Editor
KOMPAS.com – Sebelum menyalakan mesin mobil dan mulai melaju, banyak orang terbiasa mengecek bahan bakar, rute di aplikasi peta, hingga kondisi kendaraan.
Semua persiapan itu memang penting, namun ada satu bekal yang kerap terlupakan, yakni membaca doa sebelum bepergian.
Dalam ajaran Islam, setiap perjalanan dianjurkan diawali dengan mengingat Allah SWT.
Meski pada masa Rasulullah SAW kendaraan yang digunakan adalah unta, pesan yang terkandung dalam doa bepergian tetap relevan untuk berbagai moda transportasi modern, termasuk mobil yang kini menjadi kendaraan utama masyarakat.
Doa ini bukan sekadar bacaan rutin, tetapi juga menjadi bentuk pengakuan bahwa seluruh sarana transportasi adalah nikmat dari Allah SWT.
Baca juga: Doa Naik Kendaraan Laut Lengkap Arab, Latin, Arti, dan Keutamaannya
Tanpa pertolongan-Nya, manusia tidak akan mampu mengendalikan ataupun memanfaatkan kendaraan yang dimilikinya.
Sebelum membaca doa bepergian, Rasulullah SAW terlebih dahulu bertakbir sebanyak tiga kali:
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar.
Setelah itu, beliau membaca doa yang diriwayatkan dalam Shahih Muslim dari Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma.
Berikut teks doa bepergian yang lengkap sesuai riwayat dalam Shahih Muslim:
سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَىٰ رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ اللّٰهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِي سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَىٰ، وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَىٰ، اللّٰهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا، وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ، اللّٰهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ، وَالْخَلِيفَةُ فِي الْأَهْلِ، اللّٰهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ
السَّفَرِ، وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ، وَسُوءِ الْمُنْقَلَبِ فِي الْمَالِ وَالْأَهْلِ.
Artinya:
"Mahasuci Allah yang telah menundukkan kendaraan ini untuk kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya. Dan sesungguhnya kepada Tuhan kamilah kami akan kembali. Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu dalam perjalanan kami ini kebaikan, ketakwaan, dan amal yang Engkau ridhai. Ya Allah, mudahkanlah perjalanan kami ini dan dekatkanlah bagi kami jaraknya. Ya Allah, Engkaulah teman dalam perjalanan dan penjaga keluarga yang kami tinggalkan. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari beratnya perjalanan, pemandangan yang menyedihkan, serta kepulangan yang buruk terhadap harta dan keluarga."
Dalam doa tersebut, seorang muslim memohon agar perjalanan dipenuhi kebaikan dan ketakwaan, dimudahkan segala urusannya, dijauhkan dari kesulitan, serta diberikan perlindungan bagi keluarga yang ditinggalkan di rumah.
Salah satu bagian doa yang memiliki makna mendalam adalah kalimat:
"Allahumma hawwin 'alaina safarana hadza."
Artinya, "Ya Allah, mudahkanlah perjalanan kami ini."
Permohonan ini menjadi pengingat bahwa perjalanan, sekalipun telah direncanakan dengan matang, tetap berada dalam kuasa Allah SWT.
Kemacetan, cuaca buruk, kerusakan kendaraan, hingga kecelakaan adalah hal-hal yang tidak sepenuhnya dapat diprediksi manusia.
Tak hanya memohon kemudahan, doa tersebut juga berisi permintaan perlindungan dari berbagai kesulitan selama perjalanan.
Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk berlindung dari beratnya perjalanan, pemandangan yang menyedihkan, serta kepulangan yang buruk terhadap harta maupun keluarga.
Makna lainnya yang tak kalah penting adalah ketenangan batin bagi orang yang meninggalkan rumah.
Dalam doa tersebut terdapat pengakuan bahwa Allah SWT adalah sebaik-baik penjaga bagi keluarga yang ditinggalkan.
Karena itu, seseorang dapat berangkat dengan hati yang lebih tenang dan penuh tawakal.
Ketika perjalanan telah usai dan kembali ke rumah, Rasulullah SAW juga mengajarkan doa yang sama dengan tambahan lafaz:
آيِبُونَ تَائِبُونَ عَابِدُونَ لِرَبِّنَا حَامِدُونَ
Artinya, "Kami kembali, kami bertobat, kami tetap beribadah, dan kepada Tuhan kami senantiasa memuji."
Lafaz singkat ini menjadi ungkapan syukur karena telah diberi keselamatan hingga kembali ke rumah.
Pulang dengan selamat merupakan nikmat besar yang patut disadari dan disyukuri.
Di era modern, kebiasaan memeriksa kondisi mobil, mengisi bensin, memastikan ban dalam keadaan baik, hingga mengecek navigasi memang tidak boleh diabaikan.
Baca juga: Doa Keluar Rumah: Bacaan Arab, Latin, Arti, serta Keutamaan Memulai Aktivitas dengan Tawakal
Namun, umat Islam juga diajak melengkapi ikhtiar tersebut dengan membaca doa sebelum berkendara.
Sebab, manusia hanya mampu mempersiapkan perjalanan sebaik mungkin.
Adapun keselamatan, kelancaran, dan perlindungan sepanjang perjalanan tetap berada di tangan Allah SWT.
Dengan membiasakan membaca doa saat naik mobil, perjalanan bukan hanya terasa lebih tenang, tetapi juga bernilai ibadah dan dipenuhi harapan akan penjagaan dari-Nya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang