KOMPAS.com - Teks khutbah Jumat bertema rezeki halal belakangan kembali banyak dicari dan dibahas oleh umat Islam di berbagai wilayah.
Tema ini dianggap dekat dengan realitas kehidupan saat ini yang penuh persaingan dan godaan dalam mencari penghasilan.
Khutbah mengenai rezeki halal tidak hanya membahas besarnya harta yang diperoleh, tetapi juga menekankan pentingnya cara mendapatkan penghasilan yang diridhai Allah SWT.
Sebab, keberkahan hidup dalam Islam bukan sekadar diukur dari banyaknya materi, melainkan dari nilai halal dan baik yang menyertainya.
Meningkatnya perhatian terhadap tema ini juga sejalan dengan tumbuhnya kesadaran spiritual masyarakat.
Banyak orang mulai ingin menjalani hidup yang lebih tenang, bersih, dan penuh keberkahan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memperdalam pemahaman agama melalui nasihat dan pesan yang disampaikan dalam khutbah Jumat.
Baca juga: Doa Mustajab Malam Jumat Pembuka Rezeki: Arab, Latin, dan Artinya
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
أَمَّا بَعْدُ
Ma’asyiral Muslimin rahimani wa rahimakumullah,
Marilah kita meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan sebenar-benarnya takwa. Ketakwaan bukan hanya tampak dalam ibadah ritual, tetapi juga terlihat dari bagaimana seseorang mencari nafkah, mengelola harta, dan menjaga dirinya dari perkara yang haram.
Di zaman sekarang, banyak orang bekerja keras siang dan malam demi memenuhi kebutuhan hidup. Namun di tengah kerasnya persaingan dunia, terkadang muncul godaan untuk memperoleh penghasilan dengan jalan yang tidak diridhai Allah SWT. Ada yang tergoda riba, penipuan, suap, korupsi, manipulasi, bahkan menghalalkan segala cara demi keuntungan dunia yang sementara.
Padahal Rasulullah SAW telah mengingatkan bahwa rezeki yang halal jauh lebih bernilai dibanding harta melimpah yang diperoleh dengan cara haram.
Allah SWT berfirman:
وَلَا تَشْتَرُوا بِآيَاتِي ثَمَنًا قَلِيلًا
“Dan janganlah kamu menukarkan ayat-ayat-Ku dengan harga yang murah.” (QS Al-Baqarah: 41)
Ayat ini mengandung peringatan agar manusia tidak menjual agama, kejujuran, dan ketakwaannya hanya demi keuntungan dunia yang fana.
Hadirin Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Islam mengajarkan bahwa makanan, pakaian, dan harta yang masuk ke tubuh manusia akan berpengaruh terhadap hati dan kehidupannya. Karena itu, mencari rezeki halal bukan sekadar urusan ekonomi, melainkan bagian dari ibadah dan jalan menuju keberkahan hidup.
Allah SWT berfirman:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ
“Wahai manusia, makanlah dari apa yang ada di bumi yang halal lagi baik dan janganlah mengikuti langkah-langkah setan.” (QS Al-Baqarah: 168)
Dalam Tafsir Ibnu Katsir dijelaskan bahwa setan sering menggoda manusia dengan menjadikan yang haram tampak indah dan menguntungkan. Padahal di balik itu terdapat kehancuran, kegelisahan, dan hilangnya keberkahan.
Baca juga: 5 Doa Pelunas Utang dan Pembuka Pintu Rezeki Halal
Rasulullah SAW bersabda:
إِنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ لَا يَقْبَلُ إِلَّا طَيِّبًا
“Sesungguhnya Allah itu Maha Baik dan tidak menerima kecuali yang baik.” (HR Muslim)
Hadis ini menunjukkan bahwa amal ibadah seseorang sangat berkaitan dengan sumber rezekinya. Bagaimana mungkin doa mudah dikabulkan jika makanan, pakaian, dan hartanya berasal dari sesuatu yang haram?
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Terkadang seseorang terlihat kaya raya, memiliki rumah mewah, kendaraan mahal, dan kehidupan yang tampak sempurna. Namun belum tentu hidupnya tenang dan berkah. Sebaliknya, ada orang yang penghasilannya sederhana, tetapi keluarganya harmonis, hatinya tenteram, anak-anaknya saleh, dan hidupnya penuh rasa cukup. Itulah keberkahan.
Allah SWT berfirman:
يَمْحَقُ اللَّهُ الرِّبَا وَيُرْبِي الصَّدَقَاتِ
“Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah.” (QS Al-Baqarah: 276)
Ayat ini mengajarkan bahwa keberkahan bukan diukur dari banyaknya angka dan harta, melainkan dari manfaat serta ketenangan yang Allah hadirkan dalam kehidupan.
Rasulullah SAW juga bersabda:
إِنَّهُ لَا يَرْبُو لَحْمٌ نَبَتَ مِنْ سُحْتٍ إِلَّا كَانَتِ النَّارُ أَوْلَى بِهِ
“Tidaklah daging yang tumbuh dari sesuatu yang haram kecuali neraka lebih pantas baginya.” (HR Tirmidzi)
Karena itu, jangan sampai kita menukar akhirat yang kekal dengan kenikmatan dunia yang hanya sementara.
Allah SWT berfirman:
إِنَّمَا هَٰذِهِ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا مَتَاعٌ وَإِنَّ الْآخِرَةَ هِيَ دَارُ الْقَرَارِ
“Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah kesenangan sementara, sedangkan akhirat itulah negeri yang kekal.” (QS Al-Mu’min: 39)
Hadirin yang dirahmati Allah,
Mari kita mendidik diri dan keluarga agar tidak terbiasa dengan harta syubhat dan haram. Ajarkan anak-anak kita tentang kejujuran, amanah, dan rasa cukup. Karena sejatinya, sedikit tetapi halal lebih baik daripada banyak namun penuh dosa.
Semoga Allah SWT menjaga hati kita agar tetap istiqamah mencari rezeki halal dan menjauhkan kita dari segala bentuk penghasilan yang tidak diridhai-Nya.
أَقُوْلُ قَوْلِي هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيْمَ لِي وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
Baca juga: 7 Amalan Subuh Pembuka Rezeki, Lengkap Doa Arab dan Artinya
الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ
أَمَّا بَعْدُ
Ma’asyiral Muslimin rahimani wa rahimakumullah,
Ketahuilah bahwa pintu rezeki halal sebenarnya sangat luas. Allah SWT menciptakan begitu banyak peluang usaha, pekerjaan, perdagangan, dan jalan kehidupan yang dibolehkan dalam syariat.
Allah SWT berfirman:
هُوَ الَّذِي خَلَقَ لَكُمْ مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا
“Dialah Allah yang menciptakan segala yang ada di bumi untuk kalian.” (QS Al-Baqarah: 29)
Karena itu, jangan pernah beranggapan bahwa mencari rezeki halal lebih sulit daripada yang haram. Sesungguhnya yang membuat hidup terasa sempit sering kali adalah hawa nafsu yang tidak pernah merasa cukup.
Rasulullah SAW bersabda:
احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلَا تَعْجِزْ
“Bersungguh-sungguhlah terhadap sesuatu yang bermanfaat bagimu, mintalah pertolongan kepada Allah, dan jangan malas.” (HR Muslim)
Islam mengajarkan umatnya menjadi pribadi yang pekerja keras, jujur, amanah, dan bertanggung jawab. Pedagang yang jujur bahkan dijanjikan kedudukan mulia bersama para nabi dan syuhada.
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Jangan iri terhadap harta yang diperoleh dengan jalan haram. Bisa jadi di balik kemewahan itu terdapat kegelisahan, konflik keluarga, bahkan hilangnya ketenangan hidup.
Sebaliknya, orang yang bersabar dengan rezeki halal akan merasakan nikmat qanaah dan keberkahan.
Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ آمِنًا فِي سِرْبِهِ مُعَافًى فِي جَسَدِهِ عِنْدَهُ قُوتُ يَوْمِهِ فَكَأَنَّمَا حِيزَتْ لَهُ الدُّنْيَا
“Barang siapa di pagi hari merasa aman, sehat badannya, dan memiliki makanan untuk hari itu, maka seakan-akan dunia telah dikumpulkan untuknya.” (HR Tirmidzi)
Betapa banyak orang kaya tetapi tidak tenang. Dan betapa banyak orang sederhana tetapi hidupnya penuh syukur dan bahagia.
Maka marilah kita memohon kepada Allah SWT agar diberikan rezeki yang halal, hati yang qanaah, keluarga yang penuh keberkahan, dan dijauhkan dari segala bentuk penghasilan yang haram.
إن الله وملائكته يصلون على النبي يا أيها الذين آمنوا صلوا عليه وسلموا تسليما
اللهم صل على محمد وعلى آل محمد كما صليت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد, اللهم بارك على محمد وعلى آل محمد كما باركت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد.
ربنا ظلمنا أنفسنا وإن لم تغفر لنا وترحمنا لنكونن من الخاسرين
ربنا اغفر لنا ولإخواننا الذين سبقونا بالإيمان ولا تجعل في قلوبنا غلا للذين آمنوا ربنا إنك رؤوف رحيم
ربنا لا تزغ قلوبنا بعد إذ هديتنا وهب لنا من لدنك رحمة إنك أنت الوهاب
اللهم أصلح ولاة أمورنا وارزقهم البطانة الصالحة الناصحة التي تدلهم على الخير وتعينهم عليه يا رب العالمين
اللهم انصر إخواننا المؤمنين المستضعفين في بورما، وسوريا، وفلسطين، وفي كل مكان
ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار
وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang