Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Nyepi dan Idul Fitri Berdekatan, Buleleng Tunjukkan Harmoni Toleransi yang Menginspirasi

Kompas.com, 22 Maret 2026, 19:03 WIB
Ahmad Muzakky Alhasan,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Momentum berdekatannya Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1948 dan Idul Fitri 1447 Hijriah menjadi bukti nyata kuatnya kerukunan antarumat beragama di Bali, khususnya di Buleleng.

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna saat menghadiri pelaksanaan Salat Idul Fitri di Lapangan Taman Kota Singaraja, Sabtu (21/3/2026).

Sejak pagi, ribuan umat Muslim memadati lokasi untuk melaksanakan Shalat Id dengan tertib dan penuh kekhusyukan. Suasana yang damai dan penuh kebersamaan itu meninggalkan kesan mendalam bagi Supriatna.

“Saya kagum melihat antusias masyarakat Muslim yang melaksanakan Salat Idul Fitri dengan khidmat dan tertib,” ujarnya.

Baca juga: Harga Emas Antam Usai Lebaran 2026, Sempat Anjlok Rp 100 Ribu Jelang Hari Raya

Ia juga menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri kepada seluruh umat Muslim di Buleleng, seraya memohon maaf lahir dan batin sebagai bentuk kebersamaan dan persaudaraan.

Menurut Supriatna, kedekatan waktu antara Nyepi dan Idul Fitri bukan hal baru bagi masyarakat Buleleng. Justru, kondisi ini menjadi simbol kuatnya toleransi yang telah lama terbangun di tengah keberagaman.

“Masyarakat umat Hindu dan umat Muslim di Buleleng sudah saling menghargai dan saling mengerti,” tegasnya.

Sementara itu, khatib Salat Idul Fitri, Agus Annurachman, mengajak umat Muslim menjadikan Idul Fitri sebagai momentum mempererat silaturahmi dan menjaga keharmonisan di tengah perbedaan.

Baca juga: Niat Puasa Syawal Lengkap Arab, Latin, dan Artinya: Simak Tata Cara & Keutamaannya

Ia menekankan bahwa perbedaan bukanlah penghalang, melainkan kekuatan untuk mempererat persatuan bangsa.

“Semoga silaturahmi menjadikan kita semakin rukun dan damai serta menjadi kebanggaan Indonesia. Kita sebagai umat Islam harus menjadi duta-duta perdamaian,” ujarnya.

Kehadiran pemerintah daerah dalam perayaan tersebut menjadi bukti komitmen dalam menjaga kerukunan antarumat beragama.

Di tengah perbedaan, Buleleng kembali menunjukkan bahwa toleransi bukan sekadar wacana, melainkan budaya yang hidup dan mengakar di masyarakat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Mengintip Tradisi Idul Fitri di Arab Saudi: Dari “Early Hour” hingga Silaturahmi Usai Shalat Ied
Mengintip Tradisi Idul Fitri di Arab Saudi: Dari “Early Hour” hingga Silaturahmi Usai Shalat Ied
Aktual
Tradisi Ngapungkeun Balon Garut saat Lebaran, Warisan Budaya yang Sarat Nilai Kebersamaan
Tradisi Ngapungkeun Balon Garut saat Lebaran, Warisan Budaya yang Sarat Nilai Kebersamaan
Aktual
Bacaan Dzikir Setelah Shalat Fardhu Lengkap dengan Urutannya
Bacaan Dzikir Setelah Shalat Fardhu Lengkap dengan Urutannya
Doa dan Niat
Nyepi dan Idul Fitri Berdekatan, Buleleng Tunjukkan Harmoni Toleransi yang Menginspirasi
Nyepi dan Idul Fitri Berdekatan, Buleleng Tunjukkan Harmoni Toleransi yang Menginspirasi
Aktual
Harga Emas Antam Usai Lebaran 2026, Sempat Anjlok Rp 100 Ribu Jelang Hari Raya
Harga Emas Antam Usai Lebaran 2026, Sempat Anjlok Rp 100 Ribu Jelang Hari Raya
Aktual
Niat Puasa Syawal Lengkap Arab, Latin, dan Artinya: Simak Tata Cara & Keutamaannya
Niat Puasa Syawal Lengkap Arab, Latin, dan Artinya: Simak Tata Cara & Keutamaannya
Doa dan Niat
Puasa Qadha atau Syawal Dulu? Ini Hukum dan Penjelasan Ulama
Puasa Qadha atau Syawal Dulu? Ini Hukum dan Penjelasan Ulama
Aktual
Doa Mengusir Ular dari Rumah Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa Mengusir Ular dari Rumah Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Ucapkan Idul Fitri ke Indonesia, Menlu Iran: Terima Kasih Sudah Mengecam Agresi AS-Israel
Ucapkan Idul Fitri ke Indonesia, Menlu Iran: Terima Kasih Sudah Mengecam Agresi AS-Israel
Aktual
Arab Saudi Bangun Taman Botani Raksasa, King Abdullah Gardens Siap Jadi Salah Satu Terbesar di Dunia
Arab Saudi Bangun Taman Botani Raksasa, King Abdullah Gardens Siap Jadi Salah Satu Terbesar di Dunia
Aktual
Contoh Pidato Halalbihalal yang Menyentuh Hati: Singkat, Sopan, dan Cocok untuk Berbagai Acara
Contoh Pidato Halalbihalal yang Menyentuh Hati: Singkat, Sopan, dan Cocok untuk Berbagai Acara
Aktual
Menjemput Ampunan Ilahi: KDM Tahan Tangis Minta Maaf kepada Warga Jabar
Menjemput Ampunan Ilahi: KDM Tahan Tangis Minta Maaf kepada Warga Jabar
Aktual
Dari Zaman Rasul hingga Nusantara: Sejarah Takbir Idul Fitri yang Menggema dan Sarat Makna
Dari Zaman Rasul hingga Nusantara: Sejarah Takbir Idul Fitri yang Menggema dan Sarat Makna
Aktual
Gemerlap Takbiran di Danau Maninjau: Festival Rakik-rakik Hidupkan Tradisi di Tengah Duka
Gemerlap Takbiran di Danau Maninjau: Festival Rakik-rakik Hidupkan Tradisi di Tengah Duka
Aktual
5 Momen Halalbihalal yang Selalu Dirindukan Saat Lebaran
5 Momen Halalbihalal yang Selalu Dirindukan Saat Lebaran
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com