggu jawaban atas doa atau menghadapi keadaan yang terasa sulit.

Surah Maryam Ayat 4–6 dan Doa Nabi Zakaria

Allah berfirman dalam Surah Maryam ayat 4–6:

قَالَ رَبِّ إِنِّي وَهَنَ الْعَظْمُ مِنِّي وَاشْتَعَلَ الرَّأْسُ شَيْبًا وَلَمْ أَكُنْ بِدُعَائِكَ رَبِّ شَقِيًّا ۝٤

وَإِنِّي خِفْتُ الْمَوَالِيَ مِنْ وَرَائِي وَكَانَتِ امْرَأَتِي عَاقِرًا فَهَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ وَلِيًّا ۝٥

يَرِثُنِي وَيَرِثُ مِنْ آلِ يَعْقُوبَ وَاجْعَلْهُ رَبِّ رَضِيًّا ۝٦

Qāla rabbi innī wahanal-‘aẓmu minnī wasyta‘alar-ra’su syaiban wa lam akun bidu‘ā’ika rabbi syaqiyyā. Wa innī khiftul-mawāliya min warā’ī wa kānat imra’atī ‘āqiran fa hab lī min ladunka waliyyā. Yariṡunī wa yariṡu min āli Ya‘qūba waj‘alhu rabbi raḍiyyā.

Baca juga: Bolehkah Menangisi Orang yang Sudah Meninggal? Ini Penjelasan Islam

Artinya: “Dia (Zakaria) berkata, ‘Wahai Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah, kepalaku telah dipenuhi uban, dan aku tidak pernah kecewa dalam berdoa kepada-Mu, wahai Tuhanku. Sesungguhnya aku khawatir terhadap keluargaku sepeninggalku, sedangkan istriku adalah seorang yang mandul. Anugerahilah aku seorang anak dari sisi-Mu, yang akan mewarisi aku dan keluarga Ya‘qub serta jadikanlah dia, wahai Tuhanku, seorang yang diridai.’” (QS Maryam: 4–6).

Mengakui Kelemahan Bukan Berarti Berputus Asa

Pada ayat keempat, Nabi Zakaria menggambarkan tulangnya yang melemah dan rambutnya yang memutih.

Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI menjelaskan bahwa gambaran tersebut menunjukkan usianya yang telah lanjut.

Namun, ia tetap mengingat pengalaman berdoa kepada Allah tanpa kehilangan harapan.

Baca juga: Terjebak Mendung Tanpa Tempat Berteduh, Bolehkah Berdoa agar Hujan Ditunda?

Sikap tersebut memperlihatkan bahwa mengakui keterbatasan bukan berarti menyerah.

Seseorang dapat menyadari sulitnya keadaan sekaligus tetap berdoa dan mencari jalan keluar.

Dalam kehidupan sehari-hari, kejujuran mengakui kesulitan dapat berjalan bersama keyakinan dan ikhtiar.

Kekhawatiran Nabi Zakaria terhadap Keturunannya

Ayat kelima menjelaskan kekhawatiran Nabi Zakaria terhadap keluarganya setelah ia meninggal dunia.

Ia juga menyebut keadaan istrinya yang mandul sebelum memohon seorang anak dari sisi Allah.

Permohonan tersebut tidak sekadar menunjukkan keinginan memiliki keturunan. Nabi Zakaria juga memikirkan keberlanjutan tanggung jawab yang ditinggalkannya.

Tafsir As-Sa’di atas Surah Maryam ayat 4–6 menjelaskan bahwa pewarisan yang dimaksud berkaitan dengan urusan agama, kenabian, ilmu, dan amal.

Baca juga: Memaknai Sumpah Pemuda, Kuasai Teknologi Tanpa Meninggalkan Adab

Memohon Anak yang Diridai Allah

Pada ayat keenam, Nabi Zakaria memohon agar anak yang dianugerahkan kepadanya menjadi pribadi yang diridai Allah.

Dengan demikian, doanya tidak berhenti pada kehadiran seorang anak, tetapi juga mencakup kualitas diri dan kebaikan yang diharapkan darinya.

Penjelasan tersebut mengingatkan bahwa permohonan kepada Allah dapat diarahkan pada sesuatu yang membawa manfaat lebih luas.

Dalam memohon keturunan, misalnya, seseorang dapat meminta agar anaknya tumbuh dengan akhlak baik, taat kepada Allah, dan bermanfaat bagi sesama.

Kesabaran dalam Penantian Menurut Kisah Nabi Zakaria

Kisah Nabi Zakaria memperlihatkan bahwa penantian dapat berjalan bersama doa dan keyakinan.

Ia tidak menutupi kenyataan bahwa usianya telah lanjut dan istrinya mandul, tetapi keadaan tersebut tidak menghentikannya untuk memohon kepada Allah.

Baca juga: Lupa Menambah Rakaat Shalat, Apa yang Harus Dilakukan?

Kesabaran bukan berarti seseorang harus memendam kesedihan atau berhenti mencari jalan keluar.

Kesabaran dapat diwujudkan dengan tetap menjalankan ikhtiar yang memungkinkan, menjaga harapan, dan menghadapi ketidakpastian tanpa kehilangan arah.

Mengamalkan Doa Nabi Zakaria dalam Kehidupan

Doa dalam Surah Maryam ayat 4–6 dapat menjadi pengingat bagi orang yang sedang menantikan keturunan, pekerjaan, kesembuhan, atau jalan keluar dari persoalan hidup.

Namun, kisah ini tidak menjanjikan bahwa setiap permohonan akan terwujud dalam bentuk dan waktu yang sama.

Seseorang dapat membaca ayat tersebut sambil memahami maknanya, menyampaikan kebutuhan kepada Allah, dan tetap melakukan ikhtiar yang sesuai.

Pada akhirnya, kesabaran bukan sekadar menunggu hasil, melainkan menjaga keteguhan hati selama menjalani proses.

Doa Nabi Zakaria mengajarkan umat Islam untuk memohon dengan rendah hati, berharap pada rahmat Allah, dan tetap berusaha tanpa memastikan sendiri kapan jawaban akan datang.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Hukum “Saweran” untuk Streamer Menurut Islam, Ini Penjelasan Muhammadiyah
Hukum “Saweran” untuk Streamer Menurut Islam, Ini Penjelasan Muhammadiyah
Aktual
4 Perbuatan yang Mendatangkan Laknat Allah Menurut Hadis, Muslim Wajib Menghindari
4 Perbuatan yang Mendatangkan Laknat Allah Menurut Hadis, Muslim Wajib Menghindari
Aktual
Manajemen Marah dalam Hadis Nabi, Ini 4 Cara Mengendalikan Emosi
Manajemen Marah dalam Hadis Nabi, Ini 4 Cara Mengendalikan Emosi
Aktual
Surah Maryam Ayat 4–6, Doa Nabi Zakaria dan Kesabaran dalam Penantian
Surah Maryam Ayat 4–6, Doa Nabi Zakaria dan Kesabaran dalam Penantian
Doa dan Niat
Cara Cek Daftar Jemaah Berhak Lunas Haji 2027 secara Online di Laman haji.go.id
Cara Cek Daftar Jemaah Berhak Lunas Haji 2027 secara Online di Laman haji.go.id
Aktual
Cerita Travel Haji dan Umrah Hadapi Ketidakpastian Ekonomi dan Geopolitik
Cerita Travel Haji dan Umrah Hadapi Ketidakpastian Ekonomi dan Geopolitik
Aktual
Jadwal Haji 2027: Pemberangkatan, Wukuf, hingga Kepulangan
Jadwal Haji 2027: Pemberangkatan, Wukuf, hingga Kepulangan
Aktual
5 Amalan Ringan Berpahala Besar yang Bisa Dibiasakan Setiap Hari
5 Amalan Ringan Berpahala Besar yang Bisa Dibiasakan Setiap Hari
Aktual
Bolehkah Menangisi Orang yang Sudah Meninggal? Ini Penjelasan Islam
Bolehkah Menangisi Orang yang Sudah Meninggal? Ini Penjelasan Islam
Aktual
Terjebak Mendung Tanpa Tempat Berteduh, Bolehkah Berdoa agar Hujan Ditunda?
Terjebak Mendung Tanpa Tempat Berteduh, Bolehkah Berdoa agar Hujan Ditunda?
Aktual
Memaknai Sumpah Pemuda, Kuasai Teknologi Tanpa Meninggalkan Adab
Memaknai Sumpah Pemuda, Kuasai Teknologi Tanpa Meninggalkan Adab
Aktual
Lupa Menambah Rakaat Shalat, Apa yang Harus Dilakukan?
Lupa Menambah Rakaat Shalat, Apa yang Harus Dilakukan?
Aktual
Jenguk Gus Yaqut, Ketum GP Ansor: Bukan Intervensi, Beri Dukungan Moral
Jenguk Gus Yaqut, Ketum GP Ansor: Bukan Intervensi, Beri Dukungan Moral
Aktual
GP Ansor Apresiasi Polri Ungkap 10,5 Ton Narkoba, Desak Sindikat Asing Dibongkar
GP Ansor Apresiasi Polri Ungkap 10,5 Ton Narkoba, Desak Sindikat Asing Dibongkar
Aktual
Daftar Jemaah Berhak Lunas Haji 2027 Diumumkan, Ini Cara Mengeceknya
Daftar Jemaah Berhak Lunas Haji 2027 Diumumkan, Ini Cara Mengeceknya
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar