Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Lobi 280 Hotel Haji di Arab Saudi Akan Disulap Jadi Gerai Kuliner Indonesia

Kompas.com, 27 Januari 2026, 15:24 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyiapkan terobosan baru untuk meningkatkan kenyamanan jamaah haji Indonesia di Tanah Suci.

Lobi-lobi hotel pemondokan jamaah di Mekkah dan Madinah akan disulap menjadi gerai kuliner khas Indonesia sekaligus pusat layanan jasa.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Kemenhaj, Jaenal Effendi, mengungkapkan bahwa pemerintah Indonesia menyewa penuh sekitar 280 hotel untuk musim haji tahun ini. Selama ini, area lobi hotel dinilai kurang termanfaatkan secara optimal.

Baca juga: 170.000 Jemaah Haji Indonesia Risiko Tinggi, Sebagian Penyakit Komorbid

“Kami melihat peluang besar. Kadang jemaah itu rindu masakan yang tidak ada di menu katering haji, misalnya bakso, kopi, atau rawon. Jadi di lobi ini kita akan buatkan tenant-tenant,” ujar Jaenal saat ditemui di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Selasa (27/1/2026).

Menurut Jaenal, keberadaan gerai kuliner khas Nusantara ini bukan hanya untuk memenuhi kerinduan jamaah terhadap cita rasa Tanah Air, tetapi juga menjadi peluang ekonomi bagi diaspora Indonesia di Arab Saudi serta pelaku usaha dari dalam negeri.

Prioritas pengelolaan gerai akan diberikan kepada masyarakat Indonesia yang tinggal di Saudi maupun pelaku usaha Tanah Air.

Dengan begitu, manfaat ekonomi dari aktivitas haji bisa langsung dirasakan oleh sesama warga Indonesia.

“Siapa penghuninya? Adalah masyarakat kita yang di Saudi atau pelaku usaha kita. Sehingga mereka betul-betul menikmati itu,” jelasnya.

Tak hanya kuliner, lobi hotel juga akan diisi oleh gerai layanan jasa. Sejumlah perusahaan logistik nasional seperti PT Pos Indonesia dan JNE direncanakan membuka layanan pengiriman barang bagi jemaah, sehingga memudahkan mereka mengirim oleh-oleh atau barang ke Indonesia tanpa repot.

Baca juga: Kemenhaj Dorong Beras Lokal untuk Konsumsi Haji 2026, Kurangi Ketergantungan Impor

Saat ini, Kemenhaj tengah mematangkan regulasi dan perizinan dengan otoritas setempat agar operasional gerai berjalan tertib dan legal. Jaenal menegaskan, karena hotel disewa penuh atau diblok oleh pemerintah Indonesia, pemanfaatan area lobi menjadi hak penyewa selama tidak melanggar aturan keselamatan dan ketertiban yang berlaku.

Inisiatif ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kenyamanan jamaah, tetapi juga menciptakan ekosistem ekonomi haji yang memberi dampak nyata bagi warga Indonesia, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com