Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Niat Puasa Syawal Digabung Senin Kamis, Bolehkah? Ini Hukum dan Caranya

Kompas.com, 29 Maret 2026, 22:26 WIB
Add on Google
Khairina

Editor

Sumber Baznas


KOMPAS.com-Bulan Syawal menjadi momen penting bagi umat Islam untuk melanjutkan ibadah setelah Ramadan.

Salah satu amalan yang dianjurkan adalah puasa sunnah Syawal selama enam hari.

Sebagian umat Islam juga menggabungkannya dengan puasa Senin dan Kamis untuk memaksimalkan pahala.

Praktik niat puasa Syawal digabung puasa Senin Kamis pun menjadi topik yang sering dibahas dalam kajian fikih.

Baca juga: Niat Puasa Syawal Lengkap Arab, Latin, dan Artinya: Simak Tata Cara & Keutamaannya

Pengertian Puasa Syawal dan Puasa Senin Kamis

Dilansir dari laman Baznas, Puasa Syawal merupakan puasa sunnah yang dikerjakan selama enam hari di bulan Syawal.

Pelaksanaannya dapat dilakukan secara berurutan atau terpisah sesuai kemampuan.

Sementara itu, puasa Senin Kamis adalah amalan sunnah yang dianjurkan Rasulullah SAW karena keutamaan kedua hari tersebut.

Niat puasa Syawal digabung puasa Senin Kamis berarti melaksanakan kedua ibadah dalam satu waktu, yakni pada hari Senin atau Kamis di bulan Syawal.

Praktik ini memungkinkan seorang Muslim memperoleh pahala dari dua amalan sunnah sekaligus.

Baca juga: Puasa Syawal: Hukum, Niat, dan Tata Cara Menurut Ulama

Hukum Menggabungkan Puasa Syawal dan Senin Kamis

Dalam pandangan fikih, niat puasa Syawal digabung puasa Senin Kamis diperbolehkan selama memenuhi syarat sah puasa.

Ulama dari mazhab Syafi’i dan Hanafi menyatakan penggabungan dua niat sunnah dalam satu ibadah diperbolehkan.

Hal ini karena keduanya termasuk ibadah sunnah yang tidak saling bertentangan.

Dasar utamanya adalah hadis Rasulullah SAW:

“Barang siapa berpuasa di bulan Ramadan, kemudian mengikutinya dengan enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa setahun penuh.”

Selain itu, hadis lain menyebutkan:

“Amal itu tergantung pada niatnya, dan setiap orang akan mendapatkan apa yang diniatkannya” (HR. Bukhari dan Muslim).

Meski demikian, sebagian ulama menyarankan menetapkan satu niat utama agar tidak menimbulkan keraguan.

Tata Cara Niat Puasa Syawal Digabung Senin Kamis

Niat puasa dilakukan pada malam hari sebelum terbit fajar.

Contoh niatnya adalah berniat puasa sunnah Syawal sekaligus puasa Senin atau Kamis karena Allah SWT.

Pelaksanaan puasanya sama seperti puasa sunnah lainnya.

Seseorang harus menahan diri dari makan, minum, dan hal yang membatalkan puasa sejak fajar hingga maghrib.

Puasa dapat dilakukan pada hari Senin atau Kamis selama bulan Syawal.

Dengan cara ini, enam hari puasa Syawal dapat diselesaikan secara bertahap dalam beberapa pekan.

Baca juga: Bolehkah Puasa Syawal 1 Hari Saja? Ini Penjelasan Lengkap dan Hukumnya

Manfaat Menggabungkan Puasa Syawal dan Senin Kamis

Menggabungkan puasa Syawal dan Senin Kamis memberikan pahala berlipat.

Puasa enam hari di bulan Syawal setara dengan puasa setahun penuh sebagaimana disebutkan dalam hadis.

Praktik ini juga membantu efisiensi waktu bagi umat Islam yang memiliki kesibukan.

Selain itu, puasa ini dapat menjaga konsistensi ibadah setelah Ramadan.

Dari sisi spiritual, amalan ini membantu meningkatkan keimanan dan kedekatan kepada Allah SWT.

Momentum Menjaga Ibadah Setelah Ramadhan

Bulan Syawal menjadi kesempatan untuk mempertahankan semangat ibadah pasca-Ramadan.

Niat puasa Syawal digabung puasa Senin Kamis menjadi salah satu cara praktis untuk melanjutkan amalan sunnah.

Islam memberikan kemudahan dalam beribadah selama tetap sesuai syariat.

Dengan niat yang ikhlas dan pemahaman yang benar, ibadah ini dapat memberikan keberkahan di dunia dan akhirat.

Umat Islam dianjurkan memanfaatkan momentum Syawal untuk terus meningkatkan kualitas ibadah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Jelang Puncak Haji, Bus Shalawat Jemaah Haji Indonesia Berhenti Sementara Mulai 22 Mei 2026
Jelang Puncak Haji, Bus Shalawat Jemaah Haji Indonesia Berhenti Sementara Mulai 22 Mei 2026
Aktual
Kisah Jemaah Haji Asal Tegal yang Tetap Bersyukur Meski Harus Jalani Amputasi di Makkah
Kisah Jemaah Haji Asal Tegal yang Tetap Bersyukur Meski Harus Jalani Amputasi di Makkah
Aktual
Jelang Haji 2026, Arab Saudi Atur Jeda Adzan dan Iqamah Lebih Singkat
Jelang Haji 2026, Arab Saudi Atur Jeda Adzan dan Iqamah Lebih Singkat
Aktual
Haji 2026: Masjidil Haram, Arafah, Mina, dan Muzdalifah Kini Tercover 5G Penuh
Haji 2026: Masjidil Haram, Arafah, Mina, dan Muzdalifah Kini Tercover 5G Penuh
Aktual
Bagaimana jika Paspor Jemaah Haji Rusak di Tanah Suci? Ini Kata KJRI
Bagaimana jika Paspor Jemaah Haji Rusak di Tanah Suci? Ini Kata KJRI
Aktual
Fatayat NU Blitar Soroti Kekerasan Seksual Mahasiswa, Kampus Diminta Ambil Langkah Tegas
Fatayat NU Blitar Soroti Kekerasan Seksual Mahasiswa, Kampus Diminta Ambil Langkah Tegas
Aktual
Bukan Cuma Ngaji, Pesantren Kini Jadi Pemasok Utama Program Makan Gratis 2026
Bukan Cuma Ngaji, Pesantren Kini Jadi Pemasok Utama Program Makan Gratis 2026
Aktual
Bolehkah Berkurban Tanpa Melihat Hewannya Disembelih? Jangan Sampai Keliru!
Bolehkah Berkurban Tanpa Melihat Hewannya Disembelih? Jangan Sampai Keliru!
Aktual
Saat Rasulullah Geleng Kepala Lihat Nu’aiman Sembelih Unta Milik Tamu
Saat Rasulullah Geleng Kepala Lihat Nu’aiman Sembelih Unta Milik Tamu
Aktual
Resmi! Saudi Rilis Panduan Haji 2026, Fokus Keselamatan Jemaah dan Cuaca Ekstrem
Resmi! Saudi Rilis Panduan Haji 2026, Fokus Keselamatan Jemaah dan Cuaca Ekstrem
Aktual
Krapyak, Rahim Intelektual NU: Dari Gus Dur hingga Gus Yahya
Krapyak, Rahim Intelektual NU: Dari Gus Dur hingga Gus Yahya
Aktual
Menhaj Pimpin Kedatangan Amirul Hajj Gelombang Kedua di Jeddah, Fokus Pastikan Kesiapan Armuzna 2026
Menhaj Pimpin Kedatangan Amirul Hajj Gelombang Kedua di Jeddah, Fokus Pastikan Kesiapan Armuzna 2026
Aktual
Saudi Luncurkan 'Haji Tanpa Bagasi' 2026, Koper Sampai Hotel dalam 24 Jam
Saudi Luncurkan "Haji Tanpa Bagasi" 2026, Koper Sampai Hotel dalam 24 Jam
Aktual
Update Haji 2026: 100.268 Jemaah RI Sudah Bayar Dam, Mayoritas via Adahi
Update Haji 2026: 100.268 Jemaah RI Sudah Bayar Dam, Mayoritas via Adahi
Aktual
Pemkab Natuna Kawal Ketat Distribusi Sapi Kurban Presiden ke Pulau Terluar
Pemkab Natuna Kawal Ketat Distribusi Sapi Kurban Presiden ke Pulau Terluar
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com