Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Berapa Hari Lagi Puasa 2026? Ini Hitungan Mundur dan Jadwalnya

Kompas.com, 28 Januari 2026, 17:04 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com - Puasa Ramadhan merupakan salah satu ibadah penting bagi umat Muslim di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Tahun 2026, Ramadhan 1447 H diperkirakan akan tiba dalam beberapa minggu lagi, dan banyak orang mulai mencari tahu “berapa hari lagi puasa 2026?” agar bisa mempersiapkan diri secara fisik, mental, dan spiritual.

Perkiraan Tanggal Awal Puasa Ramadhan 2026

Menurut Kalender Hijriah Indonesia yang dirilis Kementerian Agama, 1 Ramadhan 1447 H diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

Baca juga: Berapa Hari Lagi Puasa Ramadhan 2026? Prediksi Awal dan Tips Persiapannya

Penetapan resmi tetap menunggu hasil sidang isbat, namun tanggal ini menjadi acuan umum perhitungan hitung mundur puasa.

Sementara itu, Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026 berdasarkan metode hisab Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).

Jadi, terdapat sedikit perbedaan antara prediksi pemerintah dan Muhammadiyah, namun umumnya Ramadhan diperkirakan dimulai pertengahan Februari 2026.

Berapa Hari Lagi Puasa 2026?

Hitungan mundur puasa tergantung pada tanggal awal yang digunakan sebagai acuan:

Jika menggunakan perkiraan pemerintah (19 Februari 2026): Dari tanggal 28 Januari 2026, puasa tinggal sekitar 22 hari lagi.

Jika menggunakan jadwal Muhammadiyah (18 Februari 2026): Maka puasa tinggal sekitar 23 hari lagi dari 28 Januari 2026.

Perlu diingat bahwa tanggal pasti awal puasa 2026 baru ditentukan setelah sidang isbat oleh pemerintah setelah melihat hilal (bulan sabit), sehingga hitungan hari ini berdasarkan perkiraan dari kalender astronomi dan hisab.

Mengapa Tanggalnya Bisa Berbeda?

Penetapan awal Ramadhan bisa berbeda antara pemerintah, ormas Islam seperti Muhammadiyah, dan organisasi lain karena perbedaan metode penentuan bulan baru:

Pemerintah RI menggabungkan hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (pengamatan hilal).

Muhammadiyah menggunakan perhitungan hisab hakiki berdasarkan Kalender Hijriah Global Tunggal tanpa menunggu rukyat.

Nahdlatul Ulama (NU) biasanya menunggu hasil pengamatan hilal sebelum mengumumkan tanggalnya.

Baca juga: Kalender Februari 2026 dan Tanggal Penting Islam, Dari Nisfu Sya’ban hingga Awal Ramadhan

Persiapan Menyambut Ramadhan

Karena puasa Ramadhan 2026 semakin dekat, banyak umat Muslim mulai memikirkan persiapan, baik dari sisi ibadah, fisik, maupun kegiatan sosial seperti zakat, tarawih, dan tadarus Al-Qur’an.

Dari tanggal 28 Januari 2026, puasa Ramadhan 2026 diperkirakan tinggal sekitar 22–23 hari lagi menuju awal bulan puasa, yang diprediksi jatuh pada pertengahan Februari 2026 (sekitar 18–19 Februari 2026). Tanggal pasti akan ditetapkan setelah sidang isbat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Ini Versi Pemerintah, NU, Muhammadiyah
Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Ini Versi Pemerintah, NU, Muhammadiyah
Aktual
Khutbah Idul Fitri Menyentuh: Rindu Anak Yatim kepada Orang Tua
Khutbah Idul Fitri Menyentuh: Rindu Anak Yatim kepada Orang Tua
Aktual
Jadwal Imsak dan Buka Kota Tangerang Selatan Hari Ini, Senin 16 Maret 2026
Jadwal Imsak dan Buka Kota Tangerang Selatan Hari Ini, Senin 16 Maret 2026
Aktual
Jadwal Imsak dan Buka Kota Bekasi Hari Ini, Senin 16 Maret 2026
Jadwal Imsak dan Buka Kota Bekasi Hari Ini, Senin 16 Maret 2026
Aktual
Jadwal Imsak dan Buka Kota Batam Hari Ini, Senin 16 Maret 2026
Jadwal Imsak dan Buka Kota Batam Hari Ini, Senin 16 Maret 2026
Aktual
5 Khutbah Idul Fitri tentang Orang Tua, Penuh Doa dan Kerinduan
5 Khutbah Idul Fitri tentang Orang Tua, Penuh Doa dan Kerinduan
Aktual
16 Ucapan Idulfitri yang Menyentuh Hati: dari Keluarga, Sahabat hingga Status Media Sosial
16 Ucapan Idulfitri yang Menyentuh Hati: dari Keluarga, Sahabat hingga Status Media Sosial
Aktual
Khutbah Idul Fitri Bahasa Sunda: Ngahargaan Waktu Sanggeus Ramadhan
Khutbah Idul Fitri Bahasa Sunda: Ngahargaan Waktu Sanggeus Ramadhan
Aktual
Apa yang Dibaca Saat Jalan Menanjak dan Menurun? Ini Sunnah Nabi
Apa yang Dibaca Saat Jalan Menanjak dan Menurun? Ini Sunnah Nabi
Aktual
Prediksi Idul Fitri 2026 Menguat 21 Maret, PBNU Ingatkan Pemerintah Jangan Ubah Kriteria Hilal
Prediksi Idul Fitri 2026 Menguat 21 Maret, PBNU Ingatkan Pemerintah Jangan Ubah Kriteria Hilal
Aktual
Zona “Safe Heart” Hadir di Masjidil Haram, Siap Selamatkan Jemaah Umrah dari Serangan Jantung
Zona “Safe Heart” Hadir di Masjidil Haram, Siap Selamatkan Jemaah Umrah dari Serangan Jantung
Aktual
Doa Naik Kendaraan Darat, Laut, dan Udara untuk Mudik Lengkap
Doa Naik Kendaraan Darat, Laut, dan Udara untuk Mudik Lengkap
Aktual
Akses Masjid Al-Aqsa Ditutup Israel, Jemaah Shalat di Jalan Yerusalem
Akses Masjid Al-Aqsa Ditutup Israel, Jemaah Shalat di Jalan Yerusalem
Aktual
Kemenag Ingatkan ASN Tolak Gratifikasi dan Larangan Minta THR Jelang Idulfitri 1447 H
Kemenag Ingatkan ASN Tolak Gratifikasi dan Larangan Minta THR Jelang Idulfitri 1447 H
Aktual
5 Ayat Al-Quran tentang Ampunan Allah bagi Hamba-Nya
5 Ayat Al-Quran tentang Ampunan Allah bagi Hamba-Nya
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com