Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Baitul Ma’mur, Ka’bah Penduduk Langit dalam Peristiwa Isra’ Mi’raj

Kompas.com, 12 Januari 2026, 19:38 WIB
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Peristiwa Isra’ Mi’raj tidak hanya menandai perjalanan fisik dan spiritual Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadi momen ketika Allah SWT memperlihatkan sebagian tanda kebesaran-Nya kepada Rasul-Nya.

Perjalanan agung ini terjadi pada masa yang amat berat bagi Nabi, setelah wafatnya Khadijah dan Abu Thalib, dua sosok yang selama ini menjadi penopang dakwah dan kehidupan beliau.

Al-Qur’an menegaskan tujuan perjalanan ini sebagai sarana penyingkapan tanda-tanda kekuasaan Allah, sebagaimana firman-Nya dalam Surah al-Isra’ ayat 1.

Di antara tanda kebesaran itu adalah diperlihatkannya Baitul Ma’mur, sebuah tempat suci yang menjadi pusat ibadah para malaikat dan disebut secara khusus dalam Al-Qur’an.

Baitul Ma’mur dalam Al-Qur’an dan Hadis

Baitul Ma’mur disebut dalam Surah ath-Thur sebagai bagian dari sumpah Allah SWT, sebuah penegasan yang menunjukkan kedudukannya yang agung.

“Demi Baitul Ma’mur, dan demi atap (langit) yang ditinggikan.”
(QS. ath-Thur [52]: 4–5)

Dalam hadis sahih yang diriwayatkan Imam al-Bukhari, Rasulullah SAW menceritakan bahwa saat Mi’raj, beliau diperlihatkan Baitul Ma’mur.

Setiap hari, sebanyak 70.000 malaikat masuk untuk melaksanakan shalat di dalamnya dan mereka tidak pernah kembali lagi hingga hari kiamat.

Gambaran ini menunjukkan betapa luasnya jumlah malaikat dan betapa terus-menerusnya ibadah yang berlangsung di sana.

Ibnu Katsir dalam Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim menjelaskan bahwa para malaikat melakukan thawaf di Baitul Ma’mur sebagaimana manusia melakukan thawaf di Ka’bah. Dengan demikian, Baitul Ma’mur kerap disebut sebagai “Ka’bah penduduk langit”.

Baca juga: Kisah Isra Mi’raj 2026: 27 Rajab 1447 H Jatuh 16 Januari, Ini Makna dan Hikmahnya

Letak dan Kedudukan Baitul Ma’mur

Mayoritas ulama berpendapat bahwa Baitul Ma’mur berada di langit ketujuh, tepat di bawah ‘Arasy, dan sejajar dengan Ka’bah di bumi.

Ibnu Katsir menegaskan bahwa jika seandainya Baitul Ma’mur jatuh, maka ia akan jatuh tepat di atas Ka’bah.

Penjelasan ini menegaskan hubungan simbolik antara ibadah penduduk langit dan penduduk bumi.

Dalam sebuah riwayat yang dinukil Ibnu Jarir ath-Thabari, Ali bin Abi Thalib RA menjelaskan bahwa Baitul Ma’mur adalah rumah ibadah para malaikat yang kesuciannya di langit setara dengan kesucian Baitullah di bumi.

Setiap hari, malaikat yang masuk ke dalamnya tidak pernah kembali lagi, menandakan luasnya ciptaan Allah yang tak terjangkau hitungan manusia.

Pandangan Ulama tentang Baitul Ma’mur

Meski pendapat tentang Baitul Ma’mur di langit ketujuh menjadi pandangan dominan, para ulama tafsir mencatat adanya perbedaan pandangan.

Al-Mawardi dalam Tafsir al-Mawardi menyebutkan beberapa pendapat, mulai dari Baitul Ma’mur sebagai Ka’bah malaikat, bangunan ibadah di bawah langit ketujuh, hingga pandangan minoritas yang mengaitkannya dengan Baitullah di bumi.

Perbedaan ini menunjukkan keluasan khazanah keilmuan Islam dan kehati-hatian ulama dalam memahami perkara gaib.

Namun, seluruh pendapat tersebut sepakat bahwa Baitul Ma’mur memiliki kedudukan istimewa sebagai simbol kemakmuran ibadah dan ketaatan total kepada Allah SWT.

Baca juga: Isra Mi’raj hingga Ash-Shiddiq: Kisah Iman Tanpa Keraguan Abu Bakar

Rasulullah dan Pertemuan dengan Nabi Ibrahim

Dalam perjalanan Mi’raj, Rasulullah SAW juga menjumpai Nabi Ibrahim AS di dekat Baitul Ma’mur.

Ibnu Katsir menggambarkan Nabi Ibrahim sedang menyandarkan punggungnya di salah satu dindingnya.

Pertemuan ini sarat makna, mengingat Nabi Ibrahim adalah sosok yang membangun Ka’bah di bumi. Keterkaitan ini mempertegas relasi spiritual antara Ka’bah di bumi dan Baitul Ma’mur di langit.

Menurut Prof. Dr. Umar Sulaiman al-Asyqar dalam buku Rahasia Alam Malaikat, Jin, dan Setan, Baitul Ma’mur berfungsi sebagai pusat ibadah malaikat sebagaimana Ka’bah menjadi pusat ibadah umat manusia.

Keselarasan ini menunjukkan bahwa seluruh makhluk, baik di bumi maupun di langit, berada dalam satu sistem ketundukan kepada Allah.

Baca juga: Latar Belakang Isra Miraj: Rihlah Bagi Jiwa yang Dilanda Duka

Makna Baitul Ma’mur bagi Kehidupan Beriman

Baitul Ma’mur tidak sekadar kisah kosmologis dalam Isra’ Mi’raj, tetapi mengandung pesan spiritual yang mendalam.

Ia menggambarkan bahwa ibadah adalah poros kehidupan seluruh makhluk. Jika para malaikat tanpa henti memakmurkan rumah ibadah mereka, maka manusia pun dituntut untuk memakmurkan masjid dan menjaga kualitas ibadahnya.

Dalam konteks Isra’ Mi’raj, diperlihatkannya Baitul Ma’mur menjadi penguat hati Rasulullah SAW bahwa di balik penderitaan dunia, ada tatanan ilahi yang penuh keteraturan, ketaatan, dan keindahan.

Pesan ini relevan bagi umat Islam saat ini, bahwa kesedihan dan ujian hidup bukan tanda ditinggalkan Allah, melainkan bagian dari perjalanan menuju penguatan iman.

Peristiwa ini mengajak umat Islam untuk memandang ibadah bukan sebagai beban, tetapi sebagai jalan penghubung antara bumi dan langit, sebagaimana shalat yang diwajibkan dalam Isra’ Mi’raj menjadi “mi’raj” harian bagi orang-orang beriman.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Kemenag Gelar Festival Literasi Islam, Ada Pameran Percetakan Al-Qur'an
Kemenag Gelar Festival Literasi Islam, Ada Pameran Percetakan Al-Qur'an
Aktual
Wasekjen PBNU Soroti Arogansi Hotman Paris, Tak Layak Jadi Teladan Generasi Muda
Wasekjen PBNU Soroti Arogansi Hotman Paris, Tak Layak Jadi Teladan Generasi Muda
Aktual
Kemenag: Tunjangan Guru dan Dosen Cair Minggu Depan
Kemenag: Tunjangan Guru dan Dosen Cair Minggu Depan
Aktual
Berapa Jumlah Rakaat Shalat Taubat? Ini Penjelasan dan Dalilnya
Berapa Jumlah Rakaat Shalat Taubat? Ini Penjelasan dan Dalilnya
Aktual
Bolehkah Mengulang Shalat Taubat dalam Sehari? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Bolehkah Mengulang Shalat Taubat dalam Sehari? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Aktual
Kemenag Siapkan Materi Pencegahan LGBTQ dalam Kurikulum, Tindak Lanjuti Perpres Nomor 111 Tahun 2025
Kemenag Siapkan Materi Pencegahan LGBTQ dalam Kurikulum, Tindak Lanjuti Perpres Nomor 111 Tahun 2025
Aktual
Anggaran Tambahan Sudah Masuk, Kemenag Cairkan Tunjangan Profesi Guru-Dosen Minggu Depan
Anggaran Tambahan Sudah Masuk, Kemenag Cairkan Tunjangan Profesi Guru-Dosen Minggu Depan
Aktual
7 Adab Imam Shalat Berjamaah Menurut Imam Al-Ghazali Agar Ibadah Lebih Sempurna
7 Adab Imam Shalat Berjamaah Menurut Imam Al-Ghazali Agar Ibadah Lebih Sempurna
Aktual
Tokoh NU Banten Dorong PBNU Kembali ke Khittah, Sebut Pengurus Harus Jadi 'Pelayan Ulama'
Tokoh NU Banten Dorong PBNU Kembali ke Khittah, Sebut Pengurus Harus Jadi "Pelayan Ulama"
Aktual
Kapan Shalat Taubat Dilakukan? Simak Penjelasan Waktu Terbaik dan Harus Dihindari
Kapan Shalat Taubat Dilakukan? Simak Penjelasan Waktu Terbaik dan Harus Dihindari
Aktual
Tunjangan Profesi Guru dan Dosen Kemenag 2025 Cair Minggu Depan
Tunjangan Profesi Guru dan Dosen Kemenag 2025 Cair Minggu Depan
Aktual
Ponpes Bahrul Ulum Tegaskan Netral Jelang Muktamar NU 2026, Fokus Layani Muktamirin
Ponpes Bahrul Ulum Tegaskan Netral Jelang Muktamar NU 2026, Fokus Layani Muktamirin
Aktual
3 Syarat Agar Taubat Diterima Allah Menurut Penjelasan Ulama
3 Syarat Agar Taubat Diterima Allah Menurut Penjelasan Ulama
Aktual
Tata Cara Shalat Taubat Lengkap dengan Niat dan Doa
Tata Cara Shalat Taubat Lengkap dengan Niat dan Doa
Doa dan Niat
Kemenhaj Umumkan Daftar Jemaah Haji 2027, ASN Diminta Segera Bangun Komunikasi
Kemenhaj Umumkan Daftar Jemaah Haji 2027, ASN Diminta Segera Bangun Komunikasi
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar