Editor
KOMPAS.com-Kantor Urusan Haji Jeddah terus mengintensifkan pengawasan dan pendampingan terhadap jemaah umrah Indonesia di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, Arab Saudi.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan proses kepulangan jemaah menuju Indonesia berjalan lancar dan terpantau dengan baik.
Tim petugas juga melakukan monitoring terhadap jemaah yang masih menunggu kepastian jadwal penerbangan kembali ke Tanah Air.
Pendampingan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memberikan perlindungan dan pelayanan bagi jemaah umrah Indonesia selama berada di Arab Saudi.
Baca juga: 2.735 Jemaah Umrah Indonesia Dipantau Saat Pulang dari Jeddah, Pemerintah Perkuat Pengawasan
Staf Teknis Haji pada Kantor Urusan Haji Jeddah, M. Ilham Effendy, mengatakan bahwa tim di lapangan terus melakukan pemantauan terhadap pergerakan jemaah di area bandara.
Selain itu, petugas juga mendata jemaah yang mengalami penundaan kepulangan agar dapat segera dicarikan solusi.
“Pemantauan dilakukan secara menyeluruh di area layanan bandara. Kami juga terus melakukan pendataan terhadap jemaah yang tertahan kepulangannya serta berkoordinasi dengan pihak travel dan otoritas terkait agar proses pemulangan dapat segera diselesaikan,” ujar Ilham di Jeddah, Sabtu (7/3/2026), dalam rilis yang diterima KOMPAS.com.
Berdasarkan data Satgas Bandara per 7 Maret 2026 pukul 23.00 waktu setempat, tercatat sebanyak 341 jemaah dari beberapa penyelenggara perjalanan umrah masih menunggu kepastian jadwal kepulangan.
Para jemaah tersebut sementara diinapkan di sejumlah hotel di Jeddah dan Makkah sambil menunggu kepastian tiket penerbangan menuju Indonesia.
Baca juga: Jemaah Umrah Terdampak Konflik Timur Tengah, Pemerintah Siapkan 10 Langkah Perlindungan
Di sisi lain, proses pemulangan jemaah umrah Indonesia terus berlangsung melalui sejumlah maskapai penerbangan.
Beberapa maskapai yang melayani penerbangan kepulangan antara lain Saudia Airlines, Garuda Indonesia, Lion Air, dan IndiGo.
Pada 7 Maret 2026 tercatat sebanyak 1.665 jemaah dijadwalkan kembali ke Tanah Air melalui sejumlah penerbangan dari Bandara Jeddah.
Secara keseluruhan, hingga saat ini sebanyak 17.447 jemaah umrah Indonesia telah dipulangkan ke Indonesia melalui berbagai penerbangan dari Arab Saudi.
Baca juga: 10.060 Jemaah Umrah Kembali, 300 Masih Tertahan, KJRI Jeddah Siaga 24 Jam
Selain melakukan pemantauan di bandara, tim Kantor Urusan Haji Jeddah juga memberikan pendampingan kepada sejumlah jemaah yang masih berada di Makkah.
Sebanyak 33 jemaah dari salah satu penyelenggara perjalanan umrah saat ini masih diinapkan di hotel sambil menunggu kepastian tiket kepulangan.
Ilham menegaskan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan pihak travel serta otoritas terkait di Arab Saudi untuk memastikan proses pemulangan berjalan tanpa membebani jemaah.
“Kami terus mengupayakan solusi terbaik melalui koordinasi intensif dengan berbagai pihak, agar jemaah dapat kembali ke tanah air dengan aman dan nyaman,” jelasnya.
Kantor Urusan Haji Jeddah memastikan akan terus melakukan pemantauan lapangan serta memberikan pendampingan kepada jemaah umrah Indonesia hingga seluruh proses kepulangan selesai.
Upaya ini dilakukan agar setiap jemaah dapat kembali ke Tanah Air dengan aman, nyaman, dan tanpa kendala berarti.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang