Editor
KOMPAS.com - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf, menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya tiga prajurit TNI yang tengah menjalankan misi perdamaian di Lebanon.
Pernyataan tersebut disampaikan pada Senin (6/4/2026).
Gus Yahya menegaskan, pengorbanan ketiga prajurit tersebut merupakan wujud nyata pengabdian kepada bangsa dan amanat konstitusi, khususnya dalam menjaga ketertiban dunia sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar 1945.
"Tiga prajurit yang gugur adalah pahlawan bangsa karena sedang menjalankan amanat UUD 1945 untuk ikut menjaga ketertiban dunia," ujar Gus Yahya dalam keterangan tertulis.
Baca juga: Ketum PBNU Gus Yahya Temui Dubes AS Bahas Perdamaian Timur Tengah
Sebagai bentuk penghormatan dan doa bagi para prajurit yang gugur, Gus Yahya mengajak seluruh warga Nahdlatul Ulama (Nahdliyin) serta kalangan pesantren untuk melaksanakan shalat gaib.
"Kami mengimbau warga NU dan para santri di pondok pesantren untuk melaksanakan shalat gaib bagi para syuhada," katanya.
Dalam pernyataannya, Gus Yahya juga mengecam tindakan militer Israel yang dinilai telah menyerang wilayah berdaulat serta membahayakan pasukan penjaga perdamaian dunia.
"Kami mengutuk serangan terhadap negara berdaulat dan pasukan UNIFIL yang berdampak pada meluasnya kekerasan," tegasnya.
Tiga prajurit TNI yang gugur dalam peristiwa tersebut adalah Mayor Inf (Anm) Zulmi Aditya Iskandar, Serka (Anm) Muhammad Nur Ikhwan, dan Kopda (Anm) Farizal Rhomadhon.
Jenazah ketiganya telah tiba di Indonesia pada Sabtu (4/4/2026) malam.
Insiden pertama terjadi pada Minggu (29/3/2026), ketika Kopda Farizal Rhomadhon meninggal dunia akibat ledakan proyektil di dekat posisi pasukan di wilayah Desa Adchit al-Qusayr, Lebanon selatan.
Sehari kemudian, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengonfirmasi insiden lanjutan yang menimpa pasukan TNI dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Dua prajurit dilaporkan gugur akibat ledakan yang menghantam konvoi logistik, sementara dua lainnya mengalami luka-luka.
Baca juga: Ketum PBNU Gus Yahya Temui Dubes Iran, Sampaikan Dukungan Moral
Peristiwa ini terjadi di sekitar wilayah Bani Hayyan, Lebanon selatan, pada Senin (30/3/2026).
Peristiwa tersebut menambah daftar panjang risiko yang dihadapi prajurit Indonesia dalam menjalankan misi perdamaian dunia di bawah bendera PBB, sekaligus menjadi pengingat atas besarnya pengorbanan mereka bagi kemanusiaan dan stabilitas global.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang