Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Wamenag Tekankan Kunci Toleransi Beragama: Jalankan Ajaran Agama dengan Benar

Kompas.com, 17 November 2025, 08:15 WIB
Add on Google
Khairina

Editor

Sumber Kemenag

KOMPAS.com-Wakil Menteri Agama Romo Syafi’i menyampaikan resep sederhana namun mendasar dalam menjaga toleransi antarumat beragama di Indonesia, yaitu dengan menjalankan ajaran agama masing-masing secara benar.

Pesan tersebut ia sampaikan dalam Temu Silaturahmi bersama jajaran Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Selatan di Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin, Minggu (16/11/2025), dilansir dari Kemenag.

Syafi’i menjelaskan, seluruh agama yang berkembang di Indonesia memiliki kesamaan ajaran, yakni menumbuhkan kasih sayang, sikap saling menghormati, serta menjaga harmoni dalam keberagaman.

Baca juga: Menag Tegaskan Tak Toleransi Kekerasan dan Pelecehan di Lembaga Keagamaan

Akar toleransi menurutnya tidak tumbuh dari kompromi antaragama, melainkan dari kesungguhan umat dalam mengamalkan ajaran agamanya dengan benar dan penuh tanggung jawab.

“Semua agama, kalau dijalankan dengan benar, akan menjaga keberagaman. Membangun toleransi cukup dilakukan dengan menaati ajaran agama masing-masing, bukan dengan saling mencurigai,” jelasnya.

Penekanan mengenai integritas juga menjadi bagian utama dari arahannya kepada aparatur Kementerian Agama.

Syafi’i mengingatkan bahwa pegawai Kemenag memegang amanah besar negara dalam memastikan masyarakat Indonesia beragama dengan baik.

Profesi tersebut menurutnya tidak boleh dipandang sebagai pekerjaan rutin semata.

“Menjadi insan Kementerian Agama harus punya integritas yang kuat. Yang dibayar negara untuk memastikan bangsa ini disiplin beragama hanyalah pegawai Kemenag,” ujarnya.

Baca juga: Makna Noken bagi Muslim Papua, dari Alat Dakwah hingga Simbol Toleransi

Dorongan bagi seluruh jajaran Kemenag Kalimantan Selatan ia tekankan melalui ajakan menghadirkan terobosan, meningkatkan kreativitas, serta menjalankan pelayanan publik dengan penuh tanggung jawab.

Kepala Kanwil Kemenag Kalsel Muhammad Tambrin menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wamenag dan menilai kegiatan silaturahmi ini sebagai energi baru bagi peningkatan layanan keagamaan dan pendidikan di daerah.

Silaturahmi tersebut juga menjadi momentum memperkuat pembinaan umat serta pelaksanaan program strategis Kemenag di Kalimantan Selatan.

Acara ini diikuti para pimpinan satuan kerja Kemenag se-Kalimantan Selatan, kepala madrasah negeri, serta para tamu undangan.

Hadir pula anggota DPR RI sekaligus Ketua DPD Kalsel Mariana, Wakil Penasehat DWP Kemenag RI Maya Suhasmi Siregar, Staf Khusus Wamenag Nona Gayatri Nasution, serta Ketua DWP Kanwil Kemenag Kalsel Lita Ariani Tambrin.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Seorang Jemaah Haji Embarkasi Banjarmasin Wafat Saat Wukuf di Padang Arafah
Seorang Jemaah Haji Embarkasi Banjarmasin Wafat Saat Wukuf di Padang Arafah
Aktual
Otoritas Arab Saudi Imbau Jemaah di Arafah Tetap di Dalam Tenda Saat Cuaca Panas Ekstrem
Otoritas Arab Saudi Imbau Jemaah di Arafah Tetap di Dalam Tenda Saat Cuaca Panas Ekstrem
Aktual
Melalui Khutbah Arafah 2026, Imam Masjid Nabawi Serukan Persatuan dan Tolak Slogan Politik Saat Haji
Melalui Khutbah Arafah 2026, Imam Masjid Nabawi Serukan Persatuan dan Tolak Slogan Politik Saat Haji
Aktual
Musyrif Diny Imbau Jemaah Haji Tak Paksakan Lempar Jumrah Saat Waktu Afdal
Musyrif Diny Imbau Jemaah Haji Tak Paksakan Lempar Jumrah Saat Waktu Afdal
Aktual
Menag Nasaruddin Sebut Idul Adha di Istiqlal Jadi Model Pelaksanaan Kurban di Asia Tenggara
Menag Nasaruddin Sebut Idul Adha di Istiqlal Jadi Model Pelaksanaan Kurban di Asia Tenggara
Aktual
Seorang Jemaah Haji Asal Batang Wafat di Arafah Saat Persiapan Wukuf
Seorang Jemaah Haji Asal Batang Wafat di Arafah Saat Persiapan Wukuf
Aktual
Seorang Jemaah Haji Asal Ciamis Wafat di Arafah Jelang Puncak Ibadah Haji
Seorang Jemaah Haji Asal Ciamis Wafat di Arafah Jelang Puncak Ibadah Haji
Aktual
Wapres Gibran Salurkan Sapi Kurban 916 Kilogram Lewat BAZNAS RI
Wapres Gibran Salurkan Sapi Kurban 916 Kilogram Lewat BAZNAS RI
Aktual
Khatib Wukuf Arafah: Oleh-oleh Terbaik Haji adalah Takwa dan Perubahan Diri
Khatib Wukuf Arafah: Oleh-oleh Terbaik Haji adalah Takwa dan Perubahan Diri
Aktual
PPIH: Seorang Jemaah Haji Asal Bireun Aceh Meninggal di Tenda Arafah
PPIH: Seorang Jemaah Haji Asal Bireun Aceh Meninggal di Tenda Arafah
Aktual
Seskab: Presiden Prabowo Dijadwalkan Shalat Idul Adha di KBRI Paris
Seskab: Presiden Prabowo Dijadwalkan Shalat Idul Adha di KBRI Paris
Aktual
Dosen UGM Tekankan Kesejahteraan Hewan dalam Penyembelihan Kurban Idul Adha
Dosen UGM Tekankan Kesejahteraan Hewan dalam Penyembelihan Kurban Idul Adha
Aktual
Menag Nasaruddin Umar: Idul Adha Ajarkan Keikhlasan dan Kepedulian Sosial
Menag Nasaruddin Umar: Idul Adha Ajarkan Keikhlasan dan Kepedulian Sosial
Aktual
Muhammadiyah Siapkan 1.412 Lokasi Shalat Idul Adha 2026 di Yogyakarta
Muhammadiyah Siapkan 1.412 Lokasi Shalat Idul Adha 2026 di Yogyakarta
Aktual
Menggetarkan Hati, Inilah Isi Khutbah Terakhir Rasulullah SAW di Hari Arafah
Menggetarkan Hati, Inilah Isi Khutbah Terakhir Rasulullah SAW di Hari Arafah
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com