Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bulan Jumadil Awal 2025: Sejarah, Makna, dan Amalan yang Dianjurkan bagi Umat Islam

Kompas.com, 23 Oktober 2025, 08:02 WIB
Khairina

Editor

Sumber Baznas

KOMPAS.com-Dalam kalender Hijriyah, setiap bulan memiliki keistimewaan tersendiri, termasuk Jumadil Awal, bulan kelima dalam perhitungan tahun Islam.

Bulan ini datang setelah Rabi’ul Akhir dan sebelum Jumadil Akhir, serta menjadi salah satu dari dua bulan yang memakai nama “Jumadil”.

Meskipun tidak memiliki ibadah wajib khusus, umat Islam dianjurkan untuk mengisi setiap waktu di bulan ini dengan amalan kebaikan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Baca juga: Bulan Rabiul Akhir: Makna, Fakta, dan Peristiwa Penting dalam Islam

Asal Usul Nama Jumadil Awal

Dilansir dari Baznas, nama Jumadil Awal berasal dari bahasa Arab.

Kata “Jumad” berarti sesuatu yang beku atau keras, menggambarkan kondisi musim dingin kering di Jazirah Arab pada masa lalu saat bulan ini tiba.

Sementara itu, kata “Awal” berarti pertama, karena bulan ini mendahului Jumadil Akhir.

Pada masa pra-Islam, masyarakat Arab menamai bulan berdasarkan fenomena alam dan perubahan musim.

Oleh karena itu, Jumadil Awal menjadi simbol ketahanan dan kemampuan manusia untuk bertahan hidup dalam kondisi sulit.

Dalam Islam, makna tersebut berkembang menjadi lambang keteguhan iman, kesabaran, dan kekuatan spiritual.

Baca juga: Sejarah Nama-nama Bulan dalam Kalender Hijriyah

Hikmah dan Pelajaran di Bulan Jumadil Awal

Selain memiliki makna historis, bulan Jumadil Awal juga mengajarkan umat Muslim tentang nilai-nilai spiritual penting seperti sabar, tawakal, dan keteguhan hati.

Rasulullah SAW menekankan bahwa kesabaran merupakan sifat utama yang harus dimiliki seorang Muslim untuk menghadapi ujian kehidupan dengan ikhlas dan tidak mudah berputus asa.

Bulan ini menjadi waktu yang baik untuk memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT melalui doa, introspeksi diri, dan peningkatan kualitas ibadah.

Peristiwa Penting dalam Sejarah Islam di Bulan Jumadil Awal

Sejumlah peristiwa besar dalam sejarah Islam terjadi di bulan Jumadil Awal.

Salah satunya adalah Pertempuran Mu’tah yang terjadi pada tahun 8 Hijriyah.

Pertempuran tersebut memperlihatkan keteguhan dan keberanian para sahabat Nabi dalam membela agama Islam meski berada dalam kondisi sulit.

Peristiwa ini menjadi pelajaran tentang semangat perjuangan, pengorbanan, dan keteguhan iman yang relevan hingga kini.

Baca juga: Doa dan Bacaan Dianjurkan di Bulan Rabi’ul Awal, Raih Berkah Kelahiran Nabi

Amalan-amalan yang Dianjurkan di Bulan Jumadil Awal

Meskipun tidak ada ibadah wajib tertentu, bulan Jumadil Awal menjadi kesempatan untuk memperbanyak amalan sunnah dan kebaikan.

Berikut beberapa amalan yang dapat dilakukan untuk meraih keberkahan di bulan ini:

1. Memperbanyak Membaca Tasbih

Salah satu amalan ringan namun bernilai besar adalah memperbanyak tasbih.

Bacaan yang disarankan:

“Subbuuhun qudduusun, Rabbuna wa Rabbul malaa’ikati war ruuh.”

Artinya, “Maha Suci dan Maha Kudus adalah Tuhan kami, Tuhan para malaikat dan ruh.”

Membaca tasbih secara konsisten dapat menenangkan hati dan mengingatkan manusia akan keagungan Allah SWT.

2. Berpuasa Ayyamul Bidh (Tanggal 13, 14, dan 15)

Nabi Muhammad SAW menganjurkan umatnya untuk berpuasa tiga hari setiap bulan, termasuk pada Ayyamul Bidh di tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriyah.

Puasa ini melatih kesabaran, menenangkan hati, dan menyucikan jiwa dari sifat buruk.

Selain itu, puasa Ayyamul Bidh juga menjadi amalan sunnah yang berpahala besar dan menjaga keseimbangan spiritual seorang Muslim.

3. Memperbanyak Dzikir dan Istighfar

Bulan ini juga menjadi waktu yang tepat untuk memperbanyak dzikir dan memohon ampun kepada Allah SWT.

Menyebut asma Allah dan membaca istighfar secara rutin dapat melembutkan hati dan memperkuat iman.

Dzikir juga menjadi pengingat agar manusia tidak lalai dari Sang Pencipta dan selalu bersandar pada-Nya dalam setiap urusan.

4. Bersedekah dan Membantu Sesama

Islam sangat menganjurkan sedekah sebagai amalan yang mendatangkan berkah dan pahala.

Bersedekah tidak hanya dalam bentuk harta, tetapi juga bisa berupa bantuan, tenaga, atau dukungan moral kepada sesama.

Rasulullah SAW bersabda bahwa sedekah dapat menolak bala, membersihkan harta, dan melapangkan rezeki.

5. Membaca dan Menghayati Alquran

Membaca Alquran menjadi salah satu amalan paling utama di bulan ini.

Selain menambah pahala, memahami makna ayat-ayat Alquran membawa kedamaian hati dan menjadi petunjuk hidup.

Melalui bacaan Alquran, seorang Muslim diingatkan untuk terus memperbaiki diri dan meneladani akhlak Rasulullah SAW.

6. Mempererat Tali Silaturahmi

Menjaga hubungan baik dengan keluarga, teman, dan tetangga adalah amalan yang sangat dianjurkan di bulan ini.

Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa yang menyambung silaturahmi akan dipanjangkan umurnya dan dilapangkan rezekinya.

Silaturahmi mempererat persaudaraan dan menumbuhkan kasih sayang dalam kehidupan bermasyarakat.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang



Terkini Lainnya
Mengenal Mahram dalam Islam dan Perbedaan dengan Muhrim
Mengenal Mahram dalam Islam dan Perbedaan dengan Muhrim
Doa dan Niat
Saudi Tegaskan Aturan Speaker Masjid Saat Ramadhan, Jemaah Perlu Tahu
Saudi Tegaskan Aturan Speaker Masjid Saat Ramadhan, Jemaah Perlu Tahu
Aktual
MUI: Keselamatan Jemaah di Armuzna Lebih Penting daripada Mengurangi Antrean Haji
MUI: Keselamatan Jemaah di Armuzna Lebih Penting daripada Mengurangi Antrean Haji
Aktual
Ini Bacaan Niat Puasa, Qadha, dan Cara 'Nyaur Utang' Puasa Ramadhan
Ini Bacaan Niat Puasa, Qadha, dan Cara "Nyaur Utang" Puasa Ramadhan
Aktual
Allah Jadikan Bumi Rumah Manusia, Mengapa Kita Justru Merusaknya?
Allah Jadikan Bumi Rumah Manusia, Mengapa Kita Justru Merusaknya?
Aktual
Ramadhan Tinggal Hitungan Hari, Sudahkah Kita Muhasabah Diri?
Ramadhan Tinggal Hitungan Hari, Sudahkah Kita Muhasabah Diri?
Aktual
Jemaah Haji Khusus Tak Lagi “Bebas”: Kemenhaj Turunkan Tim Pengawas, Hotel hingga Katering Dicek Langsung
Jemaah Haji Khusus Tak Lagi “Bebas”: Kemenhaj Turunkan Tim Pengawas, Hotel hingga Katering Dicek Langsung
Aktual
Puasa Berapa Hari Lagi? Hitung Mundur Ramadan 2026 dan Tanggalnya Terbaru
Puasa Berapa Hari Lagi? Hitung Mundur Ramadan 2026 dan Tanggalnya Terbaru
Aktual
Siskohat Jadi 'Nyawa' Haji 2026, Petugas Wajib Bawel 24 Jam
Siskohat Jadi "Nyawa" Haji 2026, Petugas Wajib Bawel 24 Jam
Aktual
Khutbah Jumat Singkat: Memuliakan Bulan Sya’ban
Khutbah Jumat Singkat: Memuliakan Bulan Sya’ban
Doa dan Niat
Sayyidul Istighfar: Doa Penghapus Dosa dan Jaminan Surga
Sayyidul Istighfar: Doa Penghapus Dosa dan Jaminan Surga
Doa dan Niat
Khutbah Jumat 23 Januari 2026: Keutamaan, Amaliah, dan Peristiwa Penting Bulan Sya’ban
Khutbah Jumat 23 Januari 2026: Keutamaan, Amaliah, dan Peristiwa Penting Bulan Sya’ban
Doa dan Niat
Wamenag Romo Syafi’i: Layanan KUA Tidak Boleh Lambat dan Berbelit
Wamenag Romo Syafi’i: Layanan KUA Tidak Boleh Lambat dan Berbelit
Aktual
Hak dan Kewajiban Suami Istri dalam Islam: Kunci Rumah Tangga Bahagia
Hak dan Kewajiban Suami Istri dalam Islam: Kunci Rumah Tangga Bahagia
Doa dan Niat
Adzan Makkah: Panggilan Langit yang Menggetarkan Hati Umat Islam
Adzan Makkah: Panggilan Langit yang Menggetarkan Hati Umat Islam
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com