Penulis
KOMPAS.com - Menjelang bulan Ramadhan, umat Islam dianjurkan memperbanyak amalan sunnah, salah satunya puasa Ayyamul Bidh. Lantas, kapan puasa Ayyamul Bidh bulan Sya’ban 1447 H dilaksanakan? Berikut penjelasan waktu pelaksanaan, dasar hadits, serta panduan bagi masyarakat agar tidak keliru dalam menentukan hari puasa.
Puasa Ayyamul Bidh di bulan Sya’ban memiliki nilai istimewa karena dilaksanakan pada waktu ketika amal-amal manusia diangkat kepada Allah SWT. Karena itu, ketepatan dalam menentukan waktunya menjadi hal penting agar ibadah tidak keliru.
Lantas kapan jadwal puasa Ayyamul Bidh di bulan Sya'ban 1447 H? Artikel ini akan membahas secara lengkap.
Baca juga: Ayyamul Bidh: Definisi, Keutamaan Puasa, dan Hikmah Spiritual di Tengah Bulan Hijriyah
Puasa Ayyamul Bidh adalah puasa sunnah yang dikerjakan pada tanggal 13, 14, dan 15 dalam kalender Hijriah. Menurut Ibnu Rajab Al hambali dalam kitab Lathaif al-Ma’arif, puasa ini diebut sebagai Ayyamul Bidh bukan hanya karena bertepatan dengan bulan bersinar putih, tetapi juga simbol kejernihan hati dan cahaya amal.
Secara istilah syariat, Ayyamul Bidh adalah puasa sunnah yang dikerjakan pada tiga hari tersebut setiap bulan Hijriah, sebagaimana kebiasaan Rasulullah SAW yang diriwayatkan dalam berbagai hadits sahih.
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يُفْطِرُ أَيَّامَ الْبِيضِ فِي حَضَرٍ وَلَا سَفَرٍ
Artinya: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada ayyamul biidh ketika tidak bepergian maupun ketika bersafar.” (HR. An Nasai).
Niat sebagai pondasi ibadah harus diucapkan, minimal dalam hati untuk menandai seorang muslim sedang menjalankan ibadah tertentu. Niat diucapkan saat makan sahur.
Ketika lupa tidak sahur dan ingin tetap menjalankan puasa ayyamul bidh, bisa diniatkan saat ingat, dengan catatan belum makan atau minum.
Untuk puasa ayyamul bidh, niatnya sepeti di bawah ini:
Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu shauma ayyaamil bidh lilaahi ta'aala.
Artinya:
Saya niat puasa Ayyamul Bidh karena Allah Ta'ala.
Baca juga: Niat Puasa Syaban: Panduan Lengkap, Keutamaan, dan Dalilnya
Keutamaan puasa Ayyamul Bidh sangat jelas dalam hadis Nabi SAW. Puasa Ayyamul Bidh secara rutin setiap bulan sama dengan puasa selama setahun.
صَوْمُ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ صَوْمُ الدَّهْرِ كُلِّهِ
Artinya: “Puasa pada tiga hari setiap bulannya adalah seperti puasa sepanjang tahun.” (HR. Bukhari).
Imam Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa puasa tiga hari setiap bulan setara dengan puasa sepanjang tahun. Hal ini karena satu kebaikan dibalas sepuluh kali lipat.
Ibnu Qudamah dalam Al-Mughni juga menegaskan bahwa Ayyamul Bidh termasuk puasa sunnah yang paling dianjurkan karena kontinuitasnya dan kemudahannya bagi umat Islam dari berbagai kondisi.
Waktu puasa Ayyamul Bidh bulan Sya'ban 1447 H jatuh pada tanggal:
Baca juga: Niat Puasa Nisfu Syaban: Bacaan, Dalil, Jadwal, dan Keutamaannya
Ayyamul Bidh adalah warisan sunnah Rasulullah SAW yang sarat makna. Dengan menjalankan puasa Ayyamul Bidh, khususnya di bulan Sya'ban, mempunyai keistimewaan karena bersamaan dengan persiapan menuju bulan Ramadhan.
Puasa Ayyamul Bidh adalah tiga hari puasa yang ringan, namun mampu menerangi kehidupan, sebagaimana terang bulan di malam-malam putih.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang