Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengintip Tradisi Idul Fitri di Arab Saudi: Dari “Early Hour” hingga Silaturahmi Usai Shalat Ied

Kompas.com, 22 Maret 2026, 23:11 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Tradisi Idul Fitri di Arab Saudi tidak hanya berpusat pada pelaksanaan shalat Ied, tetapi juga rangkaian kebiasaan sosial yang telah berlangsung selama berabad-abad.

Perayaan hari besar umat Islam ini diwarnai dengan beragam tradisi yang berkembang seiring waktu.

Salah satu yang paling khas adalah suasana pagi hari sebelum shalat Ied yang sarat kebersamaan keluarga.

Momen tersebut menjadi bagian penting dalam menyambut hari kemenangan dengan penuh suka cita.

Dilansir dari Saudi Gazette, berikut gambaran suasana pagi hari saat Idul Fitri di Arab Saudi.

Baca juga: Arab Saudi Bangun Taman Botani Raksasa, King Abdullah Gardens Siap Jadi Salah Satu Terbesar di Dunia

Suasana “Early Hour”, Pagi Idul Fitri di Arab Saudi

Pada waktu yang dikenal sebagai “early hour”, yakni rentang antara shalat Subuh hingga shalat Ied, masyarakat Arab Saudi mulai membangun suasana kebersamaan.

Di saat sebagian orang masih beristirahat, keluarga-keluarga justru berkumpul untuk menyambut hari raya.

Dalam suasana penuh kegembiraan, anggota keluarga saling bertukar ucapan selamat dengan orang tua dan kerabat.

Mereka juga mengenakan pakaian terbaik, yang umumnya merupakan pakaian baru sebagai simbol kebahagiaan Idul Fitri.

Kuliner Khas Idul Fitri di Arab Saudi

Selain kebersamaan, pagi Idul Fitri juga identik dengan tradisi kuliner. Berbagai hidangan khas disiapkan untuk dinikmati bersama keluarga sebelum atau setelah shalat Ied.

Beberapa makanan tradisional yang umum disajikan antara lain qursan, yaitu roti tipis yang dimasak dengan daging dan sayuran, serta areeka sebagai hidangan penutup khas. Selain itu, ghee (mentega khas) dan madu juga menjadi bagian dari sajian utama.

Dikutip dari Encyclopedia of the Kingdom of Saudi Arabia yang diterbitkan oleh King Abdulaziz Public Library, di beberapa wilayah setiap keluarga memiliki hidangan khas yang menjadi identitas mereka saat Idul Fitri.

Tradisi Menjalin Silaturahmi Usai shalat Ied

Setelah pelaksanaan shalat Ied, masyarakat melanjutkan tradisi dengan berkumpul bersama tetangga dan kerabat. Mereka biasanya berkumpul di area terbuka seperti taman atau tepi laut.

Di tempat tersebut, warga saling bertukar ucapan selamat sambil menikmati kopi.

Tradisi ini menjadi sarana mempererat hubungan sosial sekaligus menjaga nilai kebersamaan dalam masyarakat.

Persiapan Rumah dan Nuansa Tradisional

Seperti halnya yang dilakukan masyarakat di tanah air, rumah-rumah di Arab Saudi juga dipersiapkan secara khusus untuk menyambut tamu.

Bedanya, warga di sana akan membersihkan ruang tamu dan memberi wewangian dupa untuk menciptakan suasana hangat.

Karpet tradisional berbahan wol domba, yang dikenal sebagai "shamla" dan "jawa’id" juga akan digelar sebagai bagian dari tradisi menyambut tamu.

Hal ini mencerminkan nilai keramahan dan kedermawanan yang kuat dalam budaya masyarakat Saudi.

Sentuhan Modern dalam Perayaan Idul Fitri

Di era modern, tradisi tersebut juga dipadukan dengan dekorasi kekinian. Rumah-rumah dihias menggunakan lampu fawanees elektrik yang sebelumnya digunakan saat Ramadhan, serta lampu hias tambahan.

Perpaduan antara tradisi lama dan sentuhan modern ini menjadikan suasana Idul Fitri di Arab Saudi tetap hangat sekaligus meriah.

Tradisi pagi Idul Fitri di Arab Saudi menunjukkan kuatnya nilai kebersamaan dan kekeluargaan dalam masyarakat.

Dari momen “early hour” hingga silaturahmi usai shalat Ied, seluruh rangkaian menjadi bagian penting dalam merayakan hari kemenangan.

Kebiasaan ini sekaligus mencerminkan bagaimana budaya dan agama saling berpadu dalam kehidupan sehari-hari.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar