Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

7 Hikmah Gerhana: Bukti Kekuasaan Allah hingga Pengingat Hari Kiamat

Kompas.com, 8 September 2025, 11:25 WIB
Khairina

Editor

Sumber Kemenag

KOMPAS.com-Gerhana merupakan peristiwa alam ketika matahari, bulan, dan bumi berada pada satu garis lurus.

Fenomena ini bisa berupa gerhana matahari maupun gerhana bulan.

Dilansir dari laman Kemenag, bagi umat Islam, gerhana tidak hanya dipandang sebagai gejala astronomi, melainkan sarana untuk merenungi kekuasaan Allah dan memperkuat iman.

Baca juga: Kumpulan Doa Saat Gerhana Bulan Total 7–8 September 2025

1. Bukti Kekuasaan Allah

Peristiwa gerhana menunjukkan kebesaran Allah SWT yang mengatur alam semesta.

Matahari dan bulan, meski memiliki energi luar biasa, tetap tunduk pada ketetapan Allah dan berjalan sesuai orbit yang telah ditentukan.

Hal ini menjadi bukti nyata bahwa semua ciptaan berada di bawah kendali-Nya.

2. Bulan dan Matahari Tidak Layak Disembah

Gerhana juga menjadi tanda bahwa bulan dan matahari bukanlah Tuhan.

Keduanya bisa kehilangan cahaya dan fungsi sesuai kehendak Allah.

Fenomena ini menegaskan bahwa hanya Allah SWT yang sempurna dan layak disembah.

3. Menyadarkan Kehadiran Bulan dan Matahari

Dalam keseharian, manusia sering lupa akan nikmat Allah berupa cahaya matahari dan bulan.

Gerhana seolah menjadi pengingat bahwa keberadaan keduanya adalah karunia besar.

Rasa syukur baru muncul ketika sesuatu yang bermanfaat itu berubah atau hilang.

Baca juga: Apa Itu Sholat Khusuf? Panduan Lengkap Sholat Saat Gerhana Bulan

4. Pengingat Hari Kiamat

Alquran surat Al-Qiyamah ayat 8–9 menggambarkan gerhana sebagai tanda yang mengingatkan manusia pada hari kiamat.

وَخَسَفَ الْقَمَرُۙ

وَجُمِعَ الشَّمْسُ وَالْقَمَرُۙ

wa khasafal-qamar. wa jumi‘asy-syamsu wal-qamar

Artinya: “Dan bulan pun telah hilang cahayanya, serta matahari dan bulan dikumpulkan.”

Ayat ini menegaskan bahwa kehidupan dunia hanya sementara, sehingga manusia perlu meningkatkan ketakwaan dan istiqamah dalam ibadah.

5. Gambaran Kasih Sayang Allah

Gerhana juga bisa dipandang sebagai wujud kasih sayang Allah kepada makhluk-Nya.

Perubahan sementara pada cahaya matahari atau bulan akhirnya dikembalikan seperti semula.

Begitu pula dalam kehidupan manusia, kesulitan yang dihadapi akan diganti dengan kemudahan, sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Insyirah ayat 5–6.

فَاِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۙ

اِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۗ

fa inna ma‘al-‘usri yusrâ. inna ma‘al-‘usri yusrâ. 

Artinya: Maka, sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan.

Baca juga: Gerhana Bulan Total 7–8 September 2025, Kemenag Imbau Sholat Khusuf

6. Mengingatkan pada Ujian Hidup

Fenomena gerhana seolah menjadi gambaran bahwa Allah menguji makhluk-Nya, termasuk yang tidak memiliki dosa.

Pelajaran ini mengingatkan bahwa ujian hidup kerap diberikan kepada orang saleh untuk meningkatkan derajat spiritual mereka.

Para nabi dan wali pun pernah melewati ujian besar sebelum mencapai kedudukan mulia.

7. Merenungi Makna Ibadah

Gerhana juga menjadi momen untuk memperdalam ibadah.

Umat Islam dianjurkan melaksanakan shalat sunnah gerhana yang dapat menumbuhkan rasa takut kepada Allah dan menyadari keagungan-Nya.

Hal ini menjadi pengingat agar shalat wajib tidak dilakukan sekadar rutinitas, melainkan dengan penuh penghayatan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com