Editor
KOMPAS.com-Pertanyaan mengenai kapan 1 Ramadhan 2026 di Arab Saudi mulai mengemuka menjelang akhir bulan Syaban 1447 Hijriah.
Dilansir dari Gulf News, Mahkamah Agung Arab Saudi mengimbau umat Islam di seluruh kerajaan untuk melakukan rukyat hilal pada Selasa malam, bertepatan dengan 29 Syaban 1447 H.
Penetapan awal puasa Ramadan akan bergantung pada hasil pengamatan hilal tersebut.
Berdasarkan perhitungan astronomi, 1 Ramadhan 2026 di Arab Saudi diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.
Baca juga: Menyambut Ramadhan, Ini Tradisi Unik di Berbagai Negara
Mahkamah Agung menyatakan apabila hilal terlihat pada malam 29 Syaban, maka Ramadan akan dimulai pada Rabu keesokan harinya.
Namun, kemungkinan hilal terlihat dinilai kecil berdasarkan data astronomi yang tersedia.
Jika hilal tidak terlihat, bulan Syaban akan digenapkan menjadi 30 hari sehingga awal Ramadan dimulai pada Kamis.
Metode rukyat atau pengamatan langsung menjadi dasar resmi penetapan kalender Hijriah di Arab Saudi.
Baca juga: Awal Ramadhan 1447 H Ditentukan 17 Februari, Ini 96 Lokasi Rukyatul Hilal
Data astronomi menunjukkan hilal tidak akan terlihat atau sangat kecil kemungkinan dapat diamati di kawasan, termasuk Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Yordania, dan Mesir.
Pada hari pengamatan, bulan diperkirakan terbenam lebih dahulu dibandingkan matahari.
Jarak sudut antara matahari dan bulan berada di bawah batas Danjon sehingga pengamatan visual dinilai tidak memungkinkan.
Fenomena gerhana matahari cincin yang terjadi pada hari yang sama turut menguatkan konfigurasi astronomi tersebut.
Baca juga: Awal Ramadhan 1447 H Ditentukan 17 Februari, Ini 96 Lokasi Rukyatul Hilal
Negara-negara yang mensyaratkan konfirmasi rukyat kemungkinan akan menggenapkan Syaban menjadi 30 hari.
Dengan demikian, Kamis, 19 Februari 2026, diperkirakan menjadi hari pertama Ramadan di sejumlah wilayah.
Sebagian negara lain berpotensi memulai puasa sehari lebih awal, bergantung pada kriteria lokal yang digunakan dalam penetapan awal bulan.
Keputusan resmi mengenai 1 Ramadhan 2026 di Arab Saudi akan diumumkan setelah proses rukyat dan verifikasi selesai dilakukan oleh otoritas terkait.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang