Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bulan Puasa 2026 Berapa Hari Lagi? Hitung Mundur dan Persiapan Menyambut Ramadhan 1447 H

Kompas.com, 19 Januari 2026, 08:35 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com – Umat Islam di Indonesia dan seluruh dunia kini mulai bertanya, bulan puasa 2026 berapa hari lagi? Pertanyaan ini muncul karena Ramadhan, bulan suci penuh berkah dan ampunan, semakin dekat memasuki penghujung bulan Rajab menuju Syaban dan Ramadhan.

Menurut kalender Hijriah global yang dirilis oleh berbagai sumber kalender Islam, termasuk kalender Hijriah Indonesia 2026 dari Kemenag dan data astronomis, awal Ramadhan 1447 Hijriah diperkirakan jatuh pada 19 Februari 2026.

Ini berarti puasa Ramadhan akan dimulai sekitar 31–34 hari lagi dari pertengahan Januari 2026, tergantung pada metode penetapan dan hasil sidang isbat di Indonesia.

Baca juga: Hitung Mundur Ramadhan 2026: Awal Puasa Diprediksi 18 atau 19 Februari

Namun, perlu diingat bahwa tanggal pasti awal puasa ditentukan oleh penetapan resmi melalui rukyatul hilal (pengamatan bulan sabit) atau hisab (perhitungan astronomi) yang dilakukan oleh Pemerintah melalui Kementerian Agama RI dan ormas Islam seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU).

Estimasi dan Perbedaan Penetapan

Di Indonesia, dua pendekatan dalam menentukan awal Ramadhan bisa berbeda:

  • Muhammadiyah telah menetapkan bahwa 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026 berdasarkan hisab hakiki wujudul hilal. 
  • Sedangkan pemerintah dan NU umumnya memperkirakan 1 Ramadhan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026 setelah sidang isbat dan penyatuan rukyatul hilal.

Dengan perbedaan ini, hitungan mundur puasa 2026 saat ini berkisar antara sekitar 31 sampai 34 hari lagi dari tanggal 19 Januari 2026.

Kenapa Tanggalnya Bisa Berbeda?

Perbedaan tanggal awal puasa Ramadhan bukan hal baru dalam tradisi Islam. Ini karena kalender Hijriah adalah kalender lunar (berbasis bulan), sehingga setiap bulan baru dimulai ketika bulan sabit pertama terlihat atau dihitung melalui perhitungan astronomi.

  • Hisab — perhitungan astronomi yang digunakan Muhammadiyah, sering kali lebih awal.
  • Rukyatul hilal — pengamatan fisik bulan sabit yang dipakai pemerintah dan banyak negara Islam lainnya.

Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk mengikuti keputusan resmi dari otoritas Islam atau pemerintah masing-masing wilayah saat pengumuman sidang isbat menjelang akhir bulan Sya’ban.

Menyambut Ramadhan dengan Persiapan

Mengetahui bulan puasa 2026 berapa hari lagi tidak hanya sekadar hitungan waktu, tetapi juga momentum untuk berbenah diri dan memperbanyak amal ibadah.

Ramadhan adalah bulan penuh rahmat, kesempatan untuk memperbaiki hubungan dengan Allah SWT dan sesama, serta kesempatan memperkuat disiplin spiritual melalui ibadah puasa, shalawat, sedekah, dan membaca Al-Qur’an.

Umat Islam juga sering memanfaatkan waktu persiapan ini untuk:

  • Menyampaikan zakat fitrah dan sedekah lebih awal,
  • Mengatur niat dan target ibadah pribadi,
  • Mempelajari fiqh puasa dan amalan yang dianjurkan di bulan Ramadhan.

Doa dan Harapan Menyambut Bulan Suci

Seiring hitungan mundur yang semakin singkat, umat Islam di berbagai penjuru dunia mulai berdoa memohon keberkahan Ramadhan agar diberi kekuatan menjalankan ibadah puasa dan amalan yang maksimal.

Baca juga: Ramadhan 2026: Apakah Sekolah Libur 1 Bulan Selama Puasa?

Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga memperkuat kesabaran, meningkatkan ketakwaan, dan mempererat tali persaudaraan.

Dengan demikian, bulan puasa 2026 berapa hari lagi kini tinggal sekitar sebulan lebih sedikit menuju tanggal awal Ramadhan 1447 H yang akan segera ditetapkan secara resmi.

Semoga segala persiapan kita diterima dan menjadikan Ramadhan kali ini sebagai momentum perubahan diri yang lebih baik.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Cerita Mbah Marsiyah Jemaah Haji Tertua 105 Tahun, Selalu Sehat Selama Berhaji
Cerita Mbah Marsiyah Jemaah Haji Tertua 105 Tahun, Selalu Sehat Selama Berhaji
Aktual
AMALI Desak Negara Biayai Pesantren Secara Penuh, Soroti Diskriminasi terhadap Ma'had Aly
AMALI Desak Negara Biayai Pesantren Secara Penuh, Soroti Diskriminasi terhadap Ma'had Aly
Aktual
Sensasi Berkuda di Gurun Madinah: Wisata Spiritual Jemaah Indonesia
Sensasi Berkuda di Gurun Madinah: Wisata Spiritual Jemaah Indonesia
Aktual
Puasa Asyura 10 Muharram: Niat, Keutamaan, dan Tata Cara Pelaksanaannya
Puasa Asyura 10 Muharram: Niat, Keutamaan, dan Tata Cara Pelaksanaannya
Doa dan Niat
6 Keutamaan Puasa Tasua dan Asyura di Bulan Muharram, Hapus Dosa Setahun
6 Keutamaan Puasa Tasua dan Asyura di Bulan Muharram, Hapus Dosa Setahun
Aktual
Komisi VIII DPR Dorong BPKH Lebih Independen untuk Optimalkan Investasi Dana Haji
Komisi VIII DPR Dorong BPKH Lebih Independen untuk Optimalkan Investasi Dana Haji
Aktual
Jadwal Puasa Tasua dan Asyura 2026, Bolehkan Menjalankan Salah Satunya Saja?
Jadwal Puasa Tasua dan Asyura 2026, Bolehkan Menjalankan Salah Satunya Saja?
Aktual
Puasa Asyura, Warisan Para Nabi yang Hapus Dosa Setahun dan Sarat Hikmah
Puasa Asyura, Warisan Para Nabi yang Hapus Dosa Setahun dan Sarat Hikmah
Aktual
Mengapa 10 Muharram Disebut Hari Raya Anak Yatim? Ini Sejarah dan Maknanya
Mengapa 10 Muharram Disebut Hari Raya Anak Yatim? Ini Sejarah dan Maknanya
Aktual
MUI Minta Pelaku Penganiayaan di Bandung Dihukum Maksimal: Jangan Ada Toleransi untuk Kekerasan Berkedok Cinta
MUI Minta Pelaku Penganiayaan di Bandung Dihukum Maksimal: Jangan Ada Toleransi untuk Kekerasan Berkedok Cinta
Aktual
PBB: Serangan di Gaza Berlanjut, Krisis Bahan Bakar Ganggu Layanan Kemanusiaan
PBB: Serangan di Gaza Berlanjut, Krisis Bahan Bakar Ganggu Layanan Kemanusiaan
Aktual
Puasa Tasua 9 Muharram: Niat, Dalil Anjuran, Keutamaan, dan Tata Caranya
Puasa Tasua 9 Muharram: Niat, Dalil Anjuran, Keutamaan, dan Tata Caranya
Doa dan Niat
Rais Aam PBNU Ingatkan Kekuasaan Bisa Hancur karena Kezaliman
Rais Aam PBNU Ingatkan Kekuasaan Bisa Hancur karena Kezaliman
Aktual
MUI: Jangan Gunakan Kekerasan Jika Temukan Indikasi LGBT pada Anak, Harus Dirangkul
MUI: Jangan Gunakan Kekerasan Jika Temukan Indikasi LGBT pada Anak, Harus Dirangkul
Aktual
MUI Apresiasi Penyelenggaraan Haji 2026, Nilai Pelayanan Jamaah Semakin Membaik
MUI Apresiasi Penyelenggaraan Haji 2026, Nilai Pelayanan Jamaah Semakin Membaik
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com