Editor
KOMPAS.com – Pimpinan Pusat Muhammadiyah membuka peluang kerja sama strategis dengan Uruguay dalam memperkuat ketahanan pangan dan pemenuhan gizi masyarakat Indonesia.
Langkah ini ditandai dengan kunjungan Duta Besar Uruguay untuk Indonesia, Cristina Gonzales, ke Kantor PP Muhammadiyah di Yogyakarta.
Pertemuan tersebut menjadi momentum penting dalam menjajaki kolaborasi penyediaan produk susu berkualitas untuk mendukung program unggulan Muhammadiyah.
Baca juga: Haedar Nashir Tegas: Rezim Boleh Berganti, Muhammadiyah Tetap Kawal Arah Bangsa
Bendahara Umum PP Muhammadiyah, Hilman Latief, menjelaskan bahwa kerja sama ini diarahkan untuk mendukung program Makan Bergizi Muhammadiyah (MBM).
“Dalam mendukung program strategis ini, kami tidak hanya membutuhkan mitra yang kuat, tetapi juga efektif. Legalisasi ekspor produk dairy dari Uruguay ke Indonesia telah disepakati. Ini menjadi peluang besar,” ujarnya dilansir dari situs resmi Muhammadiyah, Sabtu (4/4/2026).
Sebagai salah satu negara dengan produk dairy unggulan, Uruguay dinilai memiliki kapasitas besar dalam menyuplai kebutuhan susu berkualitas.
Hal ini menjadi penting seiring meningkatnya cakupan program pemenuhan gizi yang dijalankan Muhammadiyah.
Hingga saat ini, Muhammadiyah telah mengembangkan 187 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan hampir 380 ribu penerima manfaat di berbagai daerah.
Cristina Gonzales menegaskan komitmen negaranya untuk mendukung upaya tersebut.
“Uruguay memiliki kapasitas besar dalam produksi susu. Kami sangat terbuka untuk berkolaborasi dengan Indonesia, khususnya dalam program makan bergizi,” ungkapnya.
Kerja sama ini tidak sekadar soal impor produk pangan, tetapi juga membangun ekosistem kolaborasi lintas negara yang berdampak langsung pada masyarakat.
Muhammadiyah melihat kemitraan global sebagai kunci untuk menjawab tantangan ketahanan pangan dan gizi di masa depan. Dengan dukungan mitra internasional, program seperti MBM diharapkan semakin luas jangkauannya dan berkelanjutan.
Baca juga: Pandangan Muhammadiyah tentang Nikah Siri, Sah Secara Agama tetapi...
Di tengah meningkatnya kebutuhan pangan bergizi, kolaborasi ini menjadi sinyal bahwa upaya mencetak generasi sehat tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan sinergi—baik di dalam negeri maupun lintas negara.
Jika berjalan optimal, kerja sama Muhammadiyah dan Uruguay ini berpotensi menjadi model kemitraan global yang tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang