Editor
KOMPAS.com-Kementerian Haji dan Umrah RI memperkuat pengawasan operasional penyelenggaraan haji 1447 H/2026 M menjelang keberangkatan jemaah.
Langkah ini dilakukan dalam kegiatan pemantauan di Asrama Haji Bekasi, Sabtu (28/3/2026).
Pengawasan difokuskan untuk memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai rencana dan standar.
Pemerintah menargetkan penyelenggaraan haji 2026 berjalan optimal melalui konsep Tri Sukses Haji.
Baca juga: Dari Tanah Suci, Wamenhaj Ajak Doa Haji 2026 Jadi Simbol Perdamaian Dunia
Inspektur Jenderal Kemenhaj Dendi Suryadi menegaskan bahwa pengawasan menjadi kunci utama dalam operasional haji tahun ini.
Hal ini penting mengingat waktu menuju keberangkatan jemaah tersisa sekitar 25 hari.
“Fastabiqul khairat harus menjadi semangat kita bersama dalam memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah. Seluruh persiapan harus dikawal dengan ketat agar tidak terjadi kegagalan dalam proses operasional,” jelas Dendi, dalam rilis yang diterima KOMPAS.com.
Ia juga menekankan pentingnya pengendalian seluruh tahapan operasional, termasuk pengawasan terhadap plan of execution control (POEC).
Tahun ini, kuota haji Jawa Barat mencapai 29.643 jemaah.
Kuota tersebut terbagi dalam dua embarkasi, yaitu Bekasi dengan 28 kloter dan Indramayu dengan 40 kloter.
Persiapan terus dimatangkan dengan melibatkan berbagai pihak terkait di tingkat daerah dan pusat.
Kegiatan ini dihadiri Ketua Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), kepala kantor Kemenhaj dari delapan kabupaten/kota, serta Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) kloter.
Baca juga: Haji 2026 Hampir Siap 100 Persen, Ini Jadwal Lengkapnya
Kemenhaj menargetkan penyelenggaraan haji tahun ini mencapai Tri Sukses Haji.
Konsep tersebut meliputi sukses ritual, sukses ekosistem ekonomi, serta sukses peradaban dan keadaban.
Sukses ritual dilakukan melalui peningkatan pemahaman manasik dan kesiapan fisik jemaah.
Sukses ekonomi diarahkan pada pemberdayaan umat dan dukungan terhadap UMKM.
Sementara sukses peradaban diwujudkan melalui pembinaan karakter dan penguatan nilai keislaman jemaah.
Kemenhaj menetapkan sejumlah indikator keberhasilan dalam penyelenggaraan haji tahun ini.
Target tersebut meliputi terserapnya 100 persen kuota haji Indonesia sebanyak 203.320 jemaah reguler dan 17.780 jemaah haji khusus.
Selain itu, pemerintah juga menargetkan penurunan angka kematian jemaah, tidak adanya jemaah hilang, serta berkurangnya keluhan.
Pengawasan juga diarahkan untuk memastikan tidak ada kasus penyelewengan dan praktik KKN dalam operasional haji.
“Kita ingin memastikan seluruh jemaah berangkat dalam kondisi sehat, melaksanakan ibadah dengan baik, dan kembali ke tanah air dalam keadaan utuh serta meraih haji yang mabrur,” ujarnya.
Baca juga: Ibadah Haji: Pengertian, Hukum , Syarat, dan Alasan Menjadi Rukun Islam yang Istimewa
Kementerian Haji dan Umrah menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat koordinasi lintas sektor.
Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas layanan bagi seluruh jemaah Indonesia.
Pemerintah berharap penyelenggaraan haji 2026 dapat berjalan aman, nyaman, dan memberikan pengalaman ibadah yang bermakna.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang