JAKARTA, KOMPAS.com- Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi mengungkapkan bahwa persentase jumlah petugas haji perempuan tahun 2026 merupakan yang terbesar dalam sejarah perhajian Indonesia.
Tahun ini, jumlah petugas haji perempuan adalah 33 persen dari total jumlah petugas haji.
"Alhamdulillah tahun ini ada 33 persen petugas haji perempuan. Ini jumlah terbesar selama sejarah penyelenggaraan haji," ungkap Menteri PPPA saat memberikan materi Penguatan Perspektif Haji Ramah Perempuan dan Lansia dalam Penyelenggaraan Ibadah Haji di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Rabu (28/1/2026).
Baca juga: Gladi Posko Armuzna, Petugas Haji Tangani Jamaah Salah Maktab dan Kelelahan di Arafah
Penambahan petugas haji perempuan, kata dia, menunjukkan bahwa negara hadir memberikan pelayanan bagi jemaah haji perempuan yang merupakan mayoritas.
Melansir data Kementerian PPPA, dari jumlah total 203.149 jemaah haji Indonesia yang berangkat ke Tanah Suci tahun ini, sebanyak 55,54 persennya (112.838) adalah perempuan dan 44,46 persen (90.311) ialah laki-laki.
Baca juga: 170.000 Jamaah Haji Indonesia Masuk Kategori Risiko Tinggi, Wamenhaj Tekankan Kesiapan Petugas
Jumlah jemaah haji perempuan tesebut memunculkan tantangan bagi petugas haji di Tanah Suci. Terlebih, jemaah perempuan memiliki kebutuhan spesifik dan fasiljtas dasar yang berbeda dari laki-laki.
"Dengan prinsip layanan empatik, adaptif, dan melindungi maka petugas (perempuan) bisa menjadi sumber rasa aman khususnya bagi jemaah (haji) perempuan dan lansia," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang