Penulis
KOMPAS.com - Malam Nisfu Sya’ban, yaitu malam pertengahan bulan Sya’ban, dikenal luas sebagai malam rahmat dan pengampunan. Para ulama sejak generasi salaf menganjurkan umat Islam untuk menghidupkan malam ini dengan sholat, doa, istighfar, dan ibadah sunnah lainnya.
Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam kitab Latha’if Al-Ma’arif, menjelaskan bahwa malam Nisfu Sya’ban merupakan salah satu waktu istimewa di mana Allah melimpahkan ampunan-Nya kepada hamba-hamba yang kembali dengan hati yang bersih dan penuh harap. Ini menjadi pondasi penting untuk menghadapi datangnya bulan Ramadhan.
Baca juga: Kalender Februari 2026 dan Tanggal Penting Islam, Dari Nisfu Sya’ban hingga Awal Ramadhan
Rasulullah SAW bersabda:
يَطَّلِعُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَى خَلْقِهِ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لِجَمِيْعِ خَلْقِهِ إِلاَّ لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ
Artinya: “Allah melihat kepada seluruh makhluk-Nya pada malam Nisfu Sya’ban, lalu Dia mengampuni semua hamba-Nya kecuali orang yang menyekutukan Allah dan orang yang bermusuhan.” (HR. Ibnu Majah, Ath-Thabrani, dan Al-Baihaqi)
Hadits ini termasuk hadits dhaif atau lemah. Namun karena jalur periwayatannya banyak, Imam Ibnu Hajar Al-Haitami dalam Al-Fatawa Al-Haditsiyyah menjelaskan bahwa hadits tersebut dapat diamalkan dalam fadhailul a‘mal (keutamaan amal).
Keutamaan malam Nisfu Sya'ban berdasarkan hadits di atas adalah:
Imam As-Suyuthi dalam Ad-Durrul Mantsur menegaskan bahwa malam Nisfu Sya’ban termasuk malam yang memiliki keutamaan khusus dalam hal doa dan ampunan, termasuk juga berbagai amalan ibadah.
Berikut beberapa doa pendek Nisfu Sya'ban yang bisa diamalkan:
Doa ini terdapat dalam kitab Ihya' Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali. Beliau menyebutkan doa-doa permohonan perubahan takdir dan kebaikan hidup dianjurkan dibaca di malam-malam utama, termasuk malam Nisfu Sya'ban.
Arab
اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِي عِنْدَكَ فِي أُمِّ الْكِتَابِ شَقِيًّا أَوْ مَحْرُومًا أَوْ مَطْرُودًا أَوْ مُقَتَّرًا عَلَيَّ فِي الرِّزْقِ فَامْحُ اللَّهُمَّ بِفَضْلِكَ شَقَاوَتِي وَحِرْمَانِي وَطَرْدِي وَإِقْتَارَ رِزْقِي، وَأَثْبِتْنِي عِنْدَكَ فِي أُمِّ الْكِتَابِ سَعِيدًا مَرْزُوقًا مُوَفَّقًا لِلْخَيْرَاتِ
Latin
Allāhumma in kunta katabtanī ‘indaka fī ummil-kitābi shaqiyyan aw maḥrūman aw maṭrūdan aw muqattaran ‘alayya fir-rizqi, famḥullāhumma bifaḍlika shaqāwatī wa ḥirmānī wa ṭardī wa iqtāra rizqī. Wa athbitnī ‘indaka fī ummil-kitābi sa‘īdan marzūqan muwaffaqan lil-khairāt.
Artinya
“Ya Allah, jika Engkau telah mencatatku di sisi-Mu dalam Ummul Kitab sebagai orang yang celaka, terhalang, terusir, atau disempitkan rezekinya, maka hapuskanlah, wahai Allah, dengan karunia-Mu segala kecelakaanku, keterhalanganku, keterusiranku, dan sempitnya rezekiku. Tetapkanlah aku di sisi-Mu dalam Ummul Kitab sebagai orang yang bahagia, diberi rezeki, dan diberi taufik untuk melakukan kebaikan.”
Baca juga: Nisfu Syaban Kapan? Ini Tanda Malam Penuh Rahmat Allah
Arab:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ تَعْلَمُ سِرِّي وَعَلَانِيَتِي فَاقْبَلْ مَعْذِرَتِ
وَتَعْلَمُ حَاجَتِي فَأَعْطِنِي سُؤَلِي
وَتَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِي فَاغْفِرْ لِي ذَنْبِي
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ إِيْمَانًا يُبَاشِرُ قَلْبِيْ
وَيَقِيْنَا صَادِقًا حَتَّى أَعْلَمَ أَنَّهُ لَا يُصِيبُنِي إِلَّا مَا كَتَبْتَلِي
وَرَضِنِي بِقَضَائِكَ
Latin:
Allāhumma innaka ta‘lamu sirrī wa ‘alāniyatī faqbal ma‘dzaratī,
wa ta‘lamu ḥājatī fa a‘ṭinī su’lī,
wa ta‘lamu mā fī nafsī faghfir lī dzambī.
Allāhumma innī as’aluka īmānan yubassyiru qalbī,
wa yaqīnan ṣādiqan ḥattā a‘lama annahū lā yuṣībunī illā mā katabta lī,
wa riḍan bi-qaḍā’ika.
Artinya:
"Ya Allah, sungguh Engkau tahu apa yang tersembunyi dan tampak dariku, karena itu terimalah penyesalanku.
Engkau tahu kebutuhanku, maka kabulkanlah permintaanku.
Engkau tahu apa yang ada dalam diriku, maka ampunilah dosaku.
Ya Allah sungguh aku memohon kepada-Mu iman yang menyentuh kalbuku
Dan keyakinan yang benar sehingga aku tahu bahwa tidak akan menimpaku kecuali telah Engkau tetapkan atasku.
Ya Allah berikanlah rasa rela terhadap apa yang Engkau bagi untuk diriku."
Baca juga: Doa Malam Nisfu Syaban Lengkap Teks Arab, Latin, dan Artinya
Doa ini disampaikan Rasulullah SAW dalam hadits yang diriwayatkan Imam Muslim.
Arab:
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ذُنُوبِي كُلَّهَا، دِقَّهَا وَجِلَّهَا، وَأَوَّلَهَا وَآخِرَهَا
Latin
Allāhumma-ghfir lī dzunūbī kullahā, diqqahā wa jillahā, wa awwalahā wa ākhirahā.
Artinya
Ya Allah, ampunilah semua dosaku, yang kecil maupun besar, yang terdahulu maupun yang terakhir.
Ibnu Taimiyah menyampaikan bahwa doa terbaik adalah memohon keselamatan iman hingga akhir hayat.
Arab:
اللَّهُمَّ سَلِّمْنَا وَسَلِّمْ دِينَنَا وَسَلِّمْ إِيمَانَنَا
Latin
Allāhumma sallimnā wa sallim dīnanā wa sallim īmānanā.
Artinya
Ya Allah, selamatkanlah kami, selamatkan agama kami, dan selamatkan iman kami.
Baca juga: Adakah Sholat Khusus di Malam Nisfu Sya’ban? Ini Penjelasan Para Ulama
Ibnul Qayyim menyebutkan bahwa doa tentang akhir kehidupan adalah doa yang sangat dianjurkan, terutama di waktu-waktu mulia seperti Nisfu Sya’ban.
اللَّهُمَّ اخْتِمْ لَنَا بِالْخَيْرِ وَاجْعَلْ عَاقِبَتَنَا إِلَى خَيْرٍ
Latin
Allāhumma-khtim lanā bil-khair, waj‘al ‘āqibatanā ilā khair.
Artinya
Ya Allah, akhirilah urusan kami dengan kebaikan dan jadikanlah kesudahan kami menuju kebaikan.
Selain berdoa, ada beberapa amalan yang dianjurkan para untuk dikerjakan di malam Nisfu Sya'ban, diantaranya:
Imam Ibnu Rajab menekankan bahwa pengampunan Allah pada malam ini sangat terkait dengan kondisi hati seorang hamba, bukan sekadar banyaknya amalan lahiriah.
Baca juga: Doa Malam Nisfu Syaban: Amalan di Waktu Penuh Ampunan
Doa malam Nisfu Sya’ban menjadi momentum spiritual untuk bermuhasabah dan kembali kepada Allah sebelum datangnya bulan Ramadhan. Dengan membaca doa penuh makna ini, seorang Muslim berharap dicatat sebagai hamba yang bahagia, diberi rezeki, dan dimudahkan dalam setiap kebaikan.
Malam Nisfu Sya’ban bukan sekadar tradisi, melainkan kesempatan emas untuk meraih ampunan dan rahmat Allah melalui doa yang tulus dan hati yang bersih.
Dengan demikian, seseorang dapat menghadapi datangnya bulan Ramadhan dengan kondisi suci sehingga dapat optimal dalam beribadah dan mencapai tujuan puasa Ramadhan, yaitu mnejadi manusia yang bertakwa.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang