KOMPAS.com – Di tengah ritme kehidupan yang semakin cepat, banyak umat Islam mencari amalan ringan namun berdampak besar bagi ketenangan batin.
Salah satu yang sering dianjurkan para ulama adalah puasa sunnah Ayyamul Bidh, yang dikenal sebagai “puasa hari-hari putih”.
Pada April 2026, puasa ini kembali menjadi momentum bagi umat Muslim untuk menjaga konsistensi ibadah setelah bulan Syawal. Lalu, kapan tepatnya pelaksanaannya, bagaimana niatnya, dan apa saja keutamaannya?
Puasa Ayyamul Bidh dilaksanakan setiap tanggal 13, 14, dan 15 dalam kalender Hijriah. Pada bulan Syawal 1447 H yang bertepatan dengan April 2026, jadwalnya adalah:
Penamaan “Ayyamul Bidh” berasal dari kondisi malam yang terang oleh cahaya bulan purnama, yang secara simbolik menggambarkan kejernihan hati dan kebersihan jiwa.
Baca juga: Niat Puasa Qadha Ramadhan Lengkap Arab, Latin, dan Artinya: Jangan Sampai Salah!
Dalam khazanah fikih, puasa Ayyamul Bidh termasuk sunnah muakkadah, yaitu amalan yang sangat dianjurkan karena dicontohkan langsung oleh Nabi Muhammad.
Perintah memperbanyak puasa sunnah ini juga sejalan dengan anjuran umum dalam Islam untuk menjaga ibadah secara konsisten di luar bulan Ramadan.
Dalam kitab Al-Adzkar, Imam Nawawi menekankan pentingnya kontinuitas amalan kecil yang dilakukan secara rutin.
Sebelum melaksanakan puasa, umat Islam dianjurkan untuk berniat pada malam hari. Berikut bacaan niatnya:
نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ayyâmil bidh sunnatan lillâhi ta‘âlâ
Artinya: “Saya berniat puasa Ayyamul Bidh, sunnah karena Allah Ta’ala.”
Niat ini tidak harus dilafalkan secara lisan, melainkan cukup dihadirkan dalam hati sebagai bentuk kesadaran spiritual.
Baca juga: Kapan Batas Puasa Syawal 2026? Ini Jadwal, Kalender & Niat Lengkap
Secara praktik, puasa Ayyamul Bidh tidak berbeda dengan puasa pada umumnya. Ibadah dimulai sejak terbit fajar hingga terbenam matahari dengan menahan diri dari makan, minum, serta hal-hal yang membatalkan puasa.
Namun, para ulama mengingatkan bahwa esensi puasa tidak berhenti pada aspek fisik semata. Dalam Ihya Ulumuddin, Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa puasa sejati adalah ketika seseorang juga menjaga lisan, pandangan, dan hatinya dari hal-hal yang merusak nilai ibadah.
Jika tidak dapat melaksanakan puasa pada tanggal tersebut, sebagian ulama membolehkan menggantinya di hari lain dalam bulan yang sama, meskipun pelaksanaan pada tanggal 13, 14, dan 15 tetap lebih utama.
Puasa Ayyamul Bidh memiliki sejumlah keutamaan yang disebutkan dalam berbagai hadis dan literatur keislaman.
Dalam hadis riwayat Ahmad dan Tirmidzi, dijelaskan bahwa puasa tiga hari setiap bulan memiliki nilai seperti berpuasa sepanjang tahun. Hal ini karena setiap amal kebaikan dilipatgandakan sepuluh kali lipat.
Dalam beberapa riwayat, Nabi Muhammad mewasiatkan kepada para sahabat untuk menjaga tiga amalan, yakni puasa tiga hari setiap bulan, shalat dhuha, dan shalat witir.
Dengan melaksanakan puasa Ayyamul Bidh, seorang Muslim meneladani kebiasaan Rasulullah yang rutin menjalankan ibadah ini.
Karena dilakukan setiap bulan, puasa ini membantu membangun disiplin spiritual dan menjaga kesinambungan amal.
Dalam buku Buku Pintar Panduan Lengkap Ibadah Muslim karya M. Syukron Maksum, dijelaskan bahwa puasa sunnah dapat menjadi sarana tazkiyatun nafs atau penyucian jiwa.
Baca juga: Jadwal Puasa Syawal dan Ayyamull Bidh April 2026 Lengkap dengan Bacaan Niatnya
Di tengah tekanan hidup modern, puasa Ayyamul Bidh tidak hanya menjadi ibadah ritual, tetapi juga sarana refleksi diri. Ia mengajarkan pengendalian, kesederhanaan, dan kedekatan dengan Allah SWT.
Dalam konteks ini, puasa bukan sekadar menahan lapar, tetapi juga membangun kesadaran spiritual yang lebih dalam bahwa setiap manusia membutuhkan jeda untuk kembali menata hati.
Pada akhirnya, kekuatan utama dari puasa Ayyamul Bidh terletak pada konsistensi. Amalan yang dilakukan secara rutin, meskipun sederhana, memiliki nilai besar di sisi Allah SWT.
Sebagaimana ditegaskan para ulama, ibadah yang paling dicintai adalah yang dilakukan terus-menerus, walaupun sedikit.
Puasa Ayyamul Bidh menjadi salah satu jalan sederhana untuk menjaga hubungan spiritual itu tetap hidup bulan demi bulan, sepanjang tahun.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang