Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bahaya Dosa Terhadap Hati: Pelan dan Pasti Menutupi Cahaya Ilahi

Kompas.com, 26 November 2025, 21:34 WIB
Agus Susanto

Penulis

KOMPAS.com - Dosa bukan hanya sekedar catatan amal di tangan malaikat semata. Ia juga perlahan tapi pasti berpengaruh terhadap hati manusia. Semua dosa yang pernah dilakukan akan membekas dalam hati menjadi noktah hitam.

Banyak yang tidak menyadari bahwa dosa mempunyai dampak besar pada kejernihan hati. Setiap dosa akan mengotori hati sehingga lama kelamaan hati akan menjadi gelap dan sulit menerima cahaya ilahi.

Baca juga: Dosa Muslim Meninggalkan Shalat Fardhu Tanpa Rasa Penyesalan

Hadits Dosa Mengotori Hati

Rasulullah SAW sudah menyampaikan dalam haditsnya bahwa setiap dosa akan dapat mengotori hati manusia.

إِنَّ الْعَبْدَ إِذَا أَخْطَأَ خَطِيئَةً نُكِتَتْ فِى قَلْبِهِ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ فَإِذَا هُوَ نَزَعَ وَاسْتَغْفَرَ وَتَابَ سُقِلَ قَلْبُهُ وَإِنْ عَادَ زِيدَ فِيهَا حَتَّى تَعْلُوَ قَلْبَهُ وَهُوَ الرَّانُ الَّذِى ذَكَرَ اللَّهُ ( كَلاَّ بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ) »

Artinya: “Seorang hamba apabila melakukan suatu kesalahan, maka dititikkan dalam hatinya sebuah titik hitam. Apabila ia meninggalkannya dan meminta ampun serta bertaubat, hatinya dibersihkan. Apabila ia kembali (berbuat maksiat), maka ditambahkan titik hitam tersebut hingga menutupi hatinya." (H.R. At Tirmidzi, Ibnu Majah, Imnu Hibban, dan Ahmad).

Sementara dalam Al Quran dijelaskan:

كَلَّا ۖ بَلْ ۜ رَانَ عَلَىٰ قُلُوبِهِم مَّا كَانُوا۟ يَكْسِبُونَ

Artinya: "Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka." (Q.S. Al Muthaffifin: 14).

Maksud dari apa yang mereka usahakan adalah dosa dan kemaksiatan. Hal itu akan menutupi hati manusia.

Baca juga: Cara Bertaubat Dari Dosa Ghibah Menurut Para Ulama

Dampak Hati yang Tertutupi

Hati yang tertutupi oleh maksiat dan dosa akan berdampak buruk bagi manusia. Ibnul Qayyim Al Jauziyyah menyatakan bahwa hati yang tertutupi oleh dosa-dosa yang tidak pernah ditaubati, menyebabkan hati kehilangan kemampuannya untuk menerima cahaya ilahi, yaitu hidayah dan taufik untuk tetap berada di jalan yang lurus dan keimanan yang kuat.

Sementara Hasan Al Bashri menyatakan dosa yang dilakukan terus-menerus akan menutupi hati dan membuatnya tidak bisa menerima kebenaran.

Hati adalah raja bagi manusia. Ia pengatur dan penentu segala aktivitas manusia, baik secara jasmani maupun ruhani.

أَلاَ وَإِنَّ فِى الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ . أَلاَ وَهِىَ الْقَلْبُ

Artinya: “Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati (jantung).” (H.R. Bukhari dan Muslim).

Berdasarkan hadits di atas, maka hati yang terutupi oleh dosa dan kemaksiatan akan menyebabkan manusia semakin jauh dari kebenaran dan petunjuk dari Ilahi. Ia akan semakin sesat dan lebih banyak melakukan dosa dan kemaksiatan.

Baca juga: 3 Dzikir Pendek Penghapus Dosa

Cara Membersihkan Hati

Tidak ada cara lain untuk membersihkan hati yang sudah tertutupi oleh dosa dan kemaksiatan, kecuali dengan taubatan nasuha atau taubat yang sungguh-sungguh.

Cara untuk melakukan taubat nasuha ada 4 cara:

1. Benar-benar menyesal atas dosa dan maksiat yang telah dilakukan;

2. Berjanji untuk tidak mengulangi lagi dosa dan maksiat;

3. Meningkatkan ibadah dan memohon ampun kepada Allah SWT;

4. Bila dosa terkait dengan hak sesama manusia, harus meminta maaf dan mengembalikan hak yang telak dirampasnya atau meminta keikhlasannya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com