Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Aplikasi Quran Kemenag Tembus 1 Juta Pengguna hingga Akhir 2025

Kompas.com, 31 Desember 2025, 23:32 WIB
Khairina

Editor

Sumber Kemenag

KOMPAS.com-Aplikasi Quran Kemenag versi Android menutup tahun 2025 dengan capaian signifikan setelah mencatatkan lebih dari satu juta pengguna di seluruh Indonesia.

Aplikasi yang dikembangkan Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) Kementerian Agama ini telah digunakan secara luas hingga akhir Desember 2025.

Kepala LPMQ Kementerian Agama, Abdul Aziz Sidqi, menyebut capaian tersebut sebagai karunia Allah SWT sekaligus amanah besar bagi pengelola layanan Alquran digital.

Baca juga: Zaid bin Haritsah, Satu-satunya Sahabat Nabi yang Disebut Alquran

Ia menilai kepercayaan umat terhadap Quran Kemenag menjadi bukti bahwa kehadiran Al-Qur’an digital resmi sangat dibutuhkan masyarakat.

“Capaian ini menjadi nikmat Allah di penghujung tahun sekaligus bukti kepercayaan umat kepada Quran Kemenag,” ujar Abdul Aziz Sidqi di Jakarta, Rabu (31/12/2025), dilansir dari laman Kemenag.

Menurutnya, kepercayaan tersebut harus dijawab dengan pengembangan layanan yang terus menyesuaikan kebutuhan pengguna.

Fitur Quran Android

Sejumlah fitur baru telah dihadirkan, mulai dari mushaf qirā’āt hingga terjemahan Alquran dalam berbagai bahasa daerah.

Aplikasi ini juga dilengkapi kalender Hijriah bulanan untuk memudahkan umat dalam mengetahui waktu-waktu penting keagamaan.

Fitur deteksi lokasi otomatis berbasis GPS turut dikembangkan guna mendukung layanan keislaman yang lebih akurat dan personal.

Baca juga: Larangan Merusak Alam dalam Islam: 14 Ayat Alquran dan Fatwa MUI

Abdul Aziz menegaskan bahwa pengelolaan Quran Kemenag tidak hanya berfokus pada ketepatan mushaf dan terjemahan.

Ia menyebut pengembangan fitur digital terus dilakukan agar aplikasi tetap relevan dengan kebutuhan umat di era teknologi.

Kepala Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Agama, Muhammad Ali Ramdhani, menilai capaian satu juta pengguna sebagai indikator keberhasilan transformasi digital Kemenag.

Ia mengatakan angka tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap Alquran digital yang resmi dan kredibel.

Menurut Ramdhani, Quran Kemenag hadir sebagai layanan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi tanpa meninggalkan otoritas keilmuan.

Ia menilai fitur-fitur yang dikembangkan memperkuat peran Quran Kemenag sebagai sarana pembelajaran Al-Qur’an yang inklusif.

Aplikasi ini tidak hanya berfungsi sebagai media baca, tetapi juga sebagai ruang edukasi keagamaan yang mencerahkan.

Menutup tahun 2025, capaian tersebut menjadi momentum refleksi dan rasa syukur atas nikmat Allah SWT.

Kementerian Agama melalui LPMQ berkomitmen terus meningkatkan layanan Al-Qur’an digital melalui inovasi berkelanjutan.

Upaya tersebut dilakukan agar Quran Kemenag tetap menjadi pilihan utama umat dalam berinteraksi dengan Kitab Suci di era digital.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Cegah Praktik Haji Ilegal, Kemenhaj Perkuat Kolaborasi Lintas Kementerian
Cegah Praktik Haji Ilegal, Kemenhaj Perkuat Kolaborasi Lintas Kementerian
Aktual
Daftar Vaksinasi Wajib dan Tambahan untuk Calon Jamaah Haji 2026
Daftar Vaksinasi Wajib dan Tambahan untuk Calon Jamaah Haji 2026
Aktual
Hati-hati, Ini Penyebab Doa Sulit Diijabah Menurut Islam
Hati-hati, Ini Penyebab Doa Sulit Diijabah Menurut Islam
Aktual
Asal Usul Hormuz hingga Duel Khalid bin Walid yang Mengubah Sejarah
Asal Usul Hormuz hingga Duel Khalid bin Walid yang Mengubah Sejarah
Aktual
Harta Rampasan Perang Khalid vs Hormuz: Fakta yang Jarang Dibahas
Harta Rampasan Perang Khalid vs Hormuz: Fakta yang Jarang Dibahas
Aktual
Ini Sosok Hormuz, Panglima Persia Penantang Khalid bin Walid
Ini Sosok Hormuz, Panglima Persia Penantang Khalid bin Walid
Aktual
Nama Hari dalam Bahasa Arab Sesuai Urutan dan Artinya Menurut Sejarah Islam
Nama Hari dalam Bahasa Arab Sesuai Urutan dan Artinya Menurut Sejarah Islam
Aktual
Mengapa Jumat disebut Sayyidul Ayyam? Ini Makna Julukan Rajanya Hari dalam Islam
Mengapa Jumat disebut Sayyidul Ayyam? Ini Makna Julukan Rajanya Hari dalam Islam
Aktual
Cegah Haji Ilegal 2026, Kemenhaj dan Imigrasi Perkuat Pengawasan
Cegah Haji Ilegal 2026, Kemenhaj dan Imigrasi Perkuat Pengawasan
Aktual
Serukan Persatuan, Din Syamsuddin Ajak Tak Pertentangkan Sunni-Syiah
Serukan Persatuan, Din Syamsuddin Ajak Tak Pertentangkan Sunni-Syiah
Aktual
Panduan Shalat Tasbih: Tata Cara, Niat, Waktu, dan Keutamaannya
Panduan Shalat Tasbih: Tata Cara, Niat, Waktu, dan Keutamaannya
Aktual
Pelantikan PCNU Banyuwangi 2026–2030 Digelar Mendadak, Dirangkai Haul Pendiri Pesantren
Pelantikan PCNU Banyuwangi 2026–2030 Digelar Mendadak, Dirangkai Haul Pendiri Pesantren
Aktual
20 Sifat Mustahil Allah SWT: Arti, Makna, dan Penjelasan Lengkapnya
20 Sifat Mustahil Allah SWT: Arti, Makna, dan Penjelasan Lengkapnya
Aktual
Jejak Kota Ubullah: Pelabuhan Persia yang Ditaklukkan Khalid bin Walid, Kini Tinggal Nama
Jejak Kota Ubullah: Pelabuhan Persia yang Ditaklukkan Khalid bin Walid, Kini Tinggal Nama
Aktual
Khutbah Jumat Hari Ini: Menjaga Istiqamah Ibadah Setelah Ramadhan, Jangan Kembali Lalai
Khutbah Jumat Hari Ini: Menjaga Istiqamah Ibadah Setelah Ramadhan, Jangan Kembali Lalai
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com