Editor
KOMPAS.com - Masya Allah dan Subhanallah merupakan dua kalimat zikir sering diucapkan umat Islam, bahkan digunakan sebagai caption di media sosial.
Meski sering diucapkan dalam kehidupan sehari-hari, masih banyak yang belum memahami perbedaan makna maupun konteks penggunaan kedua ungkapan tersebut.
Padahal, Masya Allah dan Subhanallah memiliki arti yang berbeda sehingga penggunaannya pun disesuaikan dengan kondisi yang dihadapi.
Baca juga: Masya Allah Arti, Hikmah, dan Ketika Sebaiknya Diucapkan
Lalu, apa arti Masya Allah dan Subhanallah, serta kapan waktu yang tepat untuk mengucapkannya?
Dilansir dari Antara, berikut penjelasan singkat arti dari Masya Allah dan Subhanallah, mulai dari tulisan Arab, arti, serta waktu yang tepat mengucapkannya.
Baca juga: Ucapan Masyaallah Tabarakallah: Penggunaan dan Keutamaannya
Tulisan Arab dan arti Masya Allah adalah sebagai berikut:
ما شاء الله
Dalam bahasa Arab, Masya Allah berarti "Allah telah menghendaki hal tersebut".
Kalimat ini digunakan sebagai ungkapan kekaguman seorang Muslim terhadap seseorang, suatu peristiwa, atau sesuatu yang indah dengan menyadari bahwa semua itu terjadi atas kehendak Allah SWT.
Beberapa kondisi yang tepat untuk mengucapkan Masya Allah antara lain:
Tulisan Arab dan arti Subhanallah adalah sebagai berikut:
سُبْحَانَ اللّهُ
Subhanallah berasal dari bahasa Arab yang berarti "Maha Suci Allah."
Kalimat ini lazim dibaca sebagai zikir setelah salat fardu, tetapi juga sering diucapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Penggunaan Subhanallah lebih tepat ketika seseorang melihat atau mendengar sesuatu yang tidak baik, tidak pantas, atau menimbulkan keheranan.
Ada beberapa kondisi yang tepat untuk mengucapkan Subhanallah, yaitu:
1. Saat Heran terhadap Sikap Seseorang
Ucapan ini dapat dilafalkan ketika merasa heran terhadap perilaku seseorang, misalnya karena sikap yang dinilai sangat aneh, terlalu kaku, atau tindakan lain yang mengundang keheranan.
2. Saat Menyaksikan Peristiwa yang Mengherankan
Ummu Salamah RA meriwayatkan bahwa pada suatu malam Rasulullah SAW terbangun dari tidurnya karena merasa heran terhadap sesuatu yang turun dari langit, lalu bersabda:
“Subhanallah, betapa banyak fitnah yang turun di malam ini.” (HR Bukhari)
Berdasarkan penjelasan tersebut, Subhanallah diucapkan ketika seseorang melihat atau mendengar sesuatu yang tidak pantas, mengherankan, atau berkonotasi negatif sebagai bentuk penyucian kepada Allah SWT.
Sementara itu, Masya Allah digunakan sebagai ungkapan rasa kagum, apresiasi, sekaligus pengingat bahwa segala sesuatu yang baik dan indah terjadi semata-mata atas kehendak Allah SWT.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang