Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kapan Puasa Ayyamul Bidh April 2026: Ini Tanggal, Niat, dan Keutamaan

Kompas.com, 1 April 2026, 18:52 WIB
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Di tengah ritme kehidupan yang semakin cepat, banyak umat Islam mencari amalan ringan namun berdampak besar bagi ketenangan batin.

Salah satu yang sering dianjurkan para ulama adalah puasa sunnah Ayyamul Bidh, yang dikenal sebagai “puasa hari-hari putih”.

Pada April 2026, puasa ini kembali menjadi momentum bagi umat Muslim untuk menjaga konsistensi ibadah setelah bulan Syawal. Lalu, kapan tepatnya pelaksanaannya, bagaimana niatnya, dan apa saja keutamaannya?

Jadwal Puasa Ayyamul Bidh April 2026

Puasa Ayyamul Bidh dilaksanakan setiap tanggal 13, 14, dan 15 dalam kalender Hijriah. Pada bulan Syawal 1447 H yang bertepatan dengan April 2026, jadwalnya adalah:

  • Rabu, 1 April 2026: 13 Syawal 1447 H
  • Kamis, 2 April 2026: 14 Syawal 1447 H
  • Jumat, 3 April 2026: 15 Syawal 1447 H

Penamaan “Ayyamul Bidh” berasal dari kondisi malam yang terang oleh cahaya bulan purnama, yang secara simbolik menggambarkan kejernihan hati dan kebersihan jiwa.

Baca juga: Niat Puasa Qadha Ramadhan Lengkap Arab, Latin, dan Artinya: Jangan Sampai Salah!

Kedudukan Puasa Ayyamul Bidh dalam Islam

Dalam khazanah fikih, puasa Ayyamul Bidh termasuk sunnah muakkadah, yaitu amalan yang sangat dianjurkan karena dicontohkan langsung oleh Nabi Muhammad.

Perintah memperbanyak puasa sunnah ini juga sejalan dengan anjuran umum dalam Islam untuk menjaga ibadah secara konsisten di luar bulan Ramadan.

Dalam kitab Al-Adzkar, Imam Nawawi menekankan pentingnya kontinuitas amalan kecil yang dilakukan secara rutin.

Bacaan Niat Puasa Ayyamul Bidh

Sebelum melaksanakan puasa, umat Islam dianjurkan untuk berniat pada malam hari. Berikut bacaan niatnya:

نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ayyâmil bidh sunnatan lillâhi ta‘âlâ

Artinya: “Saya berniat puasa Ayyamul Bidh, sunnah karena Allah Ta’ala.”

Niat ini tidak harus dilafalkan secara lisan, melainkan cukup dihadirkan dalam hati sebagai bentuk kesadaran spiritual.

Baca juga: Kapan Batas Puasa Syawal 2026? Ini Jadwal, Kalender & Niat Lengkap

Tata Cara Pelaksanaan

Secara praktik, puasa Ayyamul Bidh tidak berbeda dengan puasa pada umumnya. Ibadah dimulai sejak terbit fajar hingga terbenam matahari dengan menahan diri dari makan, minum, serta hal-hal yang membatalkan puasa.

Namun, para ulama mengingatkan bahwa esensi puasa tidak berhenti pada aspek fisik semata. Dalam Ihya Ulumuddin, Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa puasa sejati adalah ketika seseorang juga menjaga lisan, pandangan, dan hatinya dari hal-hal yang merusak nilai ibadah.

Jika tidak dapat melaksanakan puasa pada tanggal tersebut, sebagian ulama membolehkan menggantinya di hari lain dalam bulan yang sama, meskipun pelaksanaan pada tanggal 13, 14, dan 15 tetap lebih utama.

Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh

Puasa Ayyamul Bidh memiliki sejumlah keutamaan yang disebutkan dalam berbagai hadis dan literatur keislaman.

1. Pahala Setara Puasa Sepanjang Tahun

Dalam hadis riwayat Ahmad dan Tirmidzi, dijelaskan bahwa puasa tiga hari setiap bulan memiliki nilai seperti berpuasa sepanjang tahun. Hal ini karena setiap amal kebaikan dilipatgandakan sepuluh kali lipat.

2. Menjalankan Wasiat Rasulullah

Dalam beberapa riwayat, Nabi Muhammad mewasiatkan kepada para sahabat untuk menjaga tiga amalan, yakni puasa tiga hari setiap bulan, shalat dhuha, dan shalat witir.

3. Menghidupkan Sunnah Nabi

Dengan melaksanakan puasa Ayyamul Bidh, seorang Muslim meneladani kebiasaan Rasulullah yang rutin menjalankan ibadah ini.

4. Melatih Konsistensi Ibadah

Karena dilakukan setiap bulan, puasa ini membantu membangun disiplin spiritual dan menjaga kesinambungan amal.

5. Membersihkan Jiwa dan Menenangkan Hati

Dalam buku Buku Pintar Panduan Lengkap Ibadah Muslim karya M. Syukron Maksum, dijelaskan bahwa puasa sunnah dapat menjadi sarana tazkiyatun nafs atau penyucian jiwa.

Baca juga: Jadwal Puasa Syawal dan Ayyamull Bidh April 2026 Lengkap dengan Bacaan Niatnya

Relevansi di Tengah Kehidupan Modern

Di tengah tekanan hidup modern, puasa Ayyamul Bidh tidak hanya menjadi ibadah ritual, tetapi juga sarana refleksi diri. Ia mengajarkan pengendalian, kesederhanaan, dan kedekatan dengan Allah SWT.

Dalam konteks ini, puasa bukan sekadar menahan lapar, tetapi juga membangun kesadaran spiritual yang lebih dalam bahwa setiap manusia membutuhkan jeda untuk kembali menata hati.

Menjaga Konsistensi, Kunci Utama

Pada akhirnya, kekuatan utama dari puasa Ayyamul Bidh terletak pada konsistensi. Amalan yang dilakukan secara rutin, meskipun sederhana, memiliki nilai besar di sisi Allah SWT.

Sebagaimana ditegaskan para ulama, ibadah yang paling dicintai adalah yang dilakukan terus-menerus, walaupun sedikit.

Puasa Ayyamul Bidh menjadi salah satu jalan sederhana untuk menjaga hubungan spiritual itu tetap hidup bulan demi bulan, sepanjang tahun.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Haul Akbar Syaikhona Kholil Bangkalan, Warga Madura di Kaltim Sediakan 8.000 Nasi Kotak Gratis
Haul Akbar Syaikhona Kholil Bangkalan, Warga Madura di Kaltim Sediakan 8.000 Nasi Kotak Gratis
Aktual
Visa Haji Vidi Aldiano Terbit: Keluarga Pilih Badal Haji, Apa Syarat dan Hukumnya?
Visa Haji Vidi Aldiano Terbit: Keluarga Pilih Badal Haji, Apa Syarat dan Hukumnya?
Aktual
Puasa Syawal dan Ayyamul Bidh Bisa Digabung? Ini Penjelasan Ulama
Puasa Syawal dan Ayyamul Bidh Bisa Digabung? Ini Penjelasan Ulama
Aktual
Kapan Puasa Ayyamul Bidh April 2026: Ini Tanggal, Niat, dan Keutamaan
Kapan Puasa Ayyamul Bidh April 2026: Ini Tanggal, Niat, dan Keutamaan
Aktual
Jabal Rahmah, Sejarah Bukit di Arafah yang Jadi Simbol Kasih Sayang dan Pengampunan
Jabal Rahmah, Sejarah Bukit di Arafah yang Jadi Simbol Kasih Sayang dan Pengampunan
Aktual
2 Maskapai Nyatakan Warga Iran Kini Dilarang Masuk UEA Tanpa Golden Visa
2 Maskapai Nyatakan Warga Iran Kini Dilarang Masuk UEA Tanpa Golden Visa
Aktual
Masa Tunggu Haji Kota Bandung Tembus 27 Tahun: Daftar Usia 12 Baru Bisa Berangkat di Usia 39
Masa Tunggu Haji Kota Bandung Tembus 27 Tahun: Daftar Usia 12 Baru Bisa Berangkat di Usia 39
Aktual
Hikmah Ketentuan Waktu dan Jumlah Rakaat Shalat, Tidak Hanya Sekadar Melaksanakan Rukun Islam
Hikmah Ketentuan Waktu dan Jumlah Rakaat Shalat, Tidak Hanya Sekadar Melaksanakan Rukun Islam
Aktual
 Mengapa Shalat Harus Menghadap Kiblat? Ini 7 Hikmah yang Perlu Diketahui Umat Islam
Mengapa Shalat Harus Menghadap Kiblat? Ini 7 Hikmah yang Perlu Diketahui Umat Islam
Aktual
Kisah Abdullah bin Mubarak, Ulama Ahli Hadits yang Ibadah Hajinya Digantikan Malaikat
Kisah Abdullah bin Mubarak, Ulama Ahli Hadits yang Ibadah Hajinya Digantikan Malaikat
Aktual
4 Malaikat yang Datang Saat Seseorang Sakit, Salah Satunya Bertugas Menghapus Dosa
4 Malaikat yang Datang Saat Seseorang Sakit, Salah Satunya Bertugas Menghapus Dosa
Aktual
Peran Imam Al-Ghazali Jaga Akidah hingga Dijuluki Hujjatul Islam
Peran Imam Al-Ghazali Jaga Akidah hingga Dijuluki Hujjatul Islam
Aktual
Kisah Harut dan Marut di Babilonia: Benarkah Malaikat Ajarkan Sihir?
Kisah Harut dan Marut di Babilonia: Benarkah Malaikat Ajarkan Sihir?
Aktual
6 Penghalang yang Membuat Doa Tidak Dikabulkan, Ini Penjelasan Ibnu Rajab
6 Penghalang yang Membuat Doa Tidak Dikabulkan, Ini Penjelasan Ibnu Rajab
Doa dan Niat
 7 Keistimewaan Khadijah, Istri Pertama Nabi Muhammad SAW yang Berjuluk Ummul Mukminin
7 Keistimewaan Khadijah, Istri Pertama Nabi Muhammad SAW yang Berjuluk Ummul Mukminin
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com