Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

3 Doa Berbuka Puasa dan Adabnya, Ini Rahasia Waktu Mustajab

Kompas.com, 28 Januari 2026, 17:00 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Momen berbuka puasa bukan sekadar penanda berakhirnya lapar dan dahaga. Dalam ajaran Islam, waktu ini justru menjadi salah satu titik spiritual paling istimewa sepanjang hari.

Ketika matahari terbenam dan azan Maghrib berkumandang, pintu doa terbuka lebar, harapan dipanjatkan, dan rasa syukur diwujudkan melalui amalan sederhana yang bernilai besar di sisi Allah SWT.

Para ulama menegaskan bahwa berbuka puasa adalah ibadah yang menggabungkan dimensi jasmani dan rohani.

Tubuh menerima kembali asupan, sementara jiwa diajak untuk mengingat Sang Pemberi nikmat.

Karena itu, Rasulullah SAW tidak hanya mengajarkan waktu berbuka, tetapi juga membimbing umatnya melalui doa dan adab yang penuh hikmah.

Baca juga: Puasa Ramadhan: Siapa Wajib Qadha, Siapa Cukup Fidyah?

Makna Berbuka Puasa dalam Perspektif Islam

Berbuka puasa atau ifthar secara bahasa berarti “membatalkan puasa”. Namun dalam konteks ibadah, maknanya jauh lebih dalam.

Menurut kitab Fiqh as-Sunnah karya Sayyid Sabiq, berbuka merupakan bagian dari kesempurnaan ibadah puasa karena menandai ketaatan terhadap batas waktu yang telah ditetapkan syariat.

Islam menganjurkan agar berbuka dilakukan segera setelah matahari terbenam. Hal ini sejalan dengan hadis Nabi Muhammad SAW:

“Manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.”
(HR Bukhari dan Muslim)

Anjuran ini bukan hanya soal ketepatan waktu, melainkan juga mencerminkan kepatuhan terhadap perintah Allah SWT.

Baca juga: Puasa Ramadhan: Cara Islam Menaikkan Derajat Spiritual Manusia

Tiga Doa Berbuka Puasa yang Dianjurkan

Dalam tradisi Islam, terdapat beberapa doa berbuka puasa yang lazim dibaca umat Muslim. Masing-masing memiliki dasar riwayat dan makna spiritual yang mendalam.

1. Doa “Allahumma Laka Shumtu”

Doa ini paling sering diamalkan di berbagai wilayah Muslim, termasuk Indonesia.

اَللّٰهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Allaahumma laka shumtu wabika aamantu wa ‘alaa rizqika afthartu birahmatika yaa arhamar-raahimiin.

Artinya: “Ya Allah, karena-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, dengan rezeki-Mu aku berbuka. Dengan rahmat-Mu wahai Yang Maha Pengasih.”

Menurut Imam Nawawi dalam Al-Adzkar, doa ini mencerminkan pengakuan total seorang hamba terhadap sumber nikmat yang sejati, yaitu Allah SWT.

2. Doa “Dzahabazh Zhama’u”

Doa ini diriwayatkan dalam hadis Abu Dawud dan banyak digunakan oleh para ulama.

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

Dzahabazh zhama’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insyaa Allah.

Artinya: “Telah hilang rasa haus, urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan, insya Allah.”

Doa ini menekankan dimensi fisik dan spiritual sekaligus, tubuh kembali segar, sementara pahala puasa diharapkan tetap terjaga.

3. Doa Gabungan dalam Kitab Klasik

Sebagian ulama menggabungkan dua doa di atas sebagai bentuk kehati-hatian ilmiah dan adab perbedaan pendapat.

Dalam Hasyiyatul Bujairimi karya Sulaiman al-Bujairimi dijelaskan bentuk doa gabungan yang lebih panjang dan komprehensif.

Doa ini menegaskan unsur tauhid, tawakal, syukur, serta permohonan ampunan dalam satu rangkaian ibadah.

Waktu Mustajab Membaca Doa Berbuka

Waktu menjelang berbuka memiliki keistimewaan tersendiri. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin menjelaskan bahwa doa orang yang masih dalam keadaan berpuasa lebih dekat kepada pengabulan karena jiwa berada dalam kondisi rendah hati dan penuh ketundukan.

Dalam Liqa’ Asy-Syahri disebutkan bahwa saat matahari hampir terbenam adalah momentum terbaik untuk berdoa, karena seorang hamba sedang berada di puncak keikhlasan setelah menahan hawa nafsu sepanjang hari.

Baca juga: Puasa Ramadhan: Siapa Wajib Qadha, Siapa Cukup Fidyah?

Adab Berbuka Puasa yang Dicontohkan Rasulullah

Berbuka puasa bukan sekadar aktivitas makan. Ada etika yang diajarkan Nabi Muhammad SAW agar ibadah ini bernilai sempurna.

Rasulullah SAW menganjurkan untuk berbuka dengan sesuatu yang ringan, seperti kurma atau air putih.

Dalam Zadul Ma’ad karya Ibnu Qayyim al-Jauziyyah dijelaskan bahwa kebiasaan ini bukan hanya sunnah, tetapi juga bermanfaat bagi kesehatan pencernaan.

Selain itu, Islam mengajarkan agar umat Muslim menjaga kesederhanaan saat berbuka, tidak berlebihan, serta mendahulukan doa dan salat Maghrib.

Sikap berbagi makanan dengan orang lain juga termasuk adab yang sangat dianjurkan karena memperkuat solidaritas sosial.

Hikmah Spiritual di Balik Berbuka Puasa

Berbuka puasa menyimpan banyak hikmah. Dari sisi spiritual, ia menumbuhkan rasa syukur atas nikmat yang sering terlupakan.

Dari sisi sosial, momen ini mempererat hubungan keluarga dan masyarakat. Sementara dari sisi psikologis, berbuka membantu mengembalikan energi tubuh sekaligus menenangkan jiwa.

Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menyebut bahwa puasa dan berbuka yang dilakukan dengan adab yang benar akan membentuk karakter sabar, rendah hati, serta meningkatkan kesadaran akan kehadiran Allah dalam setiap aspek kehidupan.

Baca juga: Berapa Hari Lagi Puasa? Ini Hukum Puasa Sambil Niat Diet

Menjadikan Berbuka sebagai Momentum Ibadah

Berbuka puasa sejatinya bukan penutup ibadah, melainkan jembatan menuju rangkaian ibadah malam.

Dengan membaca doa, menjaga adab, dan menanamkan niat ikhlas, momen sederhana ini dapat berubah menjadi ladang pahala yang luas.

Di tengah kesibukan dan rutinitas Ramadan, berbuka puasa mengingatkan umat Muslim bahwa Islam tidak hanya mengatur ritual besar, tetapi juga mengajarkan makna spiritual dalam hal-hal kecil yang dilakukan dengan penuh kesadaran.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Doa Setelah Sholat Tahajud, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa Setelah Sholat Tahajud, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Dulu Melempari Rasulullah dengan Batu, Kini Thaif Jadi Kota Wisata Dunia
Dulu Melempari Rasulullah dengan Batu, Kini Thaif Jadi Kota Wisata Dunia
Aktual
Doa Rabbana Zalamna Anfusana, Bacaan Tobat Nabi Adam dan Artinya
Doa Rabbana Zalamna Anfusana, Bacaan Tobat Nabi Adam dan Artinya
Aktual
MUI Tolak Rehabilitasi Pelaku Pesta Gay, Dorong Sanksi Pidana
MUI Tolak Rehabilitasi Pelaku Pesta Gay, Dorong Sanksi Pidana
Aktual
Pembuatan Kiswah Ka'bah Lewati 7 Tahap Rumit, Gunakan 825 Kg Sutra
Pembuatan Kiswah Ka'bah Lewati 7 Tahap Rumit, Gunakan 825 Kg Sutra
Aktual
Arab Saudi Hukum Warganya yang Hina Negara Sahabat di Media Sosial
Arab Saudi Hukum Warganya yang Hina Negara Sahabat di Media Sosial
Aktual
Doa-doa Wudhu Lengkap dari Awal Sampai Akhir: Arab, Latin, dan Artinya
Doa-doa Wudhu Lengkap dari Awal Sampai Akhir: Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Menguak Sejarah Sumur Ghars: Sumber Air Kesukaan Rasulullah SAW
Menguak Sejarah Sumur Ghars: Sumber Air Kesukaan Rasulullah SAW
Aktual
Arab Saudi Bekukan 21 Perusahaan Umrah, Kementerian Haji Temukan Pelanggaran dan Kinerja Buruk
Arab Saudi Bekukan 21 Perusahaan Umrah, Kementerian Haji Temukan Pelanggaran dan Kinerja Buruk
Aktual
6 Doa untuk Ibu dalam Islam, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
6 Doa untuk Ibu dalam Islam, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Stafsus Menag Gugun Gumilar Tinjau GKJ Nusukan Solo: Jamin Kebebasan Beribadah, Kawal IMB hingga Tuntas
Stafsus Menag Gugun Gumilar Tinjau GKJ Nusukan Solo: Jamin Kebebasan Beribadah, Kawal IMB hingga Tuntas
Aktual
Mengenal Dua Skema Tanazul Saat Kepulangan Jemaah Haji Indonesia
Mengenal Dua Skema Tanazul Saat Kepulangan Jemaah Haji Indonesia
Aktual
Komisi VIII DPR Desak Kemenkomdigi Blokir Akun dan Konten LGBT di Media Sosial
Komisi VIII DPR Desak Kemenkomdigi Blokir Akun dan Konten LGBT di Media Sosial
Aktual
 Kemenag Dukung Desakan MUI soal Regulasi LGBT, Sebut Pergerakannya Kian Terbuka
Kemenag Dukung Desakan MUI soal Regulasi LGBT, Sebut Pergerakannya Kian Terbuka
Aktual
Cara Daftar Nikah Massal di Kemenag Jakarta, Pendaftaran Ditutup 23 Juni 2026
Cara Daftar Nikah Massal di Kemenag Jakarta, Pendaftaran Ditutup 23 Juni 2026
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com