KOMPAS.com – Menjelang libur panjang Hari Raya Idul Fitri 2026, sebagian layanan publik biasanya ikut menyesuaikan jadwal operasional.
Namun ada satu program pemerintah yang dipastikan tetap berjalan, terutama bagi kelompok masyarakat yang paling membutuhkan.
Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk kelompok rentan tetap disalurkan selama masa libur Lebaran.
Kelompok yang dimaksud adalah balita, ibu hamil, dan ibu menyusui, yang sering disebut sebagai kelompok 3B.
Kebijakan ini diambil untuk memastikan kebutuhan gizi kelompok tersebut tetap terpenuhi meskipun aktivitas sekolah dan sebagian layanan publik mengalami penyesuaian selama libur Idul Fitri.
Baca juga: MBG Tetap Jalan Saat Ramadhan, Ini Menu Tahan Lama yang Disiapkan
Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sonny Sonjaya, menegaskan bahwa layanan MBG bagi kelompok 3B tidak akan dihentikan selama periode libur Lebaran.
“Untuk ibu hamil, balita, dan ibu menyusui tetap berjalan meskipun sekolah libur,” ujar Sonny dilansir dari ANTARA, pada Selasa, (10/3/2026).
Menurut Sonny, penyesuaian hanya berlaku bagi penerima manfaat dari kalangan siswa sekolah. Selama masa libur Lebaran, penyaluran MBG bagi siswa sementara dihentikan.
Adapun masa penghentian sementara tersebut dijadwalkan berlangsung pada 18 hingga 24 Maret 2026.
Setelah masa libur selesai, layanan makan bergizi bagi siswa akan kembali berjalan seperti biasa.
“Penyaluran kepada siswa kembali normal setelah Lebaran,” katanya.
Program MBG merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, terutama bagi kelompok yang rentan terhadap masalah kekurangan gizi.
Balita, ibu hamil, dan ibu menyusui menjadi prioritas karena kebutuhan nutrisi pada fase tersebut sangat penting untuk mendukung pertumbuhan anak serta kesehatan ibu.
Ketersediaan asupan gizi yang cukup pada masa kehamilan dan menyusui juga berkaitan erat dengan upaya pencegahan stunting yang masih menjadi perhatian dalam pembangunan kesehatan nasional.
Karena itu, meskipun memasuki masa libur panjang Idul Fitri, pemerintah memastikan layanan pemenuhan gizi bagi kelompok tersebut tidak terhenti.
Baca juga: Viral Video MBG Dibagikan Saat Sahur, BGN Tegaskan Itu Hoaks: Ini Jadwal Resmi Selama Ramadan 2026
Di sisi lain, BGN juga mendorong keterbukaan informasi kepada masyarakat terkait pelaksanaan program ini.
Melalui pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), masyarakat diharapkan dapat mengetahui secara terbuka menu makanan yang disediakan dalam program MBG.
Sonny menjelaskan bahwa seluruh mitra SPPG diminta untuk memanfaatkan media sosial sebagai sarana komunikasi dengan masyarakat.
Informasi yang diunggah tidak hanya berupa daftar menu makanan, tetapi juga mencakup kandungan gizi serta biaya penyediaan makanan.
Langkah tersebut dinilai penting agar masyarakat dapat memahami kualitas makanan yang diberikan kepada para penerima manfaat.
“BGN telah memerintahkan seluruh SPPG membuat media sosial sebagai sarana komunikasi antara SPPG dan masyarakat, dan wajib mengunggah menu makanan, kadar gizi serta harga,” jelas Sonny.
Baca juga: Kemenag Tegaskan Zakat Tidak untuk MBG, Ini Penjelasan Lengkapnya
BGN juga membuka ruang bagi masyarakat yang ingin memberikan masukan terhadap pelaksanaan program MBG di lapangan.
Jika terdapat keluhan terkait kualitas layanan atau makanan yang diberikan, masyarakat dipersilakan menyampaikan langsung kepada pengelola SPPG di wilayah masing-masing.
Sonny menilai kritik yang disampaikan secara langsung dapat membantu memperbaiki kualitas program di masa mendatang.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam pengawasan juga menjadi bagian penting untuk memastikan program pemenuhan gizi berjalan dengan baik dan tepat sasaran.
Dengan tetap berjalannya layanan MBG bagi balita, ibu hamil, dan ibu menyusui selama libur Lebaran, pemerintah berharap kebutuhan gizi kelompok rentan tetap terjaga di tengah suasana Ramadan hingga Idul Fitri.