KOMPAS.com - Kalender Hijriyah merupakan sistem penanggalan yang berakar pada peredaran bulan atau qamariyah.
Bagi umat Islam, kalender ini memiliki peran utama karena menjadi acuan utama dalam penentuan waktu-waktu ibadah, mulai dari puasa Ramadan, pelaksanaan haji, hingga peringatan hari-hari besar keislaman.
Berbeda dengan kalender Masehi, kalender Hijriyah lebih pendek sekitar 10–11 hari setiap tahunnya sehingga perayaan keagamaan selalu bergeser.
Baca juga: Kalender 2026 Lengkap: Cek Tanggal Merah, Libur Nasional, hingga Penanggalan Hijriyah dan Jawa
Pada tahun 2026 Masehi, kalender Hijriyah berada dalam dua rentang tahun 1447 Hijriyah hingga 1448 Hijriyah.
Pergantian tahun Hijriyah diperkirakan terjadi pada pertengahan Juni 2026, sehingga umat Islam perlu mencermati susunan bulan dan hari-hari penting sebagai panduan beribadah sepanjang tahun.
Berdasarkan Kalender Hijriyah Indonesia terbitan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI, berikut keterkaitan bulan Masehi dan Hijriyah sepanjang tahun 2026.
Pergantian tahun Hijriyah dari 1447 H ke 1448 H diperkirakan berlangsung pada Selasa, 16 Juni 2026, bertepatan dengan 1 Muharam 1448 H.
Baca juga: Kalender Ramadhan 2026 Lengkap: Awal Puasa, Nuzulul Quran, hingga Perkiraan Lailatul Qadar
Sejumlah momentum penting keislaman akan diperingati sepanjang 2026, diantaranya:
Isra Miraj merupakan peristiwa monumental perjalanan Rasulullah SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, lalu naik ke Sidratul Muntaha. Peristiwa ini menjadi tonggak diwajibkannya salat lima waktu.
Dikutip dari buku Sirah Nabawiyah karya Syaikh Shafiyurrahman al-Mubarakfuri, Isra Mikraj merupakan mukjizat yang menguatkan posisi Rasulullah SAW sebagai utusan Allah dan menjadi ujian keimanan bagi umat Islam. Peristiwa ini juga menegaskan bahwa salat adalah ibadah utama yang memiliki dimensi spiritual paling kuat.
Bulan suci ini dikenal sebagai bulan diturunkannya Al-Qur’an dan bulan penuh ampunan. Dalam buku Mutiara Ramadhan yang Terabaikan karya Imam Ibnu Rajab al-Hanbali dijelaskan bahwa Ramadan adalah momentum pendidikan ruhani, di mana umat Islam dilatih mengendalikan hawa nafsu dan memperkuat kepedulian sosial.
Idul Fitri menandai berakhirnya Ramadan sekaligus menjadi simbol kemenangan spiritual. Idul Fitri mengajarkan umat Islam untuk kembali pada kesucian diri, memperbaiki relasi sosial, dan memperkuat nilai saling memaafkan.
Idul Adha erat kaitannya dengan ibadah haji dan penyembelihan hewan kurban. Dalam buku al-'Ibadah fi al-Islam karya Prof. Dr. Yusuf al-Qaradawi, dijelaskan bahwa ibadah kurban bukan sekadar ritual tahunan, melainkan simbol ketundukan dan solidaritas sosial yang diajarkan Nabi Ibrahim AS.
Tiga hari setelah Idul Adha, umat Islam memperingati Hari Tasyrik yang berlangsung pada 28–30 Mei 2026. Hari Tasyrik merupakan waktu di mana umat Islam dianjurkan memperbanyak zikir dan dilarang berpuasa. Hari-hari ini juga masih menjadi bagian dari rangkaian ibadah haji.
Tahun Baru Islam sering dimaknai sebagai momentum hijrah batin. Dikutip dari Makna Hijrah karya Prof. Dr. Didin Hafidhuddin, hijrah tidak hanya dipahami sebagai perpindahan fisik, tetapi perubahan sikap menuju kehidupan yang lebih berakhlak dan bertakwa.
Maulid Nabi menjadi momen untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW. Dalam buku Sejarah dan Metode Dakwah Nabi karya KH. Ali Mustafa Yaqub dijelaskan bahwa peringatan Maulid bertujuan menumbuhkan cinta kepada Nabi melalui pembacaan sirah dan shalawat, selama tidak bertentangan dengan prinsip syariat.
Baca juga: Kalender Hijriah 2026, Lengkap dengan Jadwal Puasa Sunnah dan Hari Besar Islam 1446–1447 H
Mengacu pada Surat Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, serta Menteri PANRB tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026, berikut daftar libur nasional sepanjang tahun.
Baca juga: Kalender 2026 Lengkap: Cek Tanggal Merah, Libur Nasional, hingga Penanggalan Hijriyah dan Jawa