Editor
KOMPAS.com - Rumah sakit ternama King Faisal Specialist Hospital and Research Centre di Arab Saudi mencatat sejarah baru di dunia medis dengan melakukan serangkaian operasi reseksi hati robotik dengan satu sayatan (single-port) pada donor hidup—yang disebut sebagai pertama di dunia.
Teknik ini merupakan prosedur bedah minimal invasif untuk mengangkat sebagian hati, namun hanya menggunakan satu sayatan kecil berukuran maksimal 3,5 cm.
Berbeda dengan metode robotik konvensional yang memerlukan beberapa sayatan, pendekatan ini mampu mengurangi rasa nyeri secara signifikan serta mempercepat proses pemulihan pasien.
Baca juga: Mulai 11 Mei 2026, Arab Saudi–Rusia Bebas Visa: Warga Bisa Tinggal 90 Hari
Keunggulan ini menjadi sangat penting karena donor hidup adalah individu sehat yang secara sukarela menjalani operasi demi menyelamatkan orang lain.
Dalam uji penerapannya, rumah sakit tersebut berhasil melakukan prosedur pada enam donor dengan hasil impresif: kehilangan darah minimal, tanpa komplikasi, tingkat nyeri rendah, dan pasien dapat pulang hanya dalam waktu dua hingga tiga hari.
Teknik ini juga dinilai sangat menjanjikan untuk transplantasi anak, karena efektif dalam pengangkatan bagian kiri hati (sekitar 20 persen dari total volume hati) dengan risiko yang lebih kecil bagi donor.
Direktur Eksekutif Pusat Keunggulan Transplantasi Organ, Dieter Broering, menyebut inovasi ini sebagai hasil pengembangan bertahap berbasis pengalaman panjang dalam operasi robotik hati.
Menurutnya, rumah sakit tersebut telah melakukan lebih dari 1.600 operasi reseksi hati robotik pada donor hidup—jumlah tertinggi di dunia—didukung sistem pelatihan, simulasi, dan implementasi klinis yang terstruktur.
Baca juga: Megaproyek The Line NEOM: Kota Futuristik Tanpa Jalan di Arab Saudi
Pencapaian ini semakin mengukuhkan posisi King Faisal Specialist Hospital sebagai pemimpin global dalam bedah robotik dan transplantasi organ, sejalan dengan program transformasi sektor kesehatan Arab Saudi.
Dalam laporan Brand Finance Top 250 Hospitals 2026, rumah sakit ini menempati peringkat pertama di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara, serta peringkat ke-12 dunia. Selain itu, juga masuk dalam daftar rumah sakit terbaik dunia versi Newsweek untuk kategori Best Hospitals, Best Smart Hospitals, dan Best Specialized Hospitals 2026.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang