Editor
KOMPAS.com - Bulan Syawal menjadi momentum penting bagi umat Islam setelah Idul Fitri untuk melanjutkan ibadah sunnah.
Pada periode ini, terdapat dua amalan yang banyak dijalankan, yakni puasa Syawal dan puasa Ayyamul Bidh. Kedua puasa ini memiliki keutamaan tersendiri yang dianjurkan dalam ajaran Islam.
Oleh karena itu, informasi jadwal puasa Syawal dan Ayyamul Bidh April 2026 banyak dicari untuk memudahkan perencanaan ibadah.
Selain bernilai ibadah, pelaksanaan puasa di bulan Syawal juga sering dikaitkan dengan tradisi masyarakat, termasuk di Jawa.
Penentuan tanggal yang tepat dalam kalender Masehi membantu umat Islam menyesuaikan jadwal puasa dengan aktivitas harian.
Baca juga: Bulan Syawal 1447 H Sampai Kapan? Cek Kalender Lengkapnya untuk Tahu Jadwal Puasa Sunnah
Puasa Syawal merupakan puasa sunnah yang dikerjakan selama enam hari di bulan Syawal setelah Hari Raya Idul Fitri.
Amalan ini memiliki keutamaan besar sebagaimana disebutkan dalam hadits riwayat Imam Muslim.
Dalam hadits tersebut dijelaskan bahwa siapa yang menjalankan puasa Syawal akan mendapatkan pahala setara puasa selama satu tahun.
Baca juga: Niat Puasa Syawal Digabung Senin Kamis, Bolehkah? Ini Hukum dan Caranya
Berdasarkan hasil sidang isbat, Pemerintah Indonesia menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah atau Idul Fitri jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.
Dengan demikian, puasa Syawal dapat mulai dilaksanakan sejak 22 Maret hingga 18 April 2026.
Bagi yang ingin melaksanakan puasa enam hari berturut-turut di awal Syawal, jadwalnya dapat dilakukan pada 22 hingga 27 Maret 2026.
Namun, puasa ini juga boleh dikerjakan di hari lain selama masih berada dalam bulan Syawal.
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلّهِ تَعَالَى
Arab latin: Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatis Syawwali lillahi ta‘âlâ.
Artinya: “Aku berniat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah.”
Puasa Ayyamul Bidh merupakan puasa sunnah yang dilaksanakan setiap pertengahan bulan Hijriah, yaitu pada tanggal 13, 14, dan 15.
Istilah Ayyamul Bidh sendiri merujuk pada malam-malam terang saat bulan purnama, yang identik dengan waktu di pertengahan bulan qomariyah.
Pada April 2026, puasa Ayyamul Bidh bertepatan dengan bulan Syawal 1447 Hijriah. Berikut jadwal lengkapnya:
نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Arab latin: Nawaytu shauma ayyāmil bidh lillāhi ta'ālā
Artinya: “Saya niat puasa Ayyamul Bidh karena Allah Ta'ala.”
اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلى رِزْقِكَ أفْطَرْتُ ذَهَبَ الظَّمأُ وابْتَلَّتِ العُرُوقُ وَثَبَتَ الأجْرُ إِنْ شاءَ اللَّهُ تَعالى
Arab latin: Allâhumma laka shumtu wa ‘alâ rizqika afthartu dzahaba-dh-dhama’u wabtalatil ‘urûqu wa tsabatal ajru insyâ-allâh ta‘âlâ
Artinya: “Ya Allah, untuk-Mulah aku berpuasa, atas rezeki-Mulah aku berbuka. Telah sirna rasa dahaga, urat-urat telah basah, dan (semoga) pahala telah ditetapkan, insyaaallah.”
Berikut rincian tanggal Syawal 1447 H lengkap dengan kalender Masehi :
Jatuhnya tanggal 30 Syawal merupakan perkiraan jika bulan digenapkan 30 hari. Penetapan pastinya akan ditentukan melalui sidang isbat untuk awal Zulkaidah 1447 H.
Mengetahui jadwal puasa Syawal dan Ayyamul Bidh April 2026 dapat membantu umat Islam menjalankan ibadah sunnah secara optimal.
Dengan perencanaan yang tepat, kedua amalan ini dapat dilakukan secara konsisten di tengah aktivitas harian.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang