KOMPAS.com – Hari Raya Idul Fitri menjadi momen istimewa yang paling dinantikan umat Islam setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh di bulan Ramadhan.
Hari kemenangan ini tidak hanya identik dengan tradisi berkumpul bersama keluarga, tetapi juga sarat dengan amalan ibadah yang dianjurkan dalam ajaran Islam.
Menjelang Lebaran 2026, umat Islam di Indonesia masih menunggu penetapan resmi tanggal 1 Syawal 1447 Hijriah melalui sidang isbat yang akan digelar oleh Kementerian Agama Republik Indonesia pada 19 Maret 2026.
Baca juga: Australia Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret, Dewan Fatwa Gunakan Perhitungan Hilal Global
Meski demikian, para ulama mengingatkan bahwa esensi Idul Fitri bukan hanya pada perayaannya, tetapi juga pada ibadah yang menyertainya.
Dalam berbagai riwayat hadis dan literatur fikih klasik, terdapat sejumlah amalan sunnah yang dianjurkan dilakukan sebelum dan sesudah shalat Idul Fitri.
Amalan-amalan ini diyakini dapat menyempurnakan kebahagiaan hari raya sekaligus menambah pahala bagi umat Islam yang mengamalkannya.
Berikut tujuh amalan sunnah Idul Fitri yang dianjurkan dalam ajaran Islam.
Salah satu amalan yang sangat dianjurkan menjelang Idul Fitri adalah memperbanyak takbir sejak matahari terbenam pada hari terakhir Ramadhan hingga pelaksanaan shalat Id.
Mengumandangkan takbir menjadi simbol rasa syukur atas selesainya ibadah puasa selama satu bulan penuh. Hal ini juga didasarkan pada firman Allah dalam Al-Qur’an:
“Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu.” (QS. Al-Baqarah: 185)
Para ulama menjelaskan bahwa takbir pada malam Idul Fitri dapat dilakukan secara bebas di berbagai tempat, baik di rumah, masjid, maupun di perjalanan.
Dalam tradisi masyarakat Indonesia, gema takbir juga sering dilakukan dalam bentuk takbir keliling sebagai bentuk syiar Islam.
Dalam buku Fiqh Sunnah karya Sayyid Sabiq disebutkan bahwa memperbanyak takbir merupakan bagian dari sunnah yang menunjukkan rasa syukur seorang Muslim atas nikmat Ramadhan yang telah dilalui.
Baca juga: Niat Mandi Idul Fitri 1447 H: Bacaan Arab, Arti, dan Tata Caranya
Amalan berikutnya adalah mandi pada pagi hari sebelum berangkat melaksanakan shalat Idul Fitri.
Tradisi ini bertujuan untuk membersihkan diri serta mempersiapkan tubuh dalam keadaan suci dan segar saat berkumpul dengan jamaah lainnya. Praktik ini juga pernah dicontohkan oleh para sahabat Nabi.
Dalam kitab Al-Majmu’ Syarah al-Muhadzdzab karya ulama besar Imam An-Nawawi dijelaskan bahwa mandi sebelum shalat Id termasuk sunnah yang dianjurkan karena merupakan bagian dari adab berhias saat hari raya.
Idul Fitri juga menjadi momen untuk menampilkan diri dengan penampilan terbaik. Dalam berbagai riwayat disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW mengenakan pakaian yang bersih dan rapi ketika menghadiri shalat Id.
Muhammad juga menganjurkan umatnya menjaga kebersihan tubuh, memotong kuku, serta menggunakan wewangian, khususnya bagi laki-laki.
Dalam buku Riyadhus Shalihin karya Imam Nawawi dijelaskan bahwa berhias pada hari raya termasuk bagian dari adab yang dianjurkan dalam Islam selama tidak berlebihan dan tetap menjaga kesopanan.
Berbeda dengan Idul Adha, umat Islam dianjurkan untuk makan terlebih dahulu sebelum berangkat melaksanakan shalat Idul Fitri.
Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW biasanya memakan beberapa butir kurma dengan jumlah ganjil sebelum keluar rumah menuju tempat shalat.
“Rasulullah tidak berangkat pada hari Idul Fitri hingga beliau makan beberapa butir kurma.”
(HR. Bukhari)
Kebiasaan ini memiliki makna simbolis, yaitu sebagai tanda bahwa ibadah puasa telah berakhir dan umat Islam kembali diperbolehkan makan pada hari raya.
Amalan sunnah lain yang dianjurkan adalah menempuh rute berbeda saat pergi dan pulang dari tempat shalat Id.
Dalam hadis riwayat Bukhari disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW sering mengambil jalan yang berbeda ketika berangkat dan pulang dari tempat shalat.
Para ulama menafsirkan bahwa hal ini memiliki beberapa hikmah, di antaranya memperluas syiar Islam, memperbanyak pertemuan dengan sesama Muslim, serta mempererat hubungan sosial di masyarakat.
Setelah shalat Id selesai, umat Islam dianjurkan untuk saling mengunjungi keluarga, tetangga, dan kerabat sebagai bentuk mempererat tali silaturahmi.
Tradisi saling memaafkan dan memberikan ucapan selamat hari raya juga memiliki dasar dalam praktik para sahabat Nabi.
Ucapan yang umum disampaikan antara lain:
“Taqabbalallahu minna wa minkum,” yang berarti Semoga Allah menerima amal ibadah kami dan kalian.
Dalam buku Al-Adab fi al-Islam karya ulama Mesir Yusuf Al-Qaradawi dijelaskan bahwa silaturahmi pada hari raya merupakan sarana memperkuat ukhuwah atau persaudaraan sesama Muslim.
Baca juga: Kapan Idul Fitri 2026? Hitung Mundur Lebaran dan Jadwal Liburnya
Hari raya juga merupakan waktu untuk bergembira. Islam tidak melarang umatnya menikmati hiburan selama tetap berada dalam batas-batas yang diperbolehkan.
Dalam salah satu riwayat hadis disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW pernah menemani istrinya, Aisyah, menyaksikan pertunjukan permainan tombak yang dilakukan oleh orang-orang Habasyah di masjid pada hari raya.
Peristiwa ini menunjukkan bahwa kegembiraan pada hari Idul Fitri merupakan bagian dari tradisi yang diperbolehkan selama tidak melanggar nilai-nilai agama.
Bagi umat Islam, Idul Fitri bukan hanya sekadar perayaan tahunan, tetapi juga momentum untuk memperkuat hubungan spiritual dengan Allah sekaligus mempererat hubungan sosial dengan sesama manusia.
Melalui amalan-amalan sunnah tersebut, Idul Fitri tidak hanya menjadi hari penuh kegembiraan, tetapi juga kesempatan untuk memperbanyak pahala setelah sebulan penuh menjalani ibadah puasa di bulan Ramadhan.
Karena itu, para ulama mengingatkan bahwa merayakan Idul Fitri sebaiknya tidak hanya diisi dengan tradisi dan perayaan, tetapi juga dengan ibadah dan amal kebaikan yang dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang