KOMPAS.com - Ketika hati diliputi kegelisahan, Islam mengajarkan sejumlah amalan yang dapat dilakukan untuk memperoleh ketenangan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Al-Qur’an dan hadis sahih menegaskan bahwa ketenteraman hati tidak hanya diperoleh melalui ikhtiar menyelesaikan masalah, tetapi juga melalui zikir, shalat, doa, dan membaca Al-Qur’an.
Amalan-amalan ini dapat diamalkan kapan saja, terutama ketika seseorang merasa cemas, sedih, kehilangan harapan, atau menghadapi tekanan hidup. Berikut beberapa amalan yang diajarkan dalam Al-Qur’an dan sunnah.
Amalan pertama yang dianjurkan adalah memperbanyak mengingat Allah. Al-Qur’an menyebut zikir sebagai jalan menuju ketenangan hati.
الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
Alladzīna āmanū wa tathma’innu qulūbuhum bi dzikrillāh, alā bi dzikrillāhi tathma’innul qulūb.
Artinya: “(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS Ar-Ra’d: 28)
Baca juga: Jangan Hanya Berdoa, Ini 3 Cara Menjemput Rezeki
Ayat ini menunjukkan bahwa zikir bukan sekadar bacaan lisan, tetapi sarana menghadirkan ketenangan batin ketika seseorang menghadapi berbagai persoalan hidup.
Saat hati gelisah, seorang Muslim dianjurkan segera kembali kepada shalat. Allah SWT berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
Yā ayyuhalladzīna āmanū ista‘īnū bish-shabri wash-shalāh, innallāha ma‘ash-shābirīn.
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan shalat. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS Al-Baqarah: 153)
Shalat menjadi ruang seorang hamba untuk mengadu kepada Allah. Karena itu, ketika menghadapi tekanan atau kebingungan, memperbanyak shalat sunnah maupun menjaga shalat fardhu tepat waktu merupakan amalan yang sangat dianjurkan.
Baca juga: Ghibah di Media Sosial, Apa Hukumnya dalam Islam?
Doa Nabi Yunus AS merupakan salah satu doa yang paling sering diamalkan ketika seseorang berada dalam kesulitan.
لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
Lā ilāha illā anta subḥānaka innī kuntu minaẓ-ẓālimīn.
Artinya: “Tidak ada tuhan selain Engkau. Mahasuci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim.” (QS Al-Anbiya: 87)
Rasulullah SAW bersabda:
دَعْوَةُ ذِي النُّونِ إِذْ دَعَا وَهُوَ فِي بَطْنِ الْحُوتِ: لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ، فَإِنَّهُ لَمْ يَدْعُ بِهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ فِي شَيْءٍ قَطُّ إِلَّا اسْتَجَابَ اللَّهُ لَهُ
Da‘watu Dzīn-Nūni idz da‘ā wa huwa fī baṭnil-ḥūt: Lā ilāha illā anta subḥānaka innī kuntu minaẓ-ẓālimīn, fa innahu lam yad‘u bihā rajulun muslimun fī syai’in qaṭṭu illastajāballāhu lah.
Artinya: “Doa Dzun Nun ketika berada dalam perut ikan… tidaklah seorang Muslim berdoa dengannya dalam suatu perkara melainkan Allah akan mengabulkannya.” (Jami’ at-Tirmidzi No. 3505)
Baca juga: Kemenhaj Umumkan Peserta CAT PPIH Haji 2027 Gelombang 2: Cek Namamu!
Doa ini mengajarkan kerendahan hati sekaligus pengakuan bahwa pertolongan sejati hanya datang dari Allah SWT.
Al-Qur’an tidak hanya menjadi petunjuk hidup, tetapi juga obat bagi hati yang gelisah. Allah SWT berfirman:
وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ
Wa nunazzilu minal-Qur’āni mā huwa syifā’un wa raḥmatul lil-mu’minīn.
Artinya: “Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an sesuatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS Al-Isra: 82)
Membaca, mentadabburi, dan memahami makna ayat-ayat Al-Qur’an menjadi salah satu amalan yang dapat membantu menenangkan pikiran sekaligus menguatkan keimanan.
Baca juga: Apakah Sound Horeg Haram? Ini Fatwa MUI, Dalil, dan Batas Penggunaannya
Istigfar merupakan amalan sederhana yang memiliki keutamaan besar. Allah SWT mengabadikan ucapan Nabi Nuh AS kepada kaumnya:
فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا
Faqultustaghfirū rabbakum innahū kāna ghaffārā.
Artinya: “Maka aku berkata, ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu. Sungguh, Dia Maha Pengampun.’” (QS Nuh: 10)
Dalam ayat berikutnya, Allah menjelaskan bahwa istigfar menjadi sebab datangnya rahmat, rezeki, dan berbagai keberkahan. Karena itu, memperbanyak istigfar dianjurkan ketika seseorang merasa sempit atau terbebani oleh persoalan hidup.
Rasulullah SAW menegaskan pentingnya membiasakan zikir dalam kehidupan sehari-hari. Beliau bersabda:
مَثَلُ الَّذِي يَذْكُرُ رَبَّهُ وَالَّذِي لَا يَذْكُرُ رَبَّهُ مَثَلُ الْحَيِّ وَالْمَيِّتِ
Matsalul ladzī yadzkuru rabbahu walladzī lā yadzkuru rabbahu matsalul ḥayyi wal mayyit.
Artinya: “Perumpamaan orang yang mengingat Tuhannya dengan orang yang tidak mengingat Tuhannya adalah seperti orang yang hidup dan orang yang mati.” (Sahih al-Bukhari No. 6407)
Hadis ini menunjukkan bahwa zikir merupakan sumber kehidupan spiritual. Membiasakan zikir pagi dan petang membantu menjaga hati agar tetap tenang di tengah berbagai aktivitas dan tekanan sehari-hari.
Kegelisahan merupakan bagian dari ujian kehidupan manusia. Namun, Islam mengajarkan bahwa hati yang dekat dengan Allah akan lebih mudah menemukan ketenteraman. Zikir, shalat, membaca Al-Qur’an, istigfar, dan doa bukan hanya diamalkan ketika sedang mengalami masalah, tetapi menjadi kebiasaan yang dijaga secara istiqamah.
Dengan terus mendekat kepada Allah SWT, seorang Muslim tidak hanya memperoleh ketenangan hati, tetapi juga kekuatan untuk menghadapi setiap ujian dengan sabar dan penuh harapan.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.