Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tata Cara Shalat Istisqa Lengkap: Niat, Bacaan Arab, Doa Memohon Hujan

Kompas.com, 2 Juli 2026, 11:05 WIB
Farid Assifa

Editor

Sumber Kemenag

KOMPAS.com – Kemarau panjang yang menyebabkan kekeringan, krisis air bersih, hingga gagal panen merupakan ujian yang kerap dihadapi masyarakat. Dalam Islam, kondisi seperti ini tidak hanya disikapi dengan ikhtiar lahiriah, tetapi juga ikhtiar batin melalui doa dan ibadah.

Salah satu ibadah yang disyariatkan Rasulullah SAW ketika hujan tak kunjung turun adalah Shalat Istisqa, yaitu shalat sunnah untuk memohon kepada Allah SWT agar menurunkan hujan yang membawa rahmat dan keberkahan.

Menurut Kementerian Agama RI, Shalat Istisqa merupakan sunnah muakkadah atau sunnah yang sangat dianjurkan ketika suatu wilayah mengalami kekeringan dan masyarakat sangat membutuhkan air.

Baca juga: Niat Shalat Istisqa untuk Meminta Hujan, Lengkap dengan Tata Cara dan Khutbahnya

Apa Itu Shalat Istisqa?

Kata istisqa (الاستسقاء) berasal dari bahasa Arab yang berarti meminta hujan atau memohon turunnya air.

Menurut Imam An-Nawawi dalam Al-Majmu' Syarh al-Muhadzdzab, Shalat Istisqa disunnahkan ketika masyarakat mengalami kekeringan, sungai mengering, tanaman rusak, dan persediaan air menipis.

Dalil pelaksanaan shalat ini di antaranya terdapat dalam hadis riwayat Imam Al-Bukhari dan Muslim, yang menceritakan Rasulullah SAW keluar menuju tanah lapang untuk memohon hujan kepada Allah SWT.

Persiapan Sebelum Shalat Istisqa

Dikutip dari Kementerian Agama RI dan pendapat para ulama fikih, sebelum melaksanakan Shalat Istisqa masyarakat dianjurkan melakukan beberapa amalan berikut:

  • Bertaubat dari segala dosa.
  • Memperbanyak istighfar.
  • Memperbanyak sedekah.
  • Menyelesaikan berbagai bentuk kezaliman.
  • Mempererat silaturahmi.
  • Berpuasa selama tiga hari sebelum pelaksanaan shalat (menurut sebagian ulama).
  • Mengajak anak-anak, orang tua, dan kaum lemah ikut hadir sebagai bentuk tawadhu kepada Allah SWT.

Jemaah juga dianjurkan mengenakan pakaian sederhana sebagai simbol kerendahan hati di hadapan Allah.

Niat Shalat Istisqa

Niat dilakukan bersamaan dengan takbiratul ihram.

Arab

أُصَلِّي سُنَّةَ الاسْتِسْقَاءِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

Latin

Ushallī sunnatal-istisqā'i rak'ataini lillāhi ta'ālā.

Artinya

"Aku berniat melaksanakan shalat sunnah Istisqa dua rakaat karena Allah Ta'ala."

Apabila menjadi imam atau makmum dapat ditambahkan lafaz:

  • إِمَامًا (imāman)
  • مَأْمُومًا (ma'mūman)

Tata Cara Shalat Istisqa

Menurut Kementerian Agama RI, tata cara Shalat Istisqa hampir sama dengan Shalat Id.
Pelaksanaannya terdiri atas dua rakaat tanpa azan dan iqamah.

Rakaat Pertama

  • Takbiratul ihram.
  • Membaca doa iftitah.
  • Takbir sebanyak 7 kali.
  • Membaca Surat Al-Fatihah.
  • Dianjurkan membaca Surat Al-A'la.
  • Rukuk.
  • I'tidal.
  • Sujud dua kali.
  • Berdiri untuk rakaat kedua.

Rakaat Kedua

Takbir sebanyak 5 kali.
Membaca Surat Al-Fatihah.
Dianjurkan membaca Surat Al-Ghasyiyah.
Rukuk.
I'tidal.
Sujud dua kali.
Tasyahud.
Salam.

Khutbah Shalat Istisqa

Setelah shalat selesai, imam menyampaikan dua khutbah sebagaimana Shalat Id.
Perbedaannya, pembukaan khutbah menggunakan istighfar, bukan takbir.

Khutbah pertama dianjurkan diawali dengan membaca istighfar sebanyak sembilan kali, sedangkan khutbah kedua sebanyak tujuh kali.

Pada bagian akhir khutbah kedua, imam menghadap kiblat sambil mengangkat tangan berdoa memohon hujan.

Menurut hadis riwayat Imam Al-Bukhari, Rasulullah SAW juga membalikkan selendang (rida') ketika berdoa. Tradisi ini dimaknai sebagai simbol harapan agar Allah mengubah keadaan dari kekeringan menjadi turunnya hujan.

Jemaah yang mengenakan selendang juga dianjurkan melakukan hal yang sama.

Doa Memohon Hujan

Salah satu doa yang diajarkan Rasulullah SAW adalah:

Arab

اللَّهُمَّ اسْقِنَا غَيْثًا مُغِيثًا هَنِيئًا مَرِيئًا غَدَقًا مُجَلَّلًا طَبَقًا سَحًّا دَائِمًا

Latin

Allāhummasqinā ghaitsan mughītsan hanī'an marī'an ghadaqan mujallalan thabaqan sahhan dā'iman.

Artinya

"Ya Allah, turunkanlah kepada kami hujan yang membawa pertolongan, menyenangkan, menyehatkan, lebat, merata, melimpah, dan terus-menerus membawa manfaat."
Doa lain yang sangat dianjurkan adalah memperbanyak istighfar.

Allah SWT berfirman dalam Surah Nuh ayat 10-12:

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا ۝ يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا ۝ وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا

Artinya:

"Maka aku berkata kepada mereka, mohonlah ampun kepada Tuhanmu. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu, memperbanyak harta dan anak-anakmu, mengadakan kebun-kebun untukmu, serta mengadakan sungai-sungai untukmu." (QS. Nuh: 10-12).

Hikmah Shalat Istisqa

Menurut para ulama, Shalat Istisqa bukan sekadar memohon turunnya hujan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperbaiki hubungan manusia dengan Allah SWT.

Baca juga: El Nino Diprediksi Menguat, Arab Saudi Hadapi Suhu Lebih Panas dan Peningkatan Risiko Hujan

Ibadah ini mengajarkan bahwa segala nikmat, termasuk air yang menopang kehidupan, berasal dari Allah. Karena itu, ketika menghadapi kekeringan, umat Islam dianjurkan memperbanyak taubat, memperbaiki akhlak, mempererat persaudaraan, dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama.

Melalui Shalat Istisqa, umat Islam diajak menyadari bahwa solusi atas berbagai persoalan bukan hanya melalui usaha lahiriah, tetapi juga dengan memperkuat ikhtiar spiritual melalui doa dan ketundukan kepada Allah SWT.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Kemenpar Kembangkan 15 Provinsi sebagai Destinasi Wisata Ramah Muslim, Ini Daftarnya
Kemenpar Kembangkan 15 Provinsi sebagai Destinasi Wisata Ramah Muslim, Ini Daftarnya
Aktual
Menhaj: Presiden Prabowo Tak Akan Campuri Pemilihan Ketua PBNU di Muktamar NU 2026
Menhaj: Presiden Prabowo Tak Akan Campuri Pemilihan Ketua PBNU di Muktamar NU 2026
Aktual
Menhaj Kaji Bandara Dhoho Kediri Jadi Embarkasi Haji untuk Kurangi Kepadatan di Juanda
Menhaj Kaji Bandara Dhoho Kediri Jadi Embarkasi Haji untuk Kurangi Kepadatan di Juanda
Aktual
Persiapan Penyelenggaraan Haji 2027 Fokus pada Layanan Kesehatan
Persiapan Penyelenggaraan Haji 2027 Fokus pada Layanan Kesehatan
Aktual
Dugaan Penipuan Berkedok Fatwa Halal MUI Terkait Kripto Dilaporkan ke Polisi, Kerugian Capai Rp 1,8 Miliar
Dugaan Penipuan Berkedok Fatwa Halal MUI Terkait Kripto Dilaporkan ke Polisi, Kerugian Capai Rp 1,8 Miliar
Aktual
Gelombang Panas Melanda UEA, Suhu Diprediksi Tembus 46 Derajat Celsius
Gelombang Panas Melanda UEA, Suhu Diprediksi Tembus 46 Derajat Celsius
Aktual
Tata Cara Shalat Istisqa Lengkap: Niat, Bacaan Arab, Doa Memohon Hujan
Tata Cara Shalat Istisqa Lengkap: Niat, Bacaan Arab, Doa Memohon Hujan
Doa dan Niat
Jangan Lewatkan! 15-16 Juli 2026 Waktu Terbaik Luruskan Arah Kiblat, Begini Caranya
Jangan Lewatkan! 15-16 Juli 2026 Waktu Terbaik Luruskan Arah Kiblat, Begini Caranya
Aktual
Dua Gereja Katolik Terbesar di Dubai Dibuka Penuh, Umat Bisa Beribadah
Dua Gereja Katolik Terbesar di Dubai Dibuka Penuh, Umat Bisa Beribadah
Aktual
Arab Saudi Negara G20 Paling Aman, Warga Merasa Aman Berjalan Sendirian di Malam Hari
Arab Saudi Negara G20 Paling Aman, Warga Merasa Aman Berjalan Sendirian di Malam Hari
Aktual
Banyuwangi Merawat Tradisi: Selamatan Kampung, Warga Bertukar Makanan dan Doa
Banyuwangi Merawat Tradisi: Selamatan Kampung, Warga Bertukar Makanan dan Doa
Aktual
Angka Kematian Jemaah Haji Turun 20 Persen, Kemenhaj Fokus Perketat Layanan Kesehatan pada Haji 2027
Angka Kematian Jemaah Haji Turun 20 Persen, Kemenhaj Fokus Perketat Layanan Kesehatan pada Haji 2027
Aktual
Jamu Herbal Tradisional Belum Tentu Halal, Ini Titik Kritis yang Perlu Dicermati
Jamu Herbal Tradisional Belum Tentu Halal, Ini Titik Kritis yang Perlu Dicermati
Aktual
Perkebunan Mangga di Arab Saudi Gunakan AI untuk Dorong Produktivitas
Perkebunan Mangga di Arab Saudi Gunakan AI untuk Dorong Produktivitas
Aktual
Kementerian Kebudayaan Perkuat Kolaborasi Pemajuan Budaya Islam
Kementerian Kebudayaan Perkuat Kolaborasi Pemajuan Budaya Islam
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar