Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kemenag–British Council Dongkrak Kemampuan Bahasa Inggris Guru Madrasah

Kompas.com, 26 Februari 2026, 19:20 WIB
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Kementerian Agama RI bersama British Council menggelar perayaan dan diseminasi Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) bagi guru bahasa Inggris Madrasah di Gedung Kementerian Agama, Jakarta, Kamis (26/2/2026).

Program ini merupakan tindak lanjut nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani pada November 2021 dan telah menjangkau 728 guru bahasa Inggris Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) melalui pemetaan kompetensi dan pelatihan profesional berkelanjutan.

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan kolaborasi pendidikan menjadi kunci peningkatan kualitas dan daya saing global.

“Keahlian tidak mengenal batas. Ia berkembang melalui pembelajaran dan hubungan kolaboratif yang dibangun di atas rasa saling menghormati dan kepercayaan. Dalam bidang pendidikan, kemitraan ini menumbuhkan pemahaman dan keberhasilan bersama,” ujar Nasaruddin dalam sambutannya.

Ia menyampaikan apresiasi atas kontribusi British Council dalam meningkatkan kompetensi guru Madrasah.

“Sebanyak 728 guru bahasa Inggris dari Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah telah meningkatkan tidak hanya kemahiran bahasa mereka, tetapi juga keterampilan pedagogis mereka,” katanya.

Baca juga: Ramadhan 1447 H, Menag Ajak Perkuat Kesalehan Sosial dan Harmoni Kebangsaan

Menurut dia, penguasaan bahasa Inggris membuka akses siswa terhadap pengetahuan global.

“Ketika guru memperoleh kompetensi dalam bahasa Inggris, mereka membuka pintu pengetahuan yang lebih luas bagi siswa-siswi mereka, menghubungkan mereka ke percakapan global, penelitian, inovasi, dan kolaborasi,” jelasnya.

Nasaruddin juga menegaskan pembelajaran bahasa Inggris tidak hanya soal struktur dan percakapan, tetapi juga pemahaman budaya.

“Behind the language there is a culture. Di setiap bahasa Inggris itu di belakang bahasa Inggris ada culture. Jadi kalau kita memahami bahasa dengan sangat baik, maka kita pun juga harus memahami culture di belakangnya,” kata dia.

Ia menambahkan, penguatan bahasa Inggris akan berdampak pada daya saing lulusan Madrasah di tingkat global.

Baca juga: Gedung MUI 40 Lantai di HI Dikaitkan dengan Board of Peace, Menag dan MUI: Tak Ada Kaitannya

“Kalau bahasa Inggrisnya bagus, kita akan mengekspor ahli, bukan hanya pekerja kasar. Jadi bahasa Inggris itu bukan hanya bahasa akademik, tapi juga bahasa hubungan internasional,” ujarnya.

Terkait indikator keberhasilan program, Nasaruddin menyebut peningkatan akses alumni Madrasah ke perguruan tinggi dan pasar kerja internasional.

“Program kita ke depan adalah mahasiswa-mahasiswa alumni Madrasah itu semakin banyak bisa mengakses perguruan tinggi terkemuka di dunia internasional. Yang kedua, alumni Madrasah juga bisa mengakses lapangan kerja yang bertebaran di seluruh dunia,” katanya.

Baca juga: Tren Tunda Nikah Menguat, Menag Minta Nikah Fest Diperluas

Tingkat Penyelesaian di Atas 90 Persen

Country Director British Council Indonesia Summer Xia mengatakan program pilot tersebut mencatat capaian positif.

“Kami memiliki tingkat penyelesaian di atas 90 persen dan tingkat kepuasan hampir 100 persen. Sebanyak 80 persen guru melaporkan peningkatan signifikan dalam kemahiran bahasa Inggris mereka dan juga dalam keterampilan pedagogis mereka,” ujar Summer.

Menurut dia, penguatan kapasitas guru menjadi strategi berkelanjutan karena berdampak luas bagi siswa.

“Melalui mereka, kita bisa memberikan manfaat kepada ribuan dan jutaan siswa. Itulah sebabnya kami sangat bertekad untuk melanjutkan kerja luar biasa ini dengan Kementerian Agama dan mencari cara untuk memperluas proyek ini,” ungkapnya.

Duta Besar Inggris untuk Indonesia Dominic Jermey menyebut kemitraan pendidikan sebagai inti hubungan kedua negara.

“Jika seorang guru merasa percaya diri dan terampil di dalam kelas, para siswa akan belajar jauh lebih banyak,” ujar Dominic.

Ke depan, kedua pihak berkomitmen memperluas program agar menjangkau lebih banyak guru Madrasah di seluruh Indonesia, dengan skema pelatihan daring yang dipadukan kegiatan luring untuk memperkuat jejaring dan komunitas praktik guru.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com