Editor
KOMPAS.com – Ibadah haji berapa lama? Pertanyaan ini sering muncul, terutama bagi calon jemaah yang sedang mempersiapkan diri berangkat ke Tanah Suci.
Banyak yang mengira ibadah haji berlangsung lama, padahal jika dilihat dari inti ritualnya, durasinya relatif singkat. Namun secara keseluruhan, perjalanan haji bisa memakan waktu hingga satu bulan.
Secara syariat, inti pelaksanaan ibadah haji berlangsung sekitar 4 hingga 5 hari, dimulai dari tanggal 8 hingga 13 Zulhijjah.
Baca juga: Pengawasan Haji 2026 Diperketat, Pemerintah Targetkan Tri Sukses Tanpa Penyimpangan
Pada periode ini, jemaah melaksanakan rangkaian rukun haji, seperti:
Wukuf di Arafah bahkan menjadi puncak ibadah haji yang paling penting dan tidak boleh ditinggalkan.
Meski ritualnya singkat, durasi keseluruhan ibadah haji jauh lebih panjang. Berdasarkan informasi resmi dari Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), masa operasional haji Indonesia berlangsung sekitar 30 hari.
Perjalanan ini terbagi menjadi:
Artinya, jemaah tidak hanya menjalankan ibadah, tetapi juga menjalani proses keberangkatan, akomodasi, hingga pemulangan ke Tanah Air.
Agar lebih jelas, berikut gambaran singkat tahapan ibadah haji:
1. Ihram dari miqat
2. Menuju Mina (8 Zulhijjah)
3. Wukuf di Arafah (9 Zulhijjah)
4. Mabit di Muzdalifah
5. Lempar jumrah di Mina
6. Tawaf Ifadah dan Sa’i di Makkah
7. Lempar jumrah lanjutan (11–13 Zulhijjah)
8. Tawaf Wada sebelum pulang
Urutan ini wajib dipahami agar ibadah haji sah dan berjalan lancar.
Karena durasinya panjang dan prosesnya kompleks, calon jemaah perlu mempersiapkan diri dengan matang, meliputi:
Memperkuat niat, memperbanyak ibadah, dan mengikuti manasik haji.
Menjaga kesehatan karena ibadah haji membutuhkan stamina tinggi.
Menyiapkan biaya haji yang tidak sedikit dengan perencanaan matang.
Melengkapi dokumen seperti paspor, visa, dan tiket.
Menyiapkan perlengkapan ibadah dan kebutuhan pribadi.
Sementara itu, Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf memastikan jadwal keberangkatan haji 2026 tidak mengalami perubahan.
“Terkait pemberangkatan jemaah calon haji sampai saat ini belum ada perubahan, masih tetap tanggal 21 April 2026 jemaah calon haji masuk asrama haji, kemudian pada 22 April berangkat,” ujarnya dikutip dari Antaranews.
Ia juga menegaskan seluruh persiapan telah rampung dan pemerintah tinggal menunggu hari keberangkatan.
“Semuanya sudah siap, tinggal menunggu hari pemberangkatan jemaah calon haji,” katanya.
Pemerintah juga terus memantau situasi global, khususnya konflik di Timur Tengah, agar tidak mengganggu pelaksanaan ibadah haji.
“Mudah-mudahan pertikaian di Timur Tengah bisa segera menurun dan kami berharap mereka yang berseteru di sana menghormati proses haji umat Islam dari seluruh dunia,” ujarnya.
Dengan persiapan matang dan kondisi yang kondusif, diharapkan jemaah dapat menjalankan ibadah haji dengan tenang dan khusyuk.
Baca juga: Kapan Haji 2026 Mulai Berangkat? Ini Jadwal Lengkap untuk Jemaah Indonesia
Kesimpulannya:
Memahami durasi ini penting agar calon jemaah bisa mempersiapkan diri secara optimal, baik secara fisik, mental, maupun spiritual.
Ibadah haji bukan sekadar perjalanan, tetapi perjalanan spiritual seumur hidup yang membutuhkan kesiapan menyeluruh.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang