Editor
KOMPAS.com — Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI bersama Pusat Kajian Hadis menyelenggarakan Pesantren Jalan Cahaya bagi komunitas marjinal di Pesantren Pusat Kajian Hadis Cinagara, Kabupaten Bogor, Minggu (15/3/2026).
Program pembinaan intensif selama dua hari satu malam ini diikuti sekitar 100 peserta dari kalangan anak yatim dan dhuafa. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Program Ramadan 1447 Hijriah yang dilaksanakan di 20 titik di seluruh Indonesia.
Program ini menyasar kelompok masyarakat marjinal dan rentan yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap pembinaan keagamaan formal.
Peserta yang mengikuti kegiatan ini terdiri dari anak-anak yatim dan dhuafa yang membutuhkan bimbingan rohani sekaligus motivasi untuk mempersiapkan masa depan mereka.
Baca juga: Baznas Gandeng Media Perluas Literasi Zakat dan Filantropi Islam
Melalui pendekatan yang persuasif dan humanis, Pesantren Jalan Cahaya diharapkan menjadi ruang aman bagi peserta untuk memperkuat keimanan, membangun karakter, serta membuka peluang perubahan hidup yang lebih baik.
Pembukaan acara turut dihadiri oleh perwakilan Baznas RI, Sekretaris Desa Cinagara, Sekretaris Jenderal MUI Kecamatan Caringin, Ketua MUI Desa Cinagara, serta ketua RW dan ketua RT setempat.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta mengikuti berbagai rangkaian pembinaan keagamaan. Materi yang diberikan antara lain kajian fiqih puasa dasar, sirah pengenalan terhadap teladan Rasulullah SAW, serta motivasi untuk menggapai impian dan cita-cita.
Peserta juga diajak menjalankan ibadah secara berjamaah, mulai dari shalat fardhu berjamaah, qiyamullail, tadarus Al-Qur’an, hingga membaca zikir bersama.
Selain pembinaan spiritual, peserta juga menerima bantuan berupa uang tunai, bingkisan, serta sertifikat sebagai kenang-kenangan.
Program ini juga menjadi pintu masuk pembinaan berkelanjutan melalui pendekatan Zakat Community Development, sehingga dampak spiritual yang dibangun dapat diperkuat dengan pemberdayaan ekonomi dan sosial di masa mendatang.
“Dari 20 titik program Pesantren Marjinal Cahaya 1447 H, Pusat Kajian Hadis adalah satu-satunya lembaga yang mendapatkan kepercayaan menjadi tuan rumah program se-Kabupaten Bogor. Alhamdulillah acaranya berjalan dengan sangat baik,” ujar Ustaz Reno Fathurrahman selaku staf pendidikan dan dakwah Baznas RI sekaligus PIC program Pesantren Marjinal Cahaya Ramadhan 1447 H dalam keterangan tertulis, Senin (16/3/2026).
Sementara itu, Direktur Pusat Kajian Hadis Indonesia Ustaz Abdul Fathir Kautsar menyampaikan rasa syukur atas kerja sama tersebut.
“Ini adalah program pertama dan terbesar kami yang bekerja sama dengan Baznas RI. Kami sangat senang bisa menjadi wasilah berbagi kebermanfaatan kepada warga sekitar Pesantren Pusat Kajian Hadis Cinagara. Semoga ke depannya kita bisa mengadakan kerja sama lagi dengan Baznas RI dalam program-program lainnya,” ujarnya.
Kebahagiaan juga dirasakan langsung oleh para peserta. Salah satunya Hilda, yang mengaku sangat menikmati kegiatan pesantren tersebut.
Baca juga: Pesantren Al Umanaa Perkuat Kolaborasi Cetak Pemimpin Qurani Indonesia
“Aku seneng banget, Kak. Nggak mau pulang,” ungkapnya.
“Tahun depan bikin gini lagi, 'kan?” tanyanya dengan wajah penuh harap.
Melalui Pesantren Jalan Cahaya, Baznas RI dan Pusat Kajian Hadis menegaskan komitmen menghadirkan dakwah yang inklusif, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi masyarakat rentan di Desa Cinagara, Bogor.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang