KOMPAS.com – Dalam tradisi umat Islam, malam Jumat selalu memiliki tempat yang istimewa. Dimulai sejak Kamis malam, waktu ini diyakini sebagai momentum penuh berkah yang dianjurkan untuk diisi dengan berbagai amalan kebaikan.
Tidak hanya sebagai rutinitas ibadah, malam Jumat juga dipandang sebagai ruang spiritual, saat di mana doa lebih mudah diijabah, ampunan terbuka luas, dan pahala dilipatgandakan.
Lalu, amalan apa saja yang dianjurkan? Dan apa keistimewaan yang membuat malam ini begitu dimuliakan?
Hari Jumat disebut sebagai “sayyidul ayyam” atau penghulu segala hari. Dalam berbagai hadis, Nabi Muhammad SAW menganjurkan umatnya untuk memperbanyak ibadah pada hari tersebut, termasuk sejak malam sebelumnya.
Dalam buku Keutamaan Hari Jumat karya Syaikh Abdul Aziz bin Baz dijelaskan bahwa malam Jumat adalah waktu yang sarat keberkahan karena menjadi bagian dari hari yang paling mulia dalam Islam.
Baca juga: 8 Keutamaan Baca Yasin di Malam Jumat, Dikabulkan Segala Hajat
Salah satu amalan utama adalah memperbanyak shalawat. Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa yang bershalawat satu kali, maka Allah akan membalas dengan sepuluh kali lipat kebaikan.
Shalawat bukan sekadar bacaan, tetapi bentuk kecintaan dan penguatan hubungan spiritual dengan Rasulullah SAW.
Membaca Surat Al-Kahfi menjadi amalan yang sangat dianjurkan pada malam atau hari Jumat.
Dalam hadis riwayat Al-Hakim disebutkan bahwa orang yang membaca Surat Al-Kahfi akan diberikan cahaya hingga Jumat berikutnya. Selain itu, surat ini juga dikenal sebagai pelindung dari fitnah Dajjal.
Dalam buku Tafsir Al-Munir karya Syaikh Wahbah Az-Zuhaili dijelaskan bahwa kisah-kisah dalam Surat Al-Kahfi mengandung pelajaran penting tentang keimanan, kesabaran, dan ujian kehidupan.
Malam Jumat termasuk waktu mustajab untuk berdoa. Dalam hadis riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim disebutkan bahwa terdapat waktu di hari Jumat di mana doa seorang hamba tidak akan ditolak.
Karena itu, malam Jumat menjadi kesempatan terbaik untuk memohon kebaikan dunia dan akhirat, baik untuk diri sendiri maupun orang lain.
Shalat sunnah seperti tahajud, hajat, dan witir sangat dianjurkan untuk dikerjakan pada malam Jumat. Ibadah ini menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah sekaligus memperkuat spiritualitas.
Dalam buku Rahasia Shalat Sunnah karya Ustaz Yazid bin Abdul Qadir Jawas disebutkan bahwa shalat malam memiliki keutamaan sebagai ibadah yang dilakukan dalam keheningan, sehingga lebih khusyuk dan mendalam.
Baca juga: Khutbah Jumat 3 April 2026: Puasa Syawal Menguatkan Disiplin dan Konsistensi Ibadah
Istighfar menjadi amalan yang tidak boleh dilewatkan. Memohon ampun kepada Allah SWT di malam Jumat diyakini memiliki keutamaan besar.
Kalimat sederhana seperti astaghfirullah dapat menjadi jalan untuk membersihkan dosa dan menenangkan hati.
Selain Surat Al-Kahfi, membaca Al-Qur'an secara umum juga sangat dianjurkan.
Interaksi dengan Al-Qur’an di malam Jumat tidak hanya mendatangkan pahala, tetapi juga memperkuat pemahaman dan kedekatan dengan ajaran Islam.
Sedekah di malam Jumat memiliki nilai keutamaan tersendiri. Dalam hadis riwayat At-Tirmidzi disebutkan bahwa sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api.
Amalan ini tidak harus dalam bentuk materi besar, tetapi bisa berupa bantuan kecil yang dilakukan dengan ikhlas.
Malam Jumat juga menjadi waktu yang tepat untuk memperbaiki hubungan dengan sesama. Memaafkan kesalahan orang lain, menyambung silaturahmi, dan menghindari konflik menjadi bagian dari ibadah sosial yang sangat dianjurkan.
Dalam buku Akhlak dalam Islam karya Imam Al-Ghazali dijelaskan bahwa hubungan baik dengan sesama manusia merupakan cerminan kualitas keimanan seseorang.
Taubat di malam Jumat memiliki nilai spiritual yang mendalam. Dengan mengakui kesalahan dan bertekad memperbaiki diri, seorang Muslim dapat kembali kepada fitrah yang bersih.
Baca juga: 6 Amalan Sunnah Wanita di Hari Jumat, Raih Pahala Berlipat
Malam Jumat disebut sebagai waktu yang dilimpahi keberkahan. Setiap amal kebaikan yang dilakukan pada malam ini diyakini memiliki nilai pahala yang lebih besar dibandingkan hari biasa.
Salah satu keistimewaan terbesar malam Jumat adalah adanya waktu mustajab, di mana doa tidak akan ditolak oleh Allah SWT.
Hal ini menjadikan malam Jumat sebagai momen refleksi dan harapan bagi setiap Muslim.
Amalan seperti membaca Surat Al-Kahfi dan memperbanyak istighfar diyakini dapat menghapus dosa-dosa kecil serta memberikan “cahaya” sebagai petunjuk hidup.
Malam Jumat sebagai Momentum Reflektif
Di tengah kesibukan kehidupan modern, malam Jumat menghadirkan jeda yang menenangkan. Ia menjadi ruang untuk merenung, memperbaiki diri, dan kembali mendekat kepada Allah SWT.
Dalam buku Spiritualitas Islam di Era Modern karya Prof. Dr. Komaruddin Hidayat disebutkan bahwa praktik ibadah yang konsisten dapat menjadi penyeimbang kehidupan manusia yang semakin kompleks.
Amalan malam Jumat bukan sekadar tradisi, tetapi bagian dari upaya membangun kedekatan spiritual dengan Allah SWT.
Dari shalawat hingga sedekah, setiap amalan memiliki nilai yang tidak hanya berdampak pada kehidupan akhirat, tetapi juga memberikan ketenangan dalam kehidupan dunia.
Dengan memanfaatkan malam Jumat secara optimal, seorang Muslim tidak hanya mengumpulkan pahala, tetapi juga membentuk karakter yang lebih baik, tenang, sabar, dan penuh harapan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang