Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Model Gamis A-Line hingga Abaya untuk Badan Berisi Tampak Proporsional

Kompas.com, 20 Februari 2026, 10:41 WIB
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Memilih gamis untuk tubuh berisi bukan sekadar soal mengikuti tren. Ada pertimbangan proporsi, garis siluet, hingga psikologi visual yang memengaruhi bagaimana busana membentuk kesan pada penampilan.

Dalam dunia modest fashion, pemilihan potongan yang tepat dapat menghadirkan rasa percaya diri tanpa mengorbankan kenyamanan.

Dalam perspektif estetika busana, tubuh tidak diubah oleh pakaian, tetapi “dibingkai” oleh garis, jatuh kain, dan komposisi detail.

Karena itu, rekomendasi gamis untuk tubuh berisi perlu didasarkan pada prinsip desain, bukan sekadar asumsi pasar. Berikut ulasannya.

Memahami Prinsip Siluet: Mengapa Garis Vertikal Penting?

Dalam teori desain busana yang dijelaskan oleh Malcolm Barnard dalam buku Fashion as Communication, pakaian bukan hanya penutup tubuh, tetapi sistem tanda yang membentuk persepsi sosial.

Garis vertikal, misalnya, secara visual memberi kesan tinggi dan ramping karena mata mengikuti arah lurus dari atas ke bawah.

Prinsip ini juga ditegaskan dalam buku The Theory of Fashion Design karya Helen Joseph-Armstrong, yang menyebutkan bahwa struktur potongan dan arah garis pada busana berperan besar dalam menciptakan ilusi proporsi.

Bagi tubuh berisi, garis vertikal menjadi kunci. Ia bisa hadir melalui potongan A-line, panel lurus, lipit memanjang atau layering outer yang terbuka di bagian depan.

Baca juga: Tren Baju Couple Lebaran 2026: Warna dan Model Terbaru

1. Gamis A-Line: Potongan Aman dan Proporsional

Model A-line dikenal dengan siluet yang mengecil di bagian atas dan melebar perlahan ke bawah.

Potongan ini membantu menyeimbangkan bagian bahu dan pinggul tanpa menonjolkan perut atau paha.

Secara visual, A-line bekerja dengan prinsip distribusi volume yang merata. Bagian atas tetap bersih dan sederhana, sementara bagian bawah memberi ruang gerak.

Agar hasilnya optimal:

  • Pilih bahan yang jatuh ringan seperti crepe atau satin matte.
  • Hindari detail kerut berlebih di area pinggang.
  • Gunakan warna solid atau motif kecil agar tidak menambah fokus visual.

Model ini cocok untuk aktivitas formal maupun harian karena fleksibel dan tidak berlebihan.

2. Abaya Lurus dengan Struktur Ringan

Dafina Pleats Abaya dari Heaven Lights, ide model baju Lebaran 
Shopee Heaven Lights Dafina Pleats Abaya dari Heaven Lights, ide model baju Lebaran

Abaya identik dengan potongan longgar dan lurus. Jika dipilih dengan tepat, model ini dapat memberi kesan elegan sekaligus menyamarkan lekuk tubuh.

Kuncinya ada pada struktur kain. Bahan terlalu tebal atau terlalu lebar bisa membuat tubuh tampak “penuh”. Sebaliknya, kain yang ringan dan jatuh akan mengikuti gerak tubuh tanpa menambah volume.

Dalam praktik modest fashion modern, abaya sering dipadukan dengan panel vertikal atau detail minimalis di sisi samping untuk mempertegas siluet. Detail sederhana lebih efektif daripada ornamen besar.

Baca juga: Tren Baju Lebaran 2026 Cewek: Rose Gold, Sage, Denim & Cream Lagi Hits, Ini Paduan Hijabnya!

3. Gamis dengan Outer atau Rompi Panjang

Rompi lepas floral (AI) Rompi lepas floral (AI)

Layering adalah teknik klasik dalam dunia styling. Outer atau rompi panjang yang terbuka menciptakan dua garis vertikal alami di bagian depan tubuh. Ini membantu memecah bidang lebar sehingga tubuh tampak lebih ramping.

Namun, penting untuk memastikan:

  • Outer tidak terlalu tebal.
  • Detail tidak terkonsentrasi di dada atau perut.
  • Panjang outer melewati pinggul.

Teknik ini sering digunakan dalam fashion kontemporer karena memberikan efek visual tanpa harus mengubah bentuk dasar gamis.

4. Gamis Empire Waist: Mengalihkan Fokus

Baju lebaran model empire waist untuk badan berisi(AI) Baju lebaran model empire waist untuk badan berisi

Potongan empire waist memiliki garis tepat di bawah dada, lalu jatuh longgar ke bawah. Model ini membantu menyamarkan area perut karena titik fokus berada di bagian atas tubuh.

Menurut buku Fashion Design Essentials karya Jay Calderin, penempatan garis konstruksi pada busana dapat mengarahkan perhatian mata. Empire waist bekerja dengan memindahkan pusat visual ke atas. Namun, hindari kerut berlebihan agar tidak menambah volume.

5. Warna, Motif, dan Tekstur: Faktor yang Sering Terabaikan

Selain potongan, warna dan tekstur memainkan peran penting. Warna gelap memang memberi kesan ramping, tetapi bukan berarti tubuh berisi harus selalu memilih hitam.

Warna monokrom, earth tone, atau dusty pastel juga bisa efektif selama tidak terlalu kontras dengan detail besar.

Motif kecil dan tersebar lebih aman dibanding motif besar yang dominan. Tekstur kain matte lebih baik daripada bahan mengilap yang memantulkan cahaya dan menambah kesan volume.

Baca juga: Tren Gamis Bini Orang Diburu Jelang Lebaran 2026, Elegan dan Modern

Perspektif Religi: Busana sebagai Cermin Kesederhanaan

Dalam Islam, pakaian bukan sekadar estetika, melainkan bagian dari etika dan ketakwaan. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-A’raf ayat 26:

"Yā banī Ādama qad anzalnā ‘alaikum libāsan yuwārī saw’ātikum wa rīsyā, wa libāsut-taqwā żālika khair."

Artinya: “Wahai anak cucu Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan untuk perhiasan bagimu. Tetapi pakaian takwa itulah yang paling baik.” (QS Al-A’raf: 26)

Ayat ini menegaskan bahwa fungsi pakaian mencakup penutup aurat sekaligus keindahan. Namun, keindahan yang dimaksud tidak identik dengan kemewahan, melainkan kepantasan dan kesederhanaan.

Dalam konteks tubuh berisi, memilih gamis yang tepat bukan soal menyembunyikan diri, tetapi menghadirkan kenyamanan dan rasa percaya diri dalam batas syariat.

Menemukan Gaya yang Tepat: Bukan Soal Ukuran, tetapi Proporsi

Tubuh berisi bukan hambatan untuk tampil anggun. Justru, dengan memahami prinsip desain, setiap perempuan dapat menemukan model yang paling sesuai.

A-line memberi keamanan siluet, abaya menghadirkan kesan elegan, layering menciptakan ilusi ramping, dan empire waist membantu menyamarkan area tertentu. Kombinasi potongan, bahan, serta warna menjadi faktor penentu.

Pada akhirnya, busana yang baik adalah yang membuat pemakainya merasa tenang, percaya diri, dan tetap menjaga nilai kesederhanaan.

Sebab dalam modest fashion, keindahan sejati lahir dari harmoni antara bentuk, fungsi, dan makna.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Jadwal Buka Puasa Kota Jakarta Hari Ini, Jumat 20 Februari 2026
Jadwal Buka Puasa Kota Jakarta Hari Ini, Jumat 20 Februari 2026
Aktual
10 Kue Kering Jadul Khas Lebaran, Dari Lidah Kucing hingga Pastel Mini
10 Kue Kering Jadul Khas Lebaran, Dari Lidah Kucing hingga Pastel Mini
Aktual
Menhaj Cek Dapur Haji 2026 di Madinah, Pastikan Konsumsi Jemaah Higienis dan Bercita Rasa Nusantara
Menhaj Cek Dapur Haji 2026 di Madinah, Pastikan Konsumsi Jemaah Higienis dan Bercita Rasa Nusantara
Aktual
Apa Itu Ngabuburit? Asal Usul dan Sejarahnya di Bulan Ramadhan
Apa Itu Ngabuburit? Asal Usul dan Sejarahnya di Bulan Ramadhan
Aktual
Aturan Buka Puasa di Transjakarta, KRL, MRT, dan LRT Ramadhan 2026
Aturan Buka Puasa di Transjakarta, KRL, MRT, dan LRT Ramadhan 2026
Aktual
Apa Manfaat Puasa di Bulan Ramadhan? Ini Penjelasan Haditsnya
Apa Manfaat Puasa di Bulan Ramadhan? Ini Penjelasan Haditsnya
Aktual
Apakah Merokok dan Menghisap Vape Membatalkan Puasa? Ini Penjelasan Ulama
Apakah Merokok dan Menghisap Vape Membatalkan Puasa? Ini Penjelasan Ulama
Aktual
Model Gamis A-Line hingga Abaya untuk Badan Berisi Tampak Proporsional
Model Gamis A-Line hingga Abaya untuk Badan Berisi Tampak Proporsional
Aktual
Niat Sholat Tarawih Bahasa Arab, Berapa Rakaat? Ini Panduan Lengkap Tarawih & Witir
Niat Sholat Tarawih Bahasa Arab, Berapa Rakaat? Ini Panduan Lengkap Tarawih & Witir
Aktual
Bagaimana Hukum Sengaja Tidak Puasa Ramadhan Tanpa Sebab? Ini Penjelasan Ulama
Bagaimana Hukum Sengaja Tidak Puasa Ramadhan Tanpa Sebab? Ini Penjelasan Ulama
Aktual
BI Bali Gandeng 6 Bank untuk Penukaran Uang Selama Ramadhan 2026, Ini Jadwal dan Lokasinya
BI Bali Gandeng 6 Bank untuk Penukaran Uang Selama Ramadhan 2026, Ini Jadwal dan Lokasinya
Aktual
BI Sulsel Buka 120 Titik Penukaran Uang Baru Selama Ramadhan 2026, Cek Lokasi dan Jadwalnya
BI Sulsel Buka 120 Titik Penukaran Uang Baru Selama Ramadhan 2026, Cek Lokasi dan Jadwalnya
Aktual
Khutbah Jumat 20 Februari 2026: Menjadikan Ramadhan Sebagai Madrasah Ketakwaan
Khutbah Jumat 20 Februari 2026: Menjadikan Ramadhan Sebagai Madrasah Ketakwaan
Aktual
Ramadhan 2026 di Makkah dan Madinah Diprediksi Lebih Panas, Suhu Naik hingga 1,2°C
Ramadhan 2026 di Makkah dan Madinah Diprediksi Lebih Panas, Suhu Naik hingga 1,2°C
Aktual
Jadwal Adzan Subuh Hari Ini di Bogor, 2 Ramadhan 1447 H / 20 Februari 2026
Jadwal Adzan Subuh Hari Ini di Bogor, 2 Ramadhan 1447 H / 20 Februari 2026
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com