KOMPAS.com - Pemerintah menetapkan 16 Januari 2026 sebagai hari libur nasional dalam rangka memperingati Isra Miraj Nabi Muhammad SAW.
Penetapan ini bukan sekadar memberikan waktu luang dari aktivitas duniawi, tetapi juga menjadi kesempatan berharga bagi umat Islam untuk mengisinya dengan amal saleh dan pendekatan diri kepada Allah SWT.
Isra Miraj merupakan peristiwa luar biasa yang menandai diterimanya perintah sholat lima waktu secara langsung oleh Nabi Muhammad SAW.
Oleh karena itu, para ulama menganjurkan agar momen ini diisi dengan berbagai bentuk ibadah, meskipun tidak terdapat amalan khusus yang bersifat wajib.
Baca juga: Masih Salah Tulis Isra Mikraj? Ini Penulisan yang Benar Menurut KBBI
Berikut beberapa amalan yang dapat dilakukan untuk menghidupkan hari Isra Miraj dengan penuh makna dan keberkahan.
Istighfar merupakan amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam karena menjadi sarana pembersihan hati dari dosa dan kelalaian.
Dalam konteks Isra Miraj, memperbanyak istighfar dapat dimaknai sebagai bentuk muhasabah atau evaluasi diri, mengingat perjalanan spiritual Rasulullah SAW mengajarkan kedekatan seorang hamba dengan Tuhannya.
Rasulullah SAW sendiri dikenal sebagai pribadi yang sangat banyak beristighfar, meskipun beliau telah dijamin ampunan oleh Allah SWT. Dalam sebuah hadis sahih disebutkan:
“Demi Allah, sungguh aku beristighfar dan bertobat kepada Allah lebih dari tujuh puluh kali dalam sehari.” (HR. al-Bukhari)
Imam an-Nawawi dalam Al-Adzkar karya Imam Yahya bin Syaraf an-Nawawi menjelaskan bahwa istighfar bukan hanya penghapus dosa, tetapi juga pembuka pintu ketenangan hati dan kelapangan rezeki.
Oleh karena itu, mengisi libur Isra Miraj dengan memperbanyak istighfar dapat menjadi langkah awal untuk memperbaiki kualitas spiritual diri.
Baca juga: Sejarah Lengkap Isra Miraj: Latar Belakang, Kronologi, dan Hikmahnya
Puasa sunnah termasuk ibadah yang sangat dianjurkan pada hari-hari yang memiliki keutamaan, meskipun tidak ada ketentuan khusus yang mewajibkan puasa pada tanggal Isra Miraj. Puasa mengajarkan pengendalian diri, kesabaran, dan kepekaan sosial terhadap sesama.
Dalam kitab Riyadhus Shalihin karya Imam an-Nawawi, dijelaskan bahwa puasa sunnah merupakan salah satu amalan yang paling dicintai Allah setelah amalan wajib.
Libur Isra Miraj dapat menjadi waktu yang ideal untuk melaksanakan puasa sunnah karena suasana yang lebih tenang dan tidak terburu-buru oleh rutinitas kerja.
Isra Miraj memperlihatkan kekuasaan Allah SWT yang tidak terbatas oleh ruang dan waktu. Oleh karena itu, memperbanyak doa pada momen ini sangat dianjurkan sebagai wujud penghambaan dan pengakuan atas kelemahan manusia.
Doa merupakan komunikasi langsung antara hamba dan Rabb-nya. Rasulullah SAW bersabda:
“Doa adalah inti dari ibadah.” (HR. at-Tirmidzi)
Baca juga: 30 Ucapan Isra Miraj 2026: Singkat, Islami, dan Menyejukkan Hati
Tidak terdapat doa khusus yang diwajibkan pada hari Isra Miraj, namun umat Islam dianjurkan memperbanyak doa yang berisi permohonan ampunan, keteguhan iman, serta kebaikan dunia dan akhirat.
Salah satu doa yang sering dibaca pada bulan Rajab adalah doa yang diriwayatkan oleh Imam al-Baihaqi dalam Syu‘ab al-Iman:
Allahumma barik lana fi Rajaba wa Sya‘bana wa ballighna Ramadhana.
Artinya: “Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya‘ban, dan sampaikan kami ke bulan Ramadan.”
Baca juga: 5 Contoh Pidato Isra Miraj Penuh Hikmah dan Pesan Moral Kehidupan
Zikir memiliki peran penting dalam menjaga ketenangan batin dan memperkuat keimanan. Dalam Al-Qur’an, Allah SWT menegaskan bahwa hati manusia hanya akan menemukan ketenteraman dengan mengingat-Nya.
Imam al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumuddin menjelaskan bahwa zikir adalah jalan utama untuk membersihkan hati dari kegelisahan dan kecenderungan duniawi.
Mengisi hari libur Isra Miraj dengan zikir seperti tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir, baik secara pribadi maupun bersama keluarga akan menjadikan peringatan ini lebih bermakna dan bernilai ibadah.
Baca juga: Isra Miraj Itu Apa? Ini Penjelasan Lengkap Peristiwa Agung yang Diperingati Januari 2026
Shalat merupakan inti dari peristiwa Isra Miraj, karena perintah sholat lima waktu diterima langsung oleh Rasulullah SAW tanpa perantara.
Oleh sebab itu, memperbanyak sholat sunnah menjadi amalan yang paling relevan untuk dilakukan.
Sholat sunnah seperti tahajud, duha, rawatib, dan sholat taubat dapat menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Dalam kitab Fath al-Bari karya Ibnu Hajar al-Asqalani, dijelaskan bahwa salat sunnah berfungsi sebagai penyempurna kekurangan dalam salat wajib.
Libur Isra Miraj memberi kesempatan bagi umat Islam untuk melaksanakan salat sunnah dengan lebih khusyuk dan penuh penghayatan.
Peringatan Isra Miraj seharusnya tidak hanya dimaknai sebagai peristiwa historis, tetapi juga sebagai momentum peningkatan kualitas ibadah dan spiritualitas.
Dengan memperbanyak istighfar, puasa sunnah, doa, zikir, dan salat sunnah, hari libur Isra Miraj dapat diisi dengan amalan yang membawa keberkahan dan ketenangan jiwa.
Semoga setiap amal yang dilakukan menjadi jalan mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memperkuat keimanan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang