Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tren Baju Lebaran 2026, Siluet Minimalis Kian Diminati

Kompas.com, 23 Februari 2026, 13:00 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Lebaran selalu menghadirkan cerita baru dalam dunia busana. Jika beberapa tahun lalu detail ramai dan warna kontras sempat menjadi sorotan, memasuki 2026 arah tren justru bergerak ke jalur yang lebih tenang: siluet minimalis yang bersih, fungsional, dan tetap elegan.

Gaya ini tidak sekadar soal sederhana, melainkan tentang bagaimana busana mampu mencerminkan kedewasaan, kenyamanan, dan identitas personal.

Di tengah geliat modest fashion yang kian mengglobal, perempuan urban Indonesia kini cenderung memilih potongan longgar dengan detail subtil, material ringan, serta warna-warna lembut yang mudah dipadukan. Lalu, seperti apa wajah tren baju Lebaran 2026 dengan siluet minimalis?

Baca juga: Desainer Sebut Tren Baju Lebaran 2026 Lebih Tenang dan Timeless, Gen Z Disebut Suka yang Simple

Mengapa Siluet Minimalis Kian Diminati?

Perubahan tren busana tidak pernah lepas dari dinamika sosial dan psikologis masyarakat. Dalam buku The Psychology of Fashion karya Carolyn Mair, dijelaskan bahwa pilihan busana sangat dipengaruhi kebutuhan emosional, termasuk rasa aman, percaya diri, dan keinginan tampil autentik.

Setelah beberapa musim didominasi detail kompleks, pasar kini bergerak ke arah desain yang lebih “bersih”.

Potongan lurus, A-line lembut, hingga layering sederhana dianggap lebih relevan dengan mobilitas perempuan modern yang membutuhkan busana nyaman dari salat Id hingga silaturahmi keluarga.

Hal serupa juga tercermin dalam buku Modest Fashion: Styling Bodies, Mediating Faith karya Reina Lewis.

Ia menyoroti bahwa modest fashion global semakin menekankan desain minimalis, warna lembut, serta fleksibilitas pemakaian lintas acara.

Dengan kata lain, tren 2026 bukan sekadar soal estetika, melainkan respons terhadap kebutuhan gaya hidup.

Baca juga: Tren Busana Lebaran 2026: Gamis Aisyah & Abaya Elegan, Tampil Slim dan Mewah di Hari Raya

Rompi Lepas dan Teknik Layering yang Fleksibel

Rompi lepas floral (AI) Rompi lepas floral (AI)

Salah satu representasi siluet minimalis adalah rompi lepas panjang. Item ini dikenakan sebagai outer di atas gamis polos, setelan kurung, atau blouse dan rok.

Teknik layering memberi dimensi visual tanpa membuat tampilan terasa berat. Potongan rompi yang tegas membantu membentuk siluet tubuh secara halus, terutama pada busana longgar. Warna netral seperti beige, ivory, hingga butter yellow menjadi pilihan favorit karena mudah dipadukan.

Kelebihannya terletak pada fleksibilitas. Rompi dapat dilepas untuk suasana santai, atau dikenakan penuh saat acara keluarga yang lebih formal.

Baca juga: Ide Padukan Baggy Jeans dengan Busana Muslim untuk Baju Lebaran 2026, Tetap Sopan tapi Stylish

Tunik Shanghai dan Estetika Bersih

Tunik rayon warna butter yellowAI Tunik rayon warna butter yellow
Tunik dengan kerah mandarin atau Shanghai juga diprediksi menguat. Desainnya sederhana, garis potongannya tegas, dan hampir tanpa detail dekoratif.

Gaya ini menciptakan tampilan sleek sekaligus modern. Dipadukan dengan celana lurus atau rok polos, tunik Shanghai menghadirkan kesan profesional namun tetap sopan untuk momen Lebaran.

Warna-warna seperti sage green, dusty blue, ivory, hingga butter yellow memberi sentuhan segar tanpa terlihat mencolok.

Baca juga: Tren Baju Lebaran 2026: Kurung Melayu Jadi Incaran Para Wanita

Gamis Dewasa yang Timeless

Gamis Minimalis Berwarna LembutIlustrasi AI Gamis Minimalis Berwarna Lembut

Di media sosial, muncul istilah populer untuk menggambarkan gamis berpotongan dewasa dan minimalis.

Ciri utamanya adalah warna netral, mocca, olive, maroon gelap, atau hitam, serta bahan jatuh seperti satin, crepe, atau georgette.

Desainnya cenderung flowy dengan detail halus seperti lipit tipis atau kancing depan. Model ini digemari karena memberi kesan matang, elegan, dan tidak lekang oleh waktu.

Tren ini juga selaras dengan konsep keberlanjutan (sustainability) dalam fashion, di mana busana dirancang untuk dipakai berulang kali, bukan hanya satu musim.

Tiga Pilar Tren Lebaran 2026

Jika dirangkum, arah tren baju Lebaran 2026 bertumpu pada tiga pilar utama.

Pertama, kenyamanan. Bahan ringan dan tidak mudah kusut menjadi prioritas agar tetap rapi sepanjang hari.

Kedua, versatilitas. Busana dapat dikenakan kembali untuk acara lain, mulai dari pengajian hingga pertemuan formal.

Ketiga, identitas personal. Perpaduan unsur tradisional dan modern memberi ruang ekspresi yang lebih luas.

Baca juga: Inspirasi Model Baju Gamis Bini Orang dari Bahan Pilihan yang Elegan

Tips Memilih Baju Lebaran Siluet Minimalis

Agar tidak sekadar mengikuti tren, ada beberapa hal yang patut dipertimbangkan sebelum membeli busana Lebaran 2026.

Pilih bahan yang breathable seperti katun premium, linen ringan, chiffon, atau rayon silk. Perhatikan cutting agar sesuai bentuk tubuh. Utamakan warna timeless supaya mudah dipadukan dengan koleksi hijab yang sudah dimiliki.

Selain itu, detail finishing seperti jahitan rapi dan potongan presisi menjadi indikator kualitas yang sering luput diperhatikan.

Lebaran, Makna, dan Busana yang Relevan

Pada akhirnya, Lebaran bukan hanya soal penampilan, melainkan simbol pembaruan diri dan kebersamaan.

Siluet minimalis menghadirkan keseimbangan antara kesederhanaan dan elegansi, dua nilai yang terasa selaras dengan makna Idul Fitri.

Tren 2026 menunjukkan bahwa busana muslim semakin matang: tidak lagi mengejar kemewahan berlebihan, melainkan desain fungsional yang tetap stylish.

Akankah siluet minimalis benar-benar mendominasi Lebaran tahun ini? Melihat arah pasar dan preferensi generasi urban, jawabannya tampaknya semakin jelas.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com