KOMPAS.com – Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor kembali menghadirkan program mudik gratis menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026.
Informasi ini disampaikan melalui akun Instagram resmi @dishub.bogorkab. Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk membantu masyarakat pulang kampung dengan aman, sekaligus menekan angka kecelakaan dan kepadatan kendaraan saat arus mudik.
Tahun ini, Pemkab Bogor menyiapkan 40 unit bus dengan lima kota tujuan utama di Jawa Barat hingga Jawa Timur.
Program mudik gratis ini mencakup rute strategis melalui Tol Purbaleunyi dan Tol Trans Jawa. Berikut daftar tujuan dan titik turun:
Via Tol Purbaleunyi (Exit Cileunyi)
Titik turun: Terminal Indihiang
Via Tol Trans Jawa (Exit Solo–Ngemplak)
Titik turun: Terminal Tirtonadi
Via Tol Trans Jawa (Exit Kaliwungu)
Titik turun: Terminal Mangkang
Via jalur selatan Tol Trans Jawa (Pejagan–Purwokerto–Kebumen–Purworejo–Yogyakarta)
Titik turun: Terminal Purwokerto, Terminal Kebumen, Terminal Purworejo, Terminal Wates, Terminal Giwangan
Via Tol Trans Jawa (Exit Warugunung)
Titik turun: Terminal Bungurasih
Khusus untuk rute Solo dan Semarang, tersedia fasilitas arus balik yang telah dijadwalkan.
Baca juga: Survei Litbang Kompas: 23,3 Persen Warga Berencana Mudik Lebaran 2026, Kendaraan Pribadi Mendominasi
Pendaftaran dilakukan secara daring melalui sistem yang disediakan Dishub Kabupaten Bogor. Berikut ketentuan utama yang perlu diperhatikan:
Pendaftaran hanya dilakukan secara online.
Untuk peserta arus balik Solo dan Semarang, hanya berlaku bagi mereka yang terdaftar pada arus mudik dan wajib menunjukkan tiket resmi saat keberangkatan.
Informasi terkini terkait jadwal dan teknis pelaksanaan dapat dipantau melalui akun Instagram resmi Dishub Kabupaten Bogor.
Karena menggunakan moda transportasi massal, persiapan menjadi kunci kenyamanan.
Datang lebih awal untuk menghindari antrean panjang. Pastikan membawa identitas asli serta bukti pendaftaran.
Beri penanda pada tas agar tidak tertukar, dan simpan barang berharga di tas kecil yang selalu melekat di badan.
Untuk perjalanan jarak jauh ke Jawa Tengah atau Jawa Timur, bantal leher dan jaket ringan akan membantu menjaga kenyamanan.
Siapkan air minum, makanan ringan, serta power bank untuk menjaga komunikasi tetap lancar.
Bagi yang rentan mabuk perjalanan, disarankan minum obat anti-mabuk sebelum berangkat.
Baca juga: Daftar Lengkap Mudik Gratis Lebaran 2026: Jadwal, Syarat, dan Cara Daftar
Mudik bukan sekadar perjalanan pulang kampung, tetapi bagian dari tradisi silaturahmi yang memiliki nilai ibadah.
Dalam hadis riwayat Muhammad disebutkan bahwa menyambung tali kekerabatan dapat melapangkan rezeki dan memanjangkan umur.
Dalam buku Fiqh al-Sirah karya Muhammad Said Ramadan al-Buthi dijelaskan bahwa interaksi sosial dan ukhuwah menjadi fondasi penting dalam membangun masyarakat yang harmonis.
Sementara itu, Ali Mustafa Yaqub dalam Ensiklopedi Haji dan Umrah menekankan pentingnya doa dan persiapan matang sebelum melakukan perjalanan jauh.
Doa safar yang dianjurkan antara lain memohon perlindungan dari kesulitan perjalanan dan keselamatan bagi keluarga yang ditinggalkan.
Program mudik gratis juga selaras dengan kampanye keselamatan transportasi yang digaungkan oleh Kementerian Perhubungan Republik Indonesia setiap musim Lebaran.
Dengan memanfaatkan bus resmi dan terkoordinasi, risiko kecelakaan akibat penggunaan kendaraan pribadi yang berlebihan dapat ditekan.
Kebijakan ini juga membantu mengurangi kepadatan lalu lintas di jalur-jalur utama Tol Trans Jawa.
Baca juga: Diskon 50 Persen dari Angkasa Pura di Momen Mudik Lebaran 2026, Berlaku di 37 Bandara
Masyarakat diimbau memantau perkembangan kuota dan jadwal melalui akun Instagram resmi Dishub Kabupaten Bogor.
Informasi di media sosial menjadi rujukan utama terkait pendaftaran, validasi ulang, hingga jadwal keberangkatan.
Mudik Lebaran 2026 diharapkan berjalan lebih tertib dan aman. Dengan perencanaan matang serta kepatuhan pada aturan, perjalanan pulang kampung bukan hanya lebih hemat, tetapi juga lebih bermakna.
Lebaran bukan sekadar hari raya. Ia adalah momentum kembali ke keluarga, mempererat silaturahmi, dan memulai lembaran baru dengan hati yang lebih bersih.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang