Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Rekomendasi Kue Lebaran Kekinian yang Lagi Tren

Kompas.com, 13 Februari 2026, 07:00 WIB
Add on Google
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Idulfitri bukan hanya tentang kembali pada fitrah, tetapi juga momentum mempererat silaturahmi.

Di hari kemenangan itu, rumah-rumah terbuka bagi keluarga, tetangga dan sahabat yang datang bermaafan.

Salah satu tradisi yang selalu hadir dan sulit dipisahkan dari suasana Lebaran adalah suguhan kue kering di meja tamu.

Kue Lebaran bukan sekadar hidangan ringan. Ia menjadi simbol keramahan, ungkapan rasa syukur, sekaligus wujud kebersamaan.

Baca juga: Tren Baju Lebaran 2026, Rompi Lepas Jadi Favorit

Jika dahulu pilihan kue cenderung klasik seperti nastar atau kastengel, kini variasi kue kering Lebaran semakin beragam dengan sentuhan modern.

Perpaduan resep tradisional dan kreasi baru melahirkan aneka kue kekinian yang tak kalah diminati.

Selain untuk konsumsi keluarga, meningkatnya permintaan kue kering menjelang Idulfitri juga membuka peluang usaha rumahan.

Banyak orang memanfaatkan momen ini untuk menambah penghasilan dengan berjualan kue kering yang tampil menarik dan bercita rasa unik.

Baca juga: 10 Kue Lebaran Paling Populer, Ikon Wajib di Meja Tamu

Berikut beberapa rekomendasi kue Lebaran kekinian dari berbagai sumber yang bisa menjadi inspirasi.

1. Almond Crispy

Toko Wisata Rasa merupakan salah satu toko yang mengeluarkan produk almond crispy paling populer di Surabaya.Toko Wisata Rasa Toko Wisata Rasa merupakan salah satu toko yang mengeluarkan produk almond crispy paling populer di Surabaya.
Almond crispy termasuk salah satu kue kering modern yang popularitasnya terus menanjak. Teksturnya tipis dan renyah dengan cita rasa gurih yang ringan.

Kue ini umumnya dibuat dari campuran tepung beras dan tepung maizena yang dicetak tipis, lalu diberi taburan irisan almond di bagian atas sebelum dipanggang.

Perpaduan rasa gurih dan aroma kacang panggang menciptakan sensasi yang sederhana namun berkesan.

Teksturnya yang garing membuatnya digemari berbagai kalangan, terutama anak-anak. Dari segi modal, bahan-bahannya relatif terjangkau sehingga cocok dijadikan ide usaha rumahan menjelang Lebaran.

Menurut sejumlah literatur kuliner, penggunaan kacang-kacangan seperti almond dalam kue kering tak hanya menambah rasa, tetapi juga meningkatkan nilai gizi karena mengandung lemak baik dan protein nabati.

2. Kue Kering Semangka

Kreasi kue kering semangka.Roti Monaalvino Kreasi kue kering semangka.
Secara rasa, kue ini sebenarnya mirip dengan kue kering pada umumnya. Namun yang membuatnya istimewa adalah tampilannya.

Adonan dasar yang terdiri dari tepung beras, tepung ketan, dan maizena diberi pewarna makanan merah dan hijau sehingga menyerupai irisan buah semangka.

Warna cerah dan bentuknya yang unik menjadikan kue ini menarik perhatian, khususnya bagi anak-anak.

Kehadiran kue semangka di toples Lebaran memberi sentuhan visual yang berbeda, membuat meja tamu tampak lebih meriah.

Kreasi warna dalam makanan sendiri diperbolehkan selama menggunakan pewarna yang aman dan terdaftar resmi.

Baca juga: Kue Lebaran 2026 Apa Saja? Ini Daftar Suguhan Wajib dan Ide Unik yang Lagi Tren

3. Corn Cookies

Kue lebaran corn cookies(AI) Kue lebaran corn cookies

Bagi yang kurang menyukai kue dengan rasa terlalu manis, corn cookies bisa menjadi pilihan. Kue ini memadukan tepung terigu dan maizena dengan tambahan corn flakes yang dihancurkan kasar. Beberapa resep juga menyertakan keju untuk memberi rasa gurih yang lebih kuat.

Teksturnya cenderung ringan dan sedikit rapuh dengan rasa manis yang tidak dominan. Justru sentuhan gurih dari keju dan aroma jagung panggang menjadi daya tarik utama. Corn cookies cocok disajikan sebagai penyeimbang di antara kue-kue manis lainnya.

Dalam perspektif konsumsi gizi seimbang, variasi rasa dan tekstur membantu menghindari konsumsi gula berlebihan selama perayaan. 

4. Chocolate Chips Cookies

Kue cokelat dengan taburan chocochips hampir selalu menjadi favorit, terutama bagi anak-anak dan remaja. Teksturnya bisa disesuaikan, mulai dari yang renyah hingga sedikit chewy di bagian tengah.

Aroma mentega yang berpadu dengan cokelat memberikan rasa hangat dan akrab. Tidak heran jika kue ini kerap habis lebih dulu dibandingkan jenis lainnya.

Selain untuk suguhan, chocolate chips cookies juga mudah dikreasikan dalam berbagai bentuk dan kemasan menarik, sehingga potensial dijadikan produk jualan.

Cokelat sendiri dikenal memiliki kandungan antioksidan, meski tetap perlu dikonsumsi secara proporsional karena umumnya dicampur dengan gula dan lemak tambahan dalam produk kue.

Baca juga: Inspirasi Baju Lebaran 2026 Couple Keluarga: Serasi, Modest, dan Penuh Makna di Hari Raya

5. Kuping Gajah

Ilustrasi kue kuping gajahDok. Sajian Sedap Ilustrasi kue kuping gajah
Meski tergolong kue tradisional, kuping gajah tetap bertahan dan bahkan kembali diminati. Bentuknya tipis dan melingkar menyerupai telinga gajah dengan perpaduan warna cokelat dan krem yang khas.

Teksturnya renyah dengan rasa manis yang ringan. Proses pembuatannya memang memerlukan ketelatenan karena adonan harus digulung dan diiris tipis sebelum digoreng. Namun hasilnya sepadan dengan cita rasa klasik yang menghadirkan nuansa nostalgia.

Kehadiran kuping gajah di meja tamu menghadirkan keseimbangan antara cita rasa lama dan selera masa kini, sejalan dengan semangat Lebaran yang merangkul tradisi sekaligus membuka diri pada pembaruan.

Menghadirkan aneka kue Lebaran kekinian bukan berarti meninggalkan kue klasik yang telah menjadi bagian dari tradisi.

Justru, kombinasi keduanya dapat memperkaya pilihan sajian sekaligus mempererat suasana kebersamaan.

Pada akhirnya, yang paling utama bukanlah seberapa banyak jenis kue yang tersaji, melainkan makna di baliknya.

Kue-kue itu menjadi medium silaturahmi, simbol berbagi rezeki, dan ungkapan syukur atas kesempatan kembali bertemu di hari yang fitri.

Dengan perencanaan yang matang dan pemilihan bahan yang aman, aneka kue kering kekinian dapat menjadi pelengkap manis perayaan Idulfitri, baik untuk dinikmati bersama keluarga maupun sebagai peluang usaha yang menjanjikan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Setelah Syawal Bulan Apa? Ini Keistimewaan Zulkaidah
Setelah Syawal Bulan Apa? Ini Keistimewaan Zulkaidah
Aktual
Hukum Mandi Keramas Sebelum Sholat Idul Adha, Wajib atau Sunnah?
Hukum Mandi Keramas Sebelum Sholat Idul Adha, Wajib atau Sunnah?
Aktual
Teks Khutbah Jumat 17 April 2026: 5 Golongan yang Harus Dijauhi Menjelang Akhir Zaman
Teks Khutbah Jumat 17 April 2026: 5 Golongan yang Harus Dijauhi Menjelang Akhir Zaman
Aktual
Doa Akhir Bulan Syawal dan Amalan Sunnah Penutup Penuh Berkah
Doa Akhir Bulan Syawal dan Amalan Sunnah Penutup Penuh Berkah
Doa dan Niat
Wamenhaj Dahnil Ingatkan Petugas Haji Tidak Pamer di Tanah Suci
Wamenhaj Dahnil Ingatkan Petugas Haji Tidak Pamer di Tanah Suci
Aktual
Wamenhaj: PPIH Ujung Tombak Haji 2026, Kesiapan Mental Jadi Kunci Sukses Layanan Jemaah
Wamenhaj: PPIH Ujung Tombak Haji 2026, Kesiapan Mental Jadi Kunci Sukses Layanan Jemaah
Aktual
Wamenhaj Ingatkan PPIH Jelang Haji 2026: Ini Bukan Sekadar Tugas, tapi Misi Suci
Wamenhaj Ingatkan PPIH Jelang Haji 2026: Ini Bukan Sekadar Tugas, tapi Misi Suci
Aktual
Tidak Mendengar Khutbah Jumat, Apakah Shalat Tetap Sah? Ini Kata Ulama
Tidak Mendengar Khutbah Jumat, Apakah Shalat Tetap Sah? Ini Kata Ulama
Aktual
Idul Adha 2026 Diprediksi 27 Mei, Ada Peluang Libur Panjang 5 Hari
Idul Adha 2026 Diprediksi 27 Mei, Ada Peluang Libur Panjang 5 Hari
Aktual
Benarkah Harus Puasa Sebelum Shalat Idul Adha? Ini Hukum dan Dalilnya
Benarkah Harus Puasa Sebelum Shalat Idul Adha? Ini Hukum dan Dalilnya
Aktual
Kapan Idul Adha 2026? Ini Prediksi, Hitung Mundur, dan Jadwal Liburnya
Kapan Idul Adha 2026? Ini Prediksi, Hitung Mundur, dan Jadwal Liburnya
Aktual
Dari Banyuwangi untuk Dunia: Puisi “Rubaiyat Hormuz” Suarakan Luka Kemanusiaan Timur Tengah
Dari Banyuwangi untuk Dunia: Puisi “Rubaiyat Hormuz” Suarakan Luka Kemanusiaan Timur Tengah
Aktual
Rincian Lengkap 525 Kloter Haji 2026: Ini Pembagian Wilayah Jemaah dari Seluruh Indonesia
Rincian Lengkap 525 Kloter Haji 2026: Ini Pembagian Wilayah Jemaah dari Seluruh Indonesia
Aktual
Bolehkah Shalat Sunnah Saat Khutbah Jumat Berlangsung? Ini Penjelasan dan Hukumnya
Bolehkah Shalat Sunnah Saat Khutbah Jumat Berlangsung? Ini Penjelasan dan Hukumnya
Doa dan Niat
Khutbah Jumat Hari Ini: Keutamaan Berbakti Kepada Ibu dalam Islam
Khutbah Jumat Hari Ini: Keutamaan Berbakti Kepada Ibu dalam Islam
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com