Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Abu Dhabi Teraman di Dunia, Jakarta Peringkat ke Berapa?

Kompas.com, 18 Januari 2026, 08:48 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com — Abu Dhabi kembali menegaskan reputasinya sebagai kota teraman di dunia. Ibu kota Uni Emirat Arab (UEA) itu dinobatkan sebagai kota paling aman di dunia selama 10 tahun berturut-turut, berdasarkan pemeringkatan global yang dirilis Numbeo dan dilansir Gulf News.

Dalam indeks tersebut, Abu Dhabi menempati peringkat teratas dari 400 kota di 150 negara, dengan skor keamanan tertinggi, terutama dalam kategori keamanan berjalan sendirian pada siang dan malam hari.

“Abu Dhabi tidak hanya terasa aman, tetapi memang dirancang untuk aman,” tulis Gulf News, mengulas keberhasilan kota tersebut mempertahankan posisi puncak selama satu dekade.

Baca juga: 5 Berita Terpopuler Cahaya Kemarin: Aduan Haji Disorot, Petugas Dipulangkan, hingga Kabar Raja Salman

Keberhasilan itu tak lepas dari komitmen kuat pemerintah setempat dalam menerapkan teknologi canggih, transformasi digital, kecerdasan buatan (AI), dan analisis prediktif dalam sistem kepolisian.

Komandan Kepolisian Abu Dhabi, Mayor Jenderal Ahmed Saif bin Zaitoon Al Muhairi, menekankan bahwa pendekatan kepolisian modern membuat aparat selalu selangkah lebih maju dalam mencegah kejahatan.

Selain aman, Abu Dhabi juga dikenal sebagai destinasi wisata kelas dunia, mulai dari Masjid Agung Sheikh Zayed, Louvre Abu Dhabi, hingga kawasan hiburan Yas Island dan pantai alami Saadiyat.

Peringkat Teraman Versi CEOWORLD 2025

Sementara itu, CEOWORLD Magazine juga menobatkan Abu Dhabi sebagai kota teraman di dunia 2025 dengan skor keamanan 97,73 dari 100, mengungguli Taipei (97,5) dan Doha (97,35).

Pemeringkatan ini melibatkan 300 kota global, dengan penilaian berdasarkan statistik kriminalitas, efektivitas penegakan hukum, dan keamanan infrastruktur.

CEOWORLD menilai Abu Dhabi unggul berkat penegakan hukum yang kuat, pengawasan berbasis AI, serta program community policing, seperti Civil Defence Safety Patrol, yang meminimalkan risiko di kawasan permukiman dan pusat bisnis.

Kondisi keamanan yang stabil juga dinilai berdampak positif terhadap iklim investasi, pasar properti, serta kenyamanan warga dan wisatawan di tengah ketidakpastian global.

Jakarta di Peringkat 229 Dunia

Lantas, di mana posisi Jakarta?

Dalam daftar yang sama, Jakarta berada di peringkat ke-229 dunia, dengan skor keamanan 64,63.

Posisi ini menempatkan ibu kota Indonesia jauh di bawah kota-kota teraman dunia, sekaligus menjadi catatan penting terkait tantangan keamanan perkotaan di negara berkembang.

Baca juga: Sekolah di Abu Dhabi Larang Siswa Bawa Bekal Sosis hingga Mi Instan

Sebagai perbandingan, kawasan Timur Tengah dan Eropa mendominasi daftar 10 besar kota teraman, yang diisi antara lain oleh Abu Dhabi, Taipei, Doha, Ajman, Dubai, Muscat, Den Haag, Bern, dan Munich.

CEOWORLD menekankan, faktor seperti stabilitas politik, tata kelola pemerintahan, modernisasi sistem keamanan, dan partisipasi masyarakat menjadi kunci utama tingginya tingkat keamanan sebuah kota.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
DPR Setujui Anggaran Rp 4,5 Triliun untuk Pesantren Tahun 2027
DPR Setujui Anggaran Rp 4,5 Triliun untuk Pesantren Tahun 2027
Aktual
Haji Mabrur: Sebuah Prestasi Spiritual, Bukan Prestise Sosial
Haji Mabrur: Sebuah Prestasi Spiritual, Bukan Prestise Sosial
Aktual
?Niat Puasa Asyura Lengkap Tulisan Arab, Keutamaan dan Waktu Terbaik Melaksanakannya
?Niat Puasa Asyura Lengkap Tulisan Arab, Keutamaan dan Waktu Terbaik Melaksanakannya
Doa dan Niat
Cerita Mbah Marsiyah Jemaah Haji Tertua 105 Tahun, Selalu Sehat Selama Berhaji
Cerita Mbah Marsiyah Jemaah Haji Tertua 105 Tahun, Selalu Sehat Selama Berhaji
Aktual
AMALI Desak Negara Biayai Pesantren Secara Penuh, Soroti Diskriminasi terhadap Ma'had Aly
AMALI Desak Negara Biayai Pesantren Secara Penuh, Soroti Diskriminasi terhadap Ma'had Aly
Aktual
Sensasi Berkuda di Gurun Madinah: Wisata Spiritual Jemaah Indonesia
Sensasi Berkuda di Gurun Madinah: Wisata Spiritual Jemaah Indonesia
Aktual
Puasa Asyura 10 Muharram: Niat, Keutamaan, dan Tata Cara Pelaksanaannya
Puasa Asyura 10 Muharram: Niat, Keutamaan, dan Tata Cara Pelaksanaannya
Doa dan Niat
6 Keutamaan Puasa Tasua dan Asyura di Bulan Muharram, Hapus Dosa Setahun
6 Keutamaan Puasa Tasua dan Asyura di Bulan Muharram, Hapus Dosa Setahun
Aktual
Komisi VIII DPR Dorong BPKH Lebih Independen untuk Optimalkan Investasi Dana Haji
Komisi VIII DPR Dorong BPKH Lebih Independen untuk Optimalkan Investasi Dana Haji
Aktual
Jadwal Puasa Tasua dan Asyura 2026, Bolehkan Menjalankan Salah Satunya Saja?
Jadwal Puasa Tasua dan Asyura 2026, Bolehkan Menjalankan Salah Satunya Saja?
Aktual
Puasa Asyura, Warisan Para Nabi yang Hapus Dosa Setahun dan Sarat Hikmah
Puasa Asyura, Warisan Para Nabi yang Hapus Dosa Setahun dan Sarat Hikmah
Aktual
Mengapa 10 Muharram Disebut Hari Raya Anak Yatim? Ini Sejarah dan Maknanya
Mengapa 10 Muharram Disebut Hari Raya Anak Yatim? Ini Sejarah dan Maknanya
Aktual
MUI Minta Pelaku Penganiayaan di Bandung Dihukum Maksimal: Jangan Ada Toleransi untuk Kekerasan Berkedok Cinta
MUI Minta Pelaku Penganiayaan di Bandung Dihukum Maksimal: Jangan Ada Toleransi untuk Kekerasan Berkedok Cinta
Aktual
PBB: Serangan di Gaza Berlanjut, Krisis Bahan Bakar Ganggu Layanan Kemanusiaan
PBB: Serangan di Gaza Berlanjut, Krisis Bahan Bakar Ganggu Layanan Kemanusiaan
Aktual
Puasa Tasua 9 Muharram: Niat, Dalil Anjuran, Keutamaan, dan Tata Caranya
Puasa Tasua 9 Muharram: Niat, Dalil Anjuran, Keutamaan, dan Tata Caranya
Doa dan Niat
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com