Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Peristiwa Isra Miraj Lengkap: Tahun Kesedihan hingga Perintah Sholat

Kompas.com, 15 Januari 2026, 12:15 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Peristiwa Isra dan Miraj merupakan salah satu mukjizat paling agung dalam sejarah kenabian Nabi Muhammad SAW.

Ia bukan sekadar perjalanan luar biasa menembus ruang dan waktu, melainkan rangkaian peristiwa spiritual yang memiliki konteks sejarah, psikologis, dan teologis yang sangat kuat.

Isra Miraj hadir sebagai jawaban Ilahi atas duka mendalam Rasulullah, sekaligus menjadi fondasi utama ibadah umat Islam melalui perintah sholat lima waktu.

Baca juga: Isra Mi’raj 2026 Berapa Hijriah? Ini Penjelasan Tanggal dan Makna Peringatannya

Tahun Kesedihan: Saat Rasulullah Kehilangan Dua Penopang Utama

Isra Miraj terjadi pada periode yang oleh para sejarawan sirah disebut sebagai ‘Amul Huzni atau Tahun Kesedihan.

Dalam rentang waktu yang berdekatan, Rasulullah kehilangan dua sosok terpenting dalam hidup dan dakwahnya.

Abu Thalib, sang paman yang selama ini menjadi pelindung politik Rasulullah dari tekanan Quraisy, wafat tanpa sempat menyatakan keislaman.

Tidak lama berselang, Khadijah binti Khuwailid, istri tercinta sekaligus pendukung moral dan finansial dakwah, juga berpulang.

Menurut Ibnu Hisyam dalam Sirah Nabawiyah, wafatnya dua tokoh ini membuat posisi Rasulullah di Makkah semakin rentan.

Tekanan kaum Quraisy meningkat, penghinaan dan kekerasan dilakukan secara terbuka, bahkan jalan dakwah terasa seolah tertutup.

Baca juga: Pertanyaan tentang Isra Miraj yang Sering Ditanyakan, dari Makna hingga Hikmah bagi Umat Islam

Penolakan di Thaif dan Kedalaman Luka Rasulullah

Dalam upaya mencari dukungan baru, Rasulullah pergi ke Thaif. Namun, harapan itu berubah menjadi luka.

Beliau justru diusir, dicaci, dan dilempari batu hingga berdarah. Dalam kondisi fisik dan batin yang sangat lelah, Rasulullah berdoa dengan penuh kepasrahan, sebagaimana diriwayatkan dalam berbagai kitab sirah.

Para ulama menyebut fase ini sebagai titik terendah secara manusiawi dalam kehidupan Rasulullah.

Dari sinilah Isra Miraj dipahami sebagai bentuk tasliyah, hiburan dan penguatan langsung dari Allah SWT kepada hamba-Nya.

Tinggal di Rumah Ummu Hani’: Awal Datangnya Mukjizat

Setelah peristiwa Thaif, Rasulullah berada di tengah keluarga Abu Thalib. Salah satu tempat beliau singgahi adalah rumah sepupu perempuannya, Fakhitah binti Abi Thalib yang lebih dikenal dengan kunyah Ummu Hani’. Ia adalah saudari Ja’far dan Ali bin Abi Thalib, serta termasuk sahabiyah awal yang beriman.

Dalam kitab Al-Bidayah wan Nihayah karya Ibnu Katsir dijelaskan bahwa Rasulullah bermalam di rumah Ummu Hani’ pada malam terjadinya Isra Miraj.

Di rumah inilah malaikat Jibril datang menjemput Rasulullah. Kediaman Ummu Hani’ menjadi saksi salah satu peristiwa paling monumental dalam sejarah Islam.

Ummu Hani’ sendiri kelak menjadi periwayat hadits dan termasuk orang yang paling awal membenarkan peristiwa Isra dan Miraj tanpa keraguan.

Pembersihan Dada: Persiapan Spiritual Rasulullah

Sebelum perjalanan dimulai, Rasulullah mengalami peristiwa pembelahan dada (syaqqush shadr).

Dalam hadits riwayat Imam Bukhari, disebutkan bahwa dada Rasulullah dibelah, dibersihkan dengan air zamzam, lalu diisi dengan hikmah dan iman.

Para ulama, seperti Imam Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim, menegaskan bahwa proses ini bukan karena adanya kekurangan dalam diri Nabi, melainkan sebagai persiapan ruhani agar beliau mampu menyaksikan realitas alam gaib yang sangat dahsyat.

Baca juga: Doa Malam Isra Miraj: Mustajab Mengabulkan Hajat

Isra: Perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa

Setelah itu, Rasulullah menaiki Buraq, kendaraan istimewa yang langkahnya sejauh pandangan mata.

Dalam waktu singkat, beliau melakukan perjalanan dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa di Palestina.

Setibanya di sana, Rasulullah melaksanakan shalat dua rakaat dan menjadi imam bagi para nabi terdahulu.

Peristiwa ini menegaskan posisi Rasulullah sebagai penutup dan penyempurna risalah para nabi sebelumnya.

Miraj: Menembus Tujuh Lapis Langit

Dari Masjidil Aqsa, Rasulullah melanjutkan perjalanan Miraj, naik menembus tujuh lapisan langit.

Di setiap langit, beliau bertemu dengan para nabi, diantaranya Nabi Adam, Isa, Yahya, Yusuf, Idris, Harun, Musa, dan Ibrahim.

Di langit ketujuh, Rasulullah melihat Baitul Makmur, tempat ibadah para malaikat. Beliau juga diperlihatkan surga dan neraka, sebagai pengajaran langsung tentang balasan amal manusia.

Sidratul Muntaha dan Dialog Agung tentang Shalat

Puncak perjalanan terjadi di Sidratul Muntaha, batas tertinggi makhluk. Di sinilah Rasulullah menerima perintah shalat langsung dari Allah SWT tanpa perantara.

Awalnya, shalat diwajibkan sebanyak 50 waktu dalam sehari semalam. Namun, ketika Rasulullah bertemu Nabi Musa AS saat turun dari langit, Nabi Musa menyarankan agar Rasulullah memohon keringanan, karena umatnya dinilai tidak akan mampu.

Terjadilah dialog bolak-balik antara Rasulullah dan Allah SWT, hingga akhirnya shalat ditetapkan menjadi lima waktu dengan pahala setara 50 waktu. Kisah ini diriwayatkan secara sahih dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim.

Baca juga: Isra Mi’raj 2026 Berapa Hijriah? Ini Penjelasan Tanggal dan Makna Peringatannya

Makna Isra Miraj bagi Umat Islam

Isra Miraj menegaskan bahwa shalat bukan sekadar kewajiban ritual, melainkan inti hubungan antara hamba dan Tuhannya. 

Berbeda dengan ibadah lain yang disyariatkan di bumi, shalat merupakan “oleh-oleh” langsung dari langit.

Para ulama sepakat bahwa Isra Miraj mengajarkan keseimbangan antara keteguhan iman, ketabahan menghadapi ujian, dan kedisiplinan ibadah. Peristiwa ini juga menjadi pengingat bahwa setelah kesulitan, selalu ada pertolongan Allah.

Peringatan Isra Miraj seharusnya tidak berhenti pada seremoni, tetapi menjadi momentum untuk memperbaiki kualitas shalat, memperkuat keimanan, dan meneladani keteguhan Rasulullah dalam menghadapi ujian hidup.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang



Terkini Lainnya
Tugas Istri dalam Islam: Peran Utama yang Tidak Sekadar Urusan Rumah Tangga
Tugas Istri dalam Islam: Peran Utama yang Tidak Sekadar Urusan Rumah Tangga
Aktual
Kenapa Isra Miraj Dilakukan Malam Hari? Ini Penjelasan Alquran
Kenapa Isra Miraj Dilakukan Malam Hari? Ini Penjelasan Alquran
Aktual
7 Langkah Praktis Bersyukur kepada Allah SWT untuk Hidup Lebih Berkah
7 Langkah Praktis Bersyukur kepada Allah SWT untuk Hidup Lebih Berkah
Doa dan Niat
Peringatan Isra Mikraj, Menag: Jika Ada Masalah Rumah Tangga, Jangan Langsung ke Pengadilan
Peringatan Isra Mikraj, Menag: Jika Ada Masalah Rumah Tangga, Jangan Langsung ke Pengadilan
Aktual
Musim Dingin Ekstrem Menguji Pengungsi Gaza Utara, Selimut Hangat Jadi Penyelamat
Musim Dingin Ekstrem Menguji Pengungsi Gaza Utara, Selimut Hangat Jadi Penyelamat
Aktual
Arab Saudi Pasang Sensor Pintar di Masjidil Haram untuk Kendalikan Arus Jamaah
Arab Saudi Pasang Sensor Pintar di Masjidil Haram untuk Kendalikan Arus Jamaah
Aktual
Apakah Greenland Disebut dalam Al Quran? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Apakah Greenland Disebut dalam Al Quran? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Aktual
Pertanyaan tentang Isra Miraj yang Jarang Dibahas dalam Sejarah Islam
Pertanyaan tentang Isra Miraj yang Jarang Dibahas dalam Sejarah Islam
Aktual
Ramadhan Datang Senyap, Pergi Terlalu Cepat: Mengapa Bulan Suci Selalu Terasa Singkat?
Ramadhan Datang Senyap, Pergi Terlalu Cepat: Mengapa Bulan Suci Selalu Terasa Singkat?
Aktual
Peristiwa Isra Miraj Lengkap: Tahun Kesedihan hingga Perintah Sholat
Peristiwa Isra Miraj Lengkap: Tahun Kesedihan hingga Perintah Sholat
Aktual
KJRI Jeddah: Kartu Nusuk Jamaah Haji Indonesia Dibagikan Sejak di Tanah Air
KJRI Jeddah: Kartu Nusuk Jamaah Haji Indonesia Dibagikan Sejak di Tanah Air
Aktual
Sekolah di Abu Dhabi Larang Siswa Bawa Bekal Sosis hingga Mi Instan
Sekolah di Abu Dhabi Larang Siswa Bawa Bekal Sosis hingga Mi Instan
Aktual
Penampakan Berbagai Siksaan di Malam Isra Mi'raj: Peringatan Nyata Bagi Manusia
Penampakan Berbagai Siksaan di Malam Isra Mi'raj: Peringatan Nyata Bagi Manusia
Doa dan Niat
Isra Miraj Biasanya Ngapain? Ini Kegiatan dan Amalan yang Dianjurkan
Isra Miraj Biasanya Ngapain? Ini Kegiatan dan Amalan yang Dianjurkan
Aktual
Mulai 2026, Ganggu Ibadah Agama Lain Bisa Masuk Penjara
Mulai 2026, Ganggu Ibadah Agama Lain Bisa Masuk Penjara
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com