Editor
KOMPAS.com-Fenomena April Mop yang diperingati setiap 1 April sering kali dianggap sebagai momen untuk bercanda, bahkan dengan cara berbohong.
Sebagian orang menganggap kebohongan pada hari tersebut sebagai hal wajar, selama bertujuan untuk menghibur atau sekadar lelucon.
Padahal dalam ajaran Islam, berbohong tetap merupakan perbuatan yang dilarang, baik dalam kondisi serius maupun bercanda.
Melalui khutbah Jumat ini, KH Nur Rohmad, Ketua Komisi Dakwah MUI Kabupaten Mojokerto, mengingatkan umat Islam tentang bahaya kebohongan, termasuk yang dibungkus dalam tradisi April Mop.
Baca juga: 5 Rukun Khutbah Jumat yang Wajib Dipenuhi, Jangan Sampai Terlewat!
Khutbah ini mengajak umat untuk kembali meneguhkan kejujuran sebagai bagian dari iman, serta menjauhi segala bentuk dusta yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الْمَوْجُوْدِ أَزَلًا وَأَبَدًا بِلَا مَكَانٍ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ الْأَتَمَّانِ الْأَكْمَلَانِ، عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ سَيِّدِ وَلَدِ عَدْنَانَ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِي لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ.
أَمَّا بَعْدُ، فَإِنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْقَدِيْرِ الْقَائِلِ فِيْ مُحْكَمِ كِتَابِهِ (أَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَكُونُواْ مَعَ ٱلصَّٰدِقِينَ)
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Dari atas mimbar ini, khatib berwasiat kepada kita semua, terutama kepada diri khatib pribadi, untuk senantiasa berusaha meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, dengan melaksanakan semua perintah-Nya dan menjauhkan diri dari seluruh yang diharamkan-Nya.
Dalam kesempatan khutbah ini, khatib akan menyampaikan khutbah dengan judul Keharaman “April Mop”
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Mengutip dari Wikipedia, April Mop atau dikenal dengan April Fools' Day dalam bahasa Inggris, diperingati setiap tanggal 1 April setiap tahun.
Pada hari itu, orang dianggap boleh berbohong atau memberi lelucon kepada orang lain tanpa dianggap bersalah. Hal ini ditandai dengan tipu-menipu dan lelucon lainnya terhadap keluarga, musuh, teman bahkan tetangga dengan tujuan mempermalukan orang-orang yang mudah ditipu.
Hadirin yang Berbahagia,
Para ulama mendefinisikan berbohong dengan makna; “Menyampaikan perkataan yang berbeda dengan kenyataan padahal ia tahu bahwa perkataannya itu memang berbeda dengan kenyataan”. Berbohong hukumnya bisa dosa kecil, dosa besar, bahkan bisa menjerumuskan kepada kekufuran.
Jika sebuah kebohongan tidak mengandung bahaya yang mengenai seorang muslim, maka ia termasuk dosa kecil. Namun demikian, dosa kecil tidak boleh diremehkan karena gedung pencakar langit pada hakikatnya adalah tumpukan dari batu-batu bata yang kecil. Karenanya, jangan meremehkan dosa kecil.
Sedangkan jika sebuah kebohongan mengandung bahaya yang mengenai seorang muslim, maka hal ini termasuk dosa besar. Dan jika dalam kebohongan tersebut terdapat unsur menghalalkan perkara yang telah disepakati keharamannya oleh para ulama, dan kalangan awam serta terpelajar mengetahui keharamannya, dan hal itu tidak samar baginya seperti keharaman zina, anal seks dan mencuri, atau mengharamkan perkara halal yang nyata-nyata halal, yang mana kalangan awam dan terpelajar juga mengetahui kehalalannya, seperti jual beli dan nikah—maka kebohongan tersebut adalah kekufuran. Na’udzu billahi min dzalik.
Baca juga: Teks Khutbah Jumat Syawal: Menjaga Istiqamah Ibadah Usai Ramadan
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Penting untuk kita ketahui bersama bahwa berbohong hukumnya haram, baik dilakukan dengan niat bercanda maupun sungguh-sungguh. Baik dengan kebohongan tersebut seseorang ingin membuat banyak orang tertawa atau tidak, tetap saja hal ini haram. Hal ini sebagaimana disabdakan oleh Nabi SAW:
وَيْلٌ لِلَّذِيْ يُحَدِّثُ الْقَوْمَ ثُمَّ يَكْذِبُ لِيُضْحِكَهُمْ وَيْلٌ لَهُ وَوَيْلٌ لَهُ
“Sungguh celaka orang yang berbicara kepada suatu kaum, kemudian ia berbohong untuk membuat mereka tertawa, sungguh celaka ia, sungguh celaka ia.” (HR Ahmad)
Ancaman dengan menggunakan redaksi “wail (celaka)” menunjukkan dosa besar yang menjadikan pelakunya berhak mendapatkan siksa yang pedih di akhirat.
Hadirin yang Berbahagia,
Jadi, berbohong hukumnya haram, baik di awal April maupun di waktu-waktu lainnya. Baik dilakukan dengan tujuan bercanda ataupun tidak.
Lebih parah lagi, kebohongan “April Mop” sering kali disertai dengan perbuatan menakut-nakuti seorang muslim. Misalnya, seseorang berbohong dengan mencandai temannya; “Anakmu meninggal” atau “Istrimu mengalami kecelakaan.” Sebab itu sangat menyakitkan untuk didengar.
Padahal menakut-nakuti seorang muslim hukumnya haram. Dalam Musnad Ahmad disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:
لَا يَحِلُّ لِمُسْلِمٍ أَنْ يُرَوِّعَ مُسْلِمًا
“Tidak halal bagi seorang Muslim menakut-nakuti Muslim lainnya.” (HR Ahmad)
Hadis ini disampaikan Nabi SAW ketika sebagian orang menakut-nakuti salah seorang sahabatnya dengan tujuan bercanda, yaitu dengan mengambil anak panah darinya saat ia sedang tidur.
Saudara-Saudaraku,
Jadi, kebohongan, sekali lagi, itu tidak dibanarkan meskipun dimaksudkan untuk bercanda, sebagaimana diriwayatkan dari sahabat Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu:
إِنَّ الْكَذِبَ لَا يَصْلُحُ مِنْهُ جِدٌّ وَلَا هَزْلٌ، وَلَا أَنْ يَعِدَ الرَّجُلُ ابْنَهُ ثُمَّ لَا يُنْجِزُ لَهُ، إِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرّ، وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ، وَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الْفُجُورِ، وَإِنَّ الْفُجُورَ يَهْدِي إِلَى النَّارِ
“Sesungguhnya dusta itu tidak layak, baik dalam keadaan serius maupun bercanda. Dan tidak pantas seseorang berjanji kepada anaknya, kemudian ia tidak menepatinya. Sesungguhnya kejujuran menuntun kepada kebaikan, dan kebaikan menuntun kepada surga. Sebaliknya, dusta menuntun kepada kerusakan, dan kerusakan menuntun kepada neraka.” (HR al-Hakim)
Jadi meskipun tujuannya untuk membuat orang lain tertawa, dan meskipun tidak mengandung unsur menyakiti orang lain, hukumnya tetap haram.
Rasulullah SAW bersabda:
إِنِّي لَأَمْزَحُ وَلَا أَقُوْلُ إِلَّا حَقًّا
“Sungguh aku pun bercanda, akan tetapi aku tidak mengatakan kecuali kebenaran.” (HR ath-Thabarani)
Dalam hadis ini, Rasulullah memberitahukan bahwa beliau kadang bercanda karena hikmah tertentu, namun beliau tidak mengatakan kecuali perkataan yang benar, yakni beliau tidak pernah berbohong.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Demikianlah khutbah Jumat singkat yang bisa khatib sampaikan. Semoga bermanfaat.
أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، وأَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: (إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِيِّۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ صَلُّواْ عَلَيۡهِ وَسَلِّمُواْ تَسۡلِيمًا)،
اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هٰذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ.
عِبَادَ اللهِ، إِنَّ ٱللَّهَ يَأۡمُرُ بِٱلۡعَدۡلِ وَٱلۡإِحۡسَٰنِ وَإِيتَآيِٕ ذِي ٱلۡقُرۡبَىٰ وَيَنۡهَىٰ عَنِ ٱلۡفَحۡشَآءِ وَٱلۡمُنكَرِ وَٱلۡبَغۡيِۚ يَعِظُكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَذَكَّرُونَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang