Editor
KOMPAS.com - Peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW pada 2026 kembali hadir sebagai momentum spiritual yang sangat bermakna bagi umat Islam.
Di tengah kehidupan modern yang serba cepat dan penuh distraksi, tema Isra Miraj 2026 banyak diarahkan pada penguatan shalat dan pembentukan akhlak mulia sebagai fondasi utama menghadapi tantangan zaman.
Isra Miraj merupakan peristiwa luar biasa yang diabadikan Allah SWT dalam Surah Al-Isra ayat 1. Dalam satu malam, Rasulullah SAW melakukan perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, lalu naik ke Sidratul Muntaha.
Baca juga: Peringatan Isra Miraj 2026: Jadwal, Makna, dan Pesan Spiritual bagi Umat Islam
Dari peristiwa agung inilah umat Islam menerima perintah shalat lima waktu, ibadah yang menjadi tiang agama dan penopang kehidupan seorang mukmin.
Para ulama menegaskan bahwa Isra Miraj bukan sekadar kisah sejarah, melainkan pesan spiritual lintas zaman.
Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menyebut shalat sebagai mi’raj-nya orang beriman, yakni sarana untuk berkomunikasi langsung dengan Allah SWT.
Karena itu, tema Isra Miraj 2026 tidak hanya mengajak umat untuk menjaga shalat secara rutin, tetapi juga meningkatkan kualitas kekhusyukan dan pemaknaannya.
Di era digital saat ini, tantangan keimanan tidak selalu datang dalam bentuk ancaman fisik, melainkan melalui kelalaian, kesibukan berlebihan, dan krisis akhlak sosial.
Banyak orang mudah terpancing emosi, terjebak konflik di ruang digital, serta lupa menjaga adab dalam berinteraksi.
Dalam konteks inilah, Isra Miraj menjadi pengingat bahwa shalat yang benar seharusnya membentuk karakter yang tenang, jujur, dan penuh empati.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Ankabut ayat 45 bahwa shalat mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.
اُتْلُ مَاۤ اُوْحِيَ اِلَيْكَ مِنَ الْكِتٰبِ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَۗ اِنَّ الصَّلٰوةَ تَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِۗ وَلَذِكْرُ اللّٰهِ اَكْبَرُۗ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ
Artinya: “Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al-Qur’an, dan laksanakanlah salat. Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Dan sungguh, mengingat Allah (salat) itu lebih besar (keutamaannya). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
Ayat ini menjadi landasan kuat bahwa ibadah tidak boleh berhenti pada aspek ritual, tetapi harus tercermin dalam perilaku sehari-hari.
Tema Isra Miraj 2026 pun mendorong umat Islam untuk menjadikan shalat sebagai sumber kekuatan moral, baik dalam keluarga, lingkungan kerja, maupun kehidupan bermasyarakat.
Lebih dari itu, Isra Miraj juga sarat dengan pesan keteguhan iman. Peristiwa ini terjadi pada masa penuh kesedihan dalam hidup Rasulullah SAW, setelah wafatnya Khadijah dan Abu Thalib.
Namun, justru dari titik terendah itulah Allah SWT memberikan penguatan spiritual yang luar biasa.
Baca juga: Baitul Ma’mur, Ka’bah Penduduk Langit dalam Peristiwa Isra’ Mi’raj
Pesan ini relevan bagi umat Islam masa kini agar tidak kehilangan harapan di tengah berbagai ujian hidup.
Dengan mengangkat tema Isra Miraj 2026 yang menekankan shalat dan akhlak, peringatan ini diharapkan menjadi lebih dari sekadar agenda tahunan.
Ia menjadi ajakan reflektif untuk berhenti sejenak, menata ulang niat, serta memperbaiki hubungan dengan Allah SWT dan sesama manusia, demi terwujudnya kehidupan yang lebih damai dan bermakna.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang