Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tips Sehat Olahraga Saat Puasa ala Maryam Al Farsi, Sprinter Olimpiade UEA

Kompas.com, 13 Februari 2026, 22:53 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com - Menjalani puasa Ramadhan sambil tetap aktif berolahraga bukan hal mudah, apalagi bagi atlet profesional.

Namun bagi Maryam Al Farsi, sprinter Olimpiade asal Uni Emirat Arab, menjaga performa saat berpuasa justru menjadi bagian dari disiplin yang tak terpisahkan dari kariernya.

Atlet berusia 18 tahun itu mencatat sejarah saat tampil di nomor 100 meter putri pada Olimpiade Paris 2024, menjadi sprinter putri Emirati pertama yang berlaga di panggung Olimpiade.

Tips Jaga Kesehatan dan Energi Selama Ramadhan

Kini, saat mempersiapkan diri menuju Olimpiade 2028, ia membagikan tips menjaga kesehatan dan energi selama Ramadhan.

Baca juga: 30 Menu Buka Puasa Ramadhan 2026 Selama Sebulan Penuh, Lengkap dari Takjil hingga Menu Utama

1. Ubah Jadwal Latihan, Jangan Dipaksakan

Menurut Maryam, kunci utama adalah menyesuaikan waktu latihan.

“Anda harus mengubah rutinitas dan waktu latihan, entah itu berlatih lebih pagi atau setelah iftar,” ujarnya.

Ia sendiri memilih memulai latihan sekitar 30 menit sebelum waktu berbuka. Strategi ini memungkinkannya segera mengisi energi setelah adzan Maghrib tanpa menunggu terlalu lama.

Penyesuaian jadwal penting karena tubuh tidak mendapat asupan makanan dan cairan sejak fajar. Memaksakan latihan berat di siang hari tanpa hidrasi bisa meningkatkan risiko kelelahan hingga cedera.

2. Prioritaskan Hidrasi dan Elektrolit

Puasa membuat tubuh rentan dehidrasi, terutama bagi mereka yang tetap aktif bergerak. Maryam menegaskan pentingnya menjaga asupan cairan setelah berbuka hingga sahur.

“Pastikan tetap terhidrasi, cukup elektrolit, dan makan makanan yang tepat sebagai bahan bakar,” katanya.

Kurangnya cairan bisa membebani jantung dan persendian, serta menurunkan daya tahan tubuh. Karena itu, minum secara bertahap setelah berbuka hingga menjelang imsak menjadi strategi penting.

3. Pilih Asupan Cepat Serap Sebelum Latihan

Maryam biasanya mengonsumsi pisang dan kopi sesaat sebelum latihan dimulai.

Pisang memberi karbohidrat cepat serap sebagai sumber energi instan, sementara kopi membantu meningkatkan fokus. Setelah sesi latihan, ia memastikan tubuh mendapatkan asupan pemulihan yang cukup sebelum tidur.

Di pagi hari saat sahur, ia memilih smoothie dan camilan ringan untuk menjaga stamina sepanjang hari.

4. Jaga Intensitas, Tapi Tetap Realistis

Berlatih saat puasa bukan berarti menurunkan standar sepenuhnya. Namun intensitas tetap harus disesuaikan dengan kondisi tubuh.

Maryam bekerja sama dengan pelatih yang memahami bahwa ia sedang berpuasa. Program latihannya disesuaikan agar tetap kompetitif tanpa mengorbankan kesehatan.

“Kadang selama Ramadhan Anda akan merasa lebih lelah, dan itu normal,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya mendengarkan sinyal tubuh. Overtraining saat tubuh kekurangan asupan bisa menyebabkan:

  • Penurunan gula darah
  • Kelelahan ekstrem
  • Cedera otot
  • Pemulihan yang lebih lambat
  • Penurunan fokus dan reaksi

5. Keseimbangan Fisik dan Mental

Selain tantangan fisik, puasa juga memengaruhi konsentrasi dan ketahanan mental. Rasa lapar dan lelah bisa menurunkan fokus saat latihan.

Karena itu, Maryam menilai manajemen energi dan pola pikir sangat penting. Mengetahui kapan harus mendorong diri dan kapan perlu istirahat menjadi bagian dari kedewasaan seorang atlet.

Olahraga Saat Ramadhan, Boleh Asal Bijak

Puasa bukan alasan untuk berhenti bergerak. Namun tanpa perencanaan yang matang, olahraga bisa berisiko bagi kesehatan.

Tips ala Maryam Al Farsi ini bisa diterapkan bukan hanya oleh atlet, tetapi juga oleh masyarakat umum yang ingin tetap aktif selama Ramadhan:

Baca juga: Menu Berbuka Puasa Unik di Dunia, Ada Kolak hingga Kabsah

  • Ubah waktu olahraga mendekati berbuka atau setelahnya
  • Perbanyak hidrasi di malam hari
  • Konsumsi makanan bergizi dan cukup elektrolit
  • Hindari latihan berlebihan
  • Dengarkan kondisi tubuh

Dengan strategi yang tepat, puasa tetap bisa dijalani tanpa mengorbankan kebugaran. Seperti yang dibuktikan Maryam, disiplin, adaptasi, dan manajemen energi menjadi kunci menjaga performa, bahkan di bulan suci.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com