Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hariqo Tegaskan Dana Zakat Baznas Bukan untuk Program Makan Bergizi Gratis

Kompas.com, 16 Maret 2026, 22:32 WIB
Add on Google
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah RI, Hariqo Wibawa Satria, menekankan pentingnya penguatan komunikasi publik untuk menangkal disinformasi yang kerap menyertai berbagai program sosial pemerintah.

Hal itu disampaikan Hariqo dalam talkshow bertajuk “Zakat Menguatkan Indonesia: Mengelola Potensi Zakat dan Filantropi Islam untuk Kesejahteraan Umat Melalui Media Massa” yang digelar di Aula Achmad Subianto, Kantor Pusat Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Jakarta, Senin (16/3/2026).

Menurut Hariqo, saat ini arus disinformasi di ruang digital semakin kuat sehingga lembaga pemerintah maupun organisasi sosial perlu memperkuat strategi komunikasi agar informasi yang benar dapat sampai kepada masyarakat.

Ia menilai tantangan komunikasi publik pada periode 2025–2026 menjadi salah satu yang paling berat karena masyarakat semakin sulit membedakan informasi yang benar dan yang menyesatkan di media sosial.

“Disinformasi saat ini sangat berat. Bahkan kadang kita sendiri sulit membedakan mana video yang benar dan mana yang tidak,” kata Hariqo.

Baca juga: Baznas Gandeng Media Perluas Literasi Zakat dan Filantropi Islam

Karena itu, ia menilai lembaga seperti Baznas perlu memperkuat publikasi program-programnya agar masyarakat mendapatkan informasi yang akurat sekaligus memahami dampak nyata dari kegiatan sosial yang dilakukan.

Dalam kesempatan itu, Hariqo juga menyinggung sejumlah program sosial pemerintah yang disebut sebagai langkah besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Salah satunya adalah program cek kesehatan preventif gratis yang menurutnya menjangkau puluhan juta warga.

Ia menyebut pada 2025 sekitar 70 juta masyarakat mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan preventif secara gratis, padahal layanan tersebut sebelumnya bisa menelan biaya sekitar Rp 650.000 hingga lebih dari Rp1 juta.

“Program seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya dalam skala nasional,” ujar Hariqo.

Selain itu, ia juga menyoroti program makan bergizi gratis yang disebut menjangkau sekitar 60 juta penerima setiap hari.

Meski demikian, Hariqo mengakui pelaksanaan program tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan, termasuk insiden dan kritik publik yang muncul di tengah pelaksanaannya.

Baca juga: Baznas NTB Siapkan Penerima Zakat Jadi Pemasok Program MBG

Menurut dia, kritik tersebut justru dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki pelaksanaan program ke depan.

“Memang ada kritik, ada masalah di lapangan, tetapi itu menjadi bagian dari proses perbaikan,” tutur dia.

Dalam kesempatan tersebut, Hariqo juga menegaskan bahwa dana zakat yang dikelola Baznas tidak digunakan untuk program makan bergizi gratis, sekaligus meluruskan informasi yang sempat beredar di masyarakat.

“Baznas sudah meluruskan bahwa dana zakat tidak digunakan untuk program makan bergizi gratis,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa menjaga kepercayaan publik menjadi hal yang sangat penting, terutama di tengah tingginya kecurigaan masyarakat terhadap berbagai program pemerintah akibat maraknya isu korupsi.

Karena itu, menurut Hariqo, pemberitaan yang akurat dan transparan menjadi kunci untuk menjaga kredibilitas lembaga publik.

Di sisi lain, ia juga menyoroti meningkatnya kesalehan sosial masyarakat yang tercermin dari peningkatan penghimpunan zakat.

Menurut dia, pada awal kepemimpinan Ketua Baznas Sodik Mudjahid, penerimaan zakat disebut mencapai sekitar Rp 4,3 miliar, menjadi capaian tertinggi dalam lebih dari satu dekade terakhir.

“Ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia memiliki keinginan kuat untuk berbuat baik,” kata Hariqo.

Baca juga: Baznas Tegaskan Dana Zakat, Infak, dan Sedekah Tak Digunakan untuk MBG

Untuk memperkuat kepercayaan publik, ia menyarankan agar Baznas lebih banyak menampilkan kisah nyata para penerima manfaat program dalam berbagai kanal komunikasi.

Menurut dia, cerita langsung dari penerima manfaat akan lebih mudah dipercaya oleh masyarakat dan dapat mendorong partisipasi publik dalam kegiatan filantropi.

“Suara penerima manfaat sangat penting karena mereka yang paling dipercaya oleh masyarakat,” ungkapnya.

Hariqo juga menekankan pentingnya strategi komunikasi yang dirangkum dalam konsep “3P”, yakni pelaksanaan program yang baik, partisipasi masyarakat yang tinggi, serta publikasi yang kuat.

Ia berharap penguatan strategi komunikasi tersebut dapat membantu lembaga sosial dan pemerintah menghadapi tantangan disinformasi sekaligus meningkatkan partisipasi publik dalam berbagai program sosial.

“Jika pelaksanaan berjalan baik, partisipasi tinggi, dan publikasi kuat, maka kepercayaan publik juga akan semakin meningkat,” harap Hariqo.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Dari Mustahik ke Muzaki, Program Kurban BAZNAS 2026 Ubah Nasib Peternak Desa
Dari Mustahik ke Muzaki, Program Kurban BAZNAS 2026 Ubah Nasib Peternak Desa
Aktual
Jemaah Haji JKG-27 Muhammad Firdaus Ditemukan Wafat, Kemenhaj Siapkan Badal Haji
Jemaah Haji JKG-27 Muhammad Firdaus Ditemukan Wafat, Kemenhaj Siapkan Badal Haji
Aktual
Kisah Nenek 105 Tahun Menabung di Kaleng dari Jual Bubur Demi Berhaji
Kisah Nenek 105 Tahun Menabung di Kaleng dari Jual Bubur Demi Berhaji
Aktual
Kapan Puasa Arafah 2026? Ini Tanggal, Niat, dan Keutamaannya
Kapan Puasa Arafah 2026? Ini Tanggal, Niat, dan Keutamaannya
Doa dan Niat
Kapan Puasa Tarwiyah 2026? Ini Tanggal, Niat, dan Keutamaannya
Kapan Puasa Tarwiyah 2026? Ini Tanggal, Niat, dan Keutamaannya
Doa dan Niat
Arab Saudi Siapkan Operasi Terpadu untuk Keamanan Jemaah Haji 2026
Arab Saudi Siapkan Operasi Terpadu untuk Keamanan Jemaah Haji 2026
Aktual
Khutbah Arafah 2026 akan Diterjemahkan ke 35 Bahasa untuk Umat Islam di Seluruh Dunia
Khutbah Arafah 2026 akan Diterjemahkan ke 35 Bahasa untuk Umat Islam di Seluruh Dunia
Aktual
MUI Imbau Imam dan Khatib Shalat Jumat dan Idul Adha Bacakan Qunut Nazilah untuk Gaza
MUI Imbau Imam dan Khatib Shalat Jumat dan Idul Adha Bacakan Qunut Nazilah untuk Gaza
Aktual
BPJS Kesehatan Ingatkan Jamaah Haji Pastikan Status JKN Aktif
BPJS Kesehatan Ingatkan Jamaah Haji Pastikan Status JKN Aktif
Aktual
Petugas Kesehatan Haji Mulai Petakan Jamaah Risiko Tinggi untuk Murur dan Safari Wukuf
Petugas Kesehatan Haji Mulai Petakan Jamaah Risiko Tinggi untuk Murur dan Safari Wukuf
Aktual
DPR Minta Kemenhaj Cabut Izin KBIHU Pelaku Kavling Tenda Haji di Armunza
DPR Minta Kemenhaj Cabut Izin KBIHU Pelaku Kavling Tenda Haji di Armunza
Aktual
Kemenhaj Ingatkan KBIHU Dilarang Pasang Identitas di Tenda Armuzna
Kemenhaj Ingatkan KBIHU Dilarang Pasang Identitas di Tenda Armuzna
Aktual
Kemenhaj Copot Penanda KBIHU di Tenda Arafah, Ancam Cabut Izin yang Sengaja Melanggar
Kemenhaj Copot Penanda KBIHU di Tenda Arafah, Ancam Cabut Izin yang Sengaja Melanggar
Aktual
Takut Suaranya Menyakiti Nabi, Tsabit bin Qais Menangis Memohon Ampun
Takut Suaranya Menyakiti Nabi, Tsabit bin Qais Menangis Memohon Ampun
Aktual
Jelang Puncak Haji 2026, Saudi Perkuat Layanan di Dua Miqat Utama
Jelang Puncak Haji 2026, Saudi Perkuat Layanan di Dua Miqat Utama
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com