Editor
KOMPAS.com — Abu Dhabi kembali menegaskan reputasinya sebagai kota teraman di dunia. Ibu kota Uni Emirat Arab (UEA) itu dinobatkan sebagai kota paling aman di dunia selama 10 tahun berturut-turut, berdasarkan pemeringkatan global yang dirilis Numbeo dan dilansir Gulf News.
Dalam indeks tersebut, Abu Dhabi menempati peringkat teratas dari 400 kota di 150 negara, dengan skor keamanan tertinggi, terutama dalam kategori keamanan berjalan sendirian pada siang dan malam hari.
“Abu Dhabi tidak hanya terasa aman, tetapi memang dirancang untuk aman,” tulis Gulf News, mengulas keberhasilan kota tersebut mempertahankan posisi puncak selama satu dekade.
Keberhasilan itu tak lepas dari komitmen kuat pemerintah setempat dalam menerapkan teknologi canggih, transformasi digital, kecerdasan buatan (AI), dan analisis prediktif dalam sistem kepolisian.
Komandan Kepolisian Abu Dhabi, Mayor Jenderal Ahmed Saif bin Zaitoon Al Muhairi, menekankan bahwa pendekatan kepolisian modern membuat aparat selalu selangkah lebih maju dalam mencegah kejahatan.
Selain aman, Abu Dhabi juga dikenal sebagai destinasi wisata kelas dunia, mulai dari Masjid Agung Sheikh Zayed, Louvre Abu Dhabi, hingga kawasan hiburan Yas Island dan pantai alami Saadiyat.
Sementara itu, CEOWORLD Magazine juga menobatkan Abu Dhabi sebagai kota teraman di dunia 2025 dengan skor keamanan 97,73 dari 100, mengungguli Taipei (97,5) dan Doha (97,35).
Pemeringkatan ini melibatkan 300 kota global, dengan penilaian berdasarkan statistik kriminalitas, efektivitas penegakan hukum, dan keamanan infrastruktur.
CEOWORLD menilai Abu Dhabi unggul berkat penegakan hukum yang kuat, pengawasan berbasis AI, serta program community policing, seperti Civil Defence Safety Patrol, yang meminimalkan risiko di kawasan permukiman dan pusat bisnis.
Kondisi keamanan yang stabil juga dinilai berdampak positif terhadap iklim investasi, pasar properti, serta kenyamanan warga dan wisatawan di tengah ketidakpastian global.
Lantas, di mana posisi Jakarta?
Dalam daftar yang sama, Jakarta berada di peringkat ke-229 dunia, dengan skor keamanan 64,63.
Posisi ini menempatkan ibu kota Indonesia jauh di bawah kota-kota teraman dunia, sekaligus menjadi catatan penting terkait tantangan keamanan perkotaan di negara berkembang.
Baca juga: Sekolah di Abu Dhabi Larang Siswa Bawa Bekal Sosis hingga Mi Instan
Sebagai perbandingan, kawasan Timur Tengah dan Eropa mendominasi daftar 10 besar kota teraman, yang diisi antara lain oleh Abu Dhabi, Taipei, Doha, Ajman, Dubai, Muscat, Den Haag, Bern, dan Munich.
CEOWORLD menekankan, faktor seperti stabilitas politik, tata kelola pemerintahan, modernisasi sistem keamanan, dan partisipasi masyarakat menjadi kunci utama tingginya tingkat keamanan sebuah kota.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang